Judi Bola

Cerita Seks Pembantu Nakal

357 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Sepeninggal Lastri, kami mendapat seorang pesuruh baru dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja yaitu seorang wanita berusia 23 tahun bernama Atun. Atun berambut lurus sebahu, berperawakan sedang , berkulit sawo matang dengan wajah yang manis, tinggi kurang lebih 160 cm , badan ramping dengan berat badan kurang lebih 50 kg, dengan tetek yang besarnya sedang saja. Yang agak istimewa dari penampilan Atun merupakan matanya yang keren dengan lirikan-lirikan yang kelihatannya sedikit semacam pesuruh nakal.

Hari pertama kedatangannya , saat menawarkan diri , ia tampak tak tidak sedikit bicara, hanya saya menonton bahwa matanya tak jarang melirik dan memperhatikan celana saya khususnya dibagian kemaluan. Saya berpikir, ” akh, pesuruh nakal nih… “. Nyatanya Atun ini baru menikah dua bulan lalu dan sebab desakan keperluan ekonomi sekarang sedang terpisah dari sang suami yang bekerja menjadi TKI di Timur Tengah.

Seusai kemarin hari bekerja pada kami, nyatanya Atun lumayan rajin dan bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Memasuki minggu kedua, saya mendapat gilirin kerja shift dari kantor, yaitu shift ke 2, jadi saya wajib mulai bekerja mulai dari jam 15:00 hingga dengan jam 23:00.

Jadi bila pulang telah larut malam, biasanya isteri saya telah tidur dan bila ia tidur, ia memiliki kebiasaan tidur yang sangat lelap dan sangat sulit sekali untuk dibangunkan ; dan bila saya tersadar pada pagi hari, isteri telah pergi kerja, jadi biasanya kami hanya berhubungan melewati telephone saja alias ia menuliskan pesan dan menempelkannya di kulkas.

Suatu malam sepulang kerja, Atun semacam biasa membuka pintu dan seusai itu ia biasanya menyiapkan air panas untuk saya mandi. Sedang saya asyik mandi dan menggosok-gosok tubuh saya, saya mendengar sebuahbunyi halus dibalik pintu kamar mandi, sambil berpura-pura tak tahu saya tiba-tiba menunduk dan mencoba menonton dari lubang yang ada dibawah pintu tersebut.

” hah….” , saya kaget juga, sebab disitu terkesan sepasang kaki yang dalam posisi sedang men-jinjit menempel dipintu kamar mandi. Wah, nyatanya saya sedang diintip , oleh siapa lagi kalau bukan Atun. Saya tetap pura-pura tak tahu saja dan mulai memasang aksi ; saya mulai menggosok-gosokan sabun kebagian ****** saya, meremas-remas jadi ****** saya pun mulai bangun dan menjadi keras, sambil semakin meng-kocok-kocok ****** saya, saya juga berusaha untuk berkonsentrasi mendengar suara dibelakang pintu itu. Dari situ terdengar desahan halus yang sedikit lebih keras dari tarikan nafas.

“Naah…lo….rasain ” , kata saya dalam hati. Berakhir mandi, saya langsung saja keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan kebadan tahap bawah saya, ****** saya tetap dalam posisi menegang keras, jadi terkesan menonjol dari balik handuk. Saya tetap berpura-pura tak tahu apa-apa dan berlangsung kearah belakang untuk menaruh pakaian kotor.

“pep…..pak….. bapak mau emm.. makan”, sapa Atun ,

“oh… enggak Tun, telah makan… tolong bikinkan kopi saja”, jawab saya sambil saya perhatikan wajahnya. Nyatanya wajah Atun terkesan pucat dengan tangan yang agak gemetaran.

BACA JUGA  Cerita Seks Ngentot Lonte

“eeh…kamu kenapa Tun,…..sakit yaa ?”, tanya saya
“ah , tak pak….. saya cuma sedikit pusing aja”, jawab Atun
“Iyaa…Tun….saya juga sedikit pusing… apa kalian bisa mijitin kepala saya”

“beb…bis…bisa pak”, jawab Atun tergagap, sembari matanya semakin menerus melirik kearah ****** saya yang menyembul. Sayapun masuk kekamar dan mengganti handuk dengan sarung tanpa menggunakan celana dalam lagi, dan tak lupa mengecek isteri saya; seusai saya perhatikan nyatanya isteri saya tetap tertidur