Judi Bola

Cerita Seks Tak Sanggup Menolak

183 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Perkenalkan nama saya Shinta, dengan umur 20 tahun dengan ciri-ciri tinggi 162 cm, berat 50 kg, dada 36B, kulitku putih, aku sendiri campuran Medan-Solo. Sekarang aku sedang berkuliah di salah satu PTS di Bandung. Dalam keluarga, sikap orang tuaku sangat keras, mereka memberi peraturan yang wajib diingat oleh kita sebagai anak-anaknya, yaitu DILARANG BERPACARAN SEBELUM BERES KULIAH, apabila dilanggar kita tidak bakal dikuliahkan lagi.

Saat itu hujan turun cukup deras, aku menantikan tapi mobil angkutan rutin saja penuh serta jalanan pun terus sepi serta aku telah basah kuyup tidak karuan. Tiba-tiba aku menonton suatu mobil sedan berhenti cocok di depanku. kemudian beliau memperkenalkan tumpangan kepadaku, aku pun menerimanya sebab takut tidak dapat pulang.

Beliau memperkenalkan dia sebagai Pak Budi umur berkisar 40 tahun. Di sepanjang perjalanan beliau mengajakku berkata kesana kemari. Beliau memperkenalkan kepadaku untuk berganti pakaian di rumahnya sebab beliau memiliki putri yang seusia denganku.

Aku menerima tawaran beliau sebab percaya kepadanya. Akhirnya kita hingga di suatu komplek perumahan, ketika aku masuk rumah itu gelap gulita, tidak ada penghuninya. Pak Budi mengatakan mungkin putrinya belum kembali dari kuliah. Aku mengangguk tanpa curiga. Pak Budi membawakan aku piyama putrinya, beliau menyuruhku untuk mengganti bajuku di kamar putrinya. Aku mengganti pakaianku tanpa menanggalkan BH serta CD-ku.

Ketika aku keluar, Pak Budi sedang duduk di sofa sambil meminum teh, beliau mempersilakan aku duduk di sebelahnya. Kita pun mengobrol tanpa canggung lagi. Tiba-tiba Pak Budi menjamah keningku. Aduh badanmu hangat begini? ujar beliau sambil menatapku tajam. Aku hanya tersenyum sekaligus kaget.

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Tante Semalaman

Entah kenapa Pak Budi mengelus-elus rambutku yang tetap basah, aku pun hanya terdiam sebab kaget serta tidak kuasa menolaknya. Sentuhan-sentuhan beliau turun keleherku. Aku merasakan sensasi aneh yang sanggup membikinku merinding geli, serta akhirnya Pak Budi mendaratkan bibirnya di bibirku, setengah kaget mataku melotot memandang Pak Budi.

Tapi Pak Budi malah menciumku lagi, aku berontak, tapi tidak sukses, malah rengkuhan tangannya terus kuat kurasakan. Lama kelamaan aku mulai terhanyut serta membalas ciuman Pak Budi mesikipun ciuman ku belum sempurna. Mungkin sebab didorong rasa ingin tahu aku membiarkan Pak Budi bertindak lebih jauh.

Ciuman nya mulai turun ke leherku, aku merasa geli sekaligus kenikmatan yang tiada duanya. Rasanya sarafku bakal putus saat lidahnya menjilati leherku. Pak Budi mendorongku hingga aku terbaring di lantai permadani, sambil terus menciumi serta menjilati wajah serta leherku.

Dengan lincah tangan-tangan Pak Budi kurasakan sedang bermain-main di atas dadaku, beliau membuka kancing piyamaku. Entah mengapa aku tidak melawannya saat Pak Budi sukses meloloskan semua pakaianku hingga aku telanjang.

Aku berteriak pelan bagaikan disengat sesuatu saat lidahnya kurasakan mendarat di atas putingsusuku. Pak Budi meremas susuku yang kiri serta mengulum yang kanan, mmm aku bergetar tidak karuan. Belum berakhir dengan kenikmatan yang aku rasakan Pak Budi meneruskannya dengan menghisap susuku semacam bayi.

Aku menggelinjang kenikmatan, ahhh birahiku terus naik. Pak Budi berdiri melepaskan pakaiannya hingga telanjang. Aku hanya terdiam menatap wajah PakBudi. Kemudian beliau berjongkok di samping tubuhku serta mulai menjilati dari samping sambil terus meremas-remas susuku, hingga aku lemas tidak berdaya.

Nafasku terus tidak beraturan sebab tidak tahan bakal ciuman serta jilatan Pak Budi. Ciuman nya turun ke perutku sertaAkhhh aku menjerit keras saat kurasakan lidahnya menjilati selangkanganku. Kakiku bentrok dengan berusaha menendangnya. Tapi tangan Pak Budi begitu kuat mencengkram kedua pahaku. Aku mendesah terus kuat saat kurasakan lidah Pak Budi menyentuh vaginaku.

BACA JUGA  Cerita Seks Obat Perangsang

Pak Budi seakan tidak peduli, beliau terus menjilati vaginaku, serta mengobok-oboknya dengan tempo yang teratur. Teriakan-teriakan kenikmatan keluar dari bibirku saat Pak Budi menghisap vaginakudenga kuat. Ohhh uuhhhh ohh aku merasakan enak sekaligus geli yang amat sangatdahsyat.

Pak Budi mempercepat tempo jilatan serta ciuman nya di vaginaku, hingga aku merasa bakal meledak. Aku berteriak seenaknya, Sial aduh ohhh aduhhh sayanggg teriakankumalah membikin Pak Budi terus bernafsu, beliau menghisap klitorisku dengan kuat hingga tubuhkumengejang, Oohhh hhh aku merasakan orgasme.

Aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut, tubuhku lemas serta kakiku menjepit kepala Pak Budi. Pak Budi bangkit serta berjongkok di samping tubuhku beliau menyuruhku menyetubuhi penisnya yang cukup besar itu. Aku yang telah lupasegalanya menurutinya.

Aku mulai menjilati serta mengocok-ngocok penisnya di mulutku. Tangan beliau pun tetap tetap meremas-remas susuku. Aku hisap serta kucium-cium kepala penisnya. Pak Budi melenguh seiring hisapanku yang terus kuat, beliau pun meremas susuku terus kuat, hingga aku terus bersemangat serta liar.

Desahan Pak Budi membikinku tidak tahan, sebab aku mulai merasakan vaginaku pun mulai basah.Ohhh sayanggg pinter iseppp teruss ohhh iseppp sayangg ohhh desahan Pak Budi membikinku terus gila, serta Pak Budi berteriak keras.Ahh.

Crot crott Sperma Pak Budi menyemprot masuk ke mulutku, aku tersedak serta terbatuk-batuk, aku melepaskan penis Pak Budi. Cairan aneh yang kurasakan ada di mulutku, membikin aku mual serta ingin memuntahkannya, tapi Pak Budi malah mencium bibirku serta menjilati cairan sperma yang tersisadi wajah serta bibirku.

Pak Budi kemudian merenggangkan kedua pahaku, beliau mengarahkan penisnya ke vaginaku serta menggesek-gesekkanya, aku merasakan nikmat-nikmat geli. Beliau mencoba memasukannya lebih dalam tapi aku berteriak. Aduhh sakitt ucapku sambil meringis. Pak Budi tidak meneruskannya serta menggesek-gesekkan kepala penisnya lagi.

BACA JUGA  Cerita Seks Karyawan Seksi

Aku menggelinjang tidak tahan, akhirnya Pak Budi mencobanya lagi. Aku tetap kesakitan serta berteriak hingga aku meneteskan air mata. Pak Budi pun tidak meneruskannya beliau mencium bibirku dengan lembut sambil mengatakan, Bapak tidak bakal mengambil keperawanan kamu. Lalu beliau bangkit serta membersihkan vaginaku dengan handuk hangat.

Aku berkaca serta menonton tubuhku yang berubah menjadi merah, sebab bekas hisapan-hisapan Pak Budi. Seusai itu aku diantar pulang Pak Budi. Jam 11.00 malam aku hingga di rumahku, akhirnya orang tuaku marah-marah serta mengenal lakukananku.

Mereka mengecek tubuhku serta akhirnya aku mendapat ganjaranya pada semester depan aku tidak bakal dikuliahkan lagi, sebetulnya aku ingin meneruskan sekolahku, tapi apa daya orang tuaku telah kesal serta tidak mempedulikanku lagi.

author
No Response

Comments are closed.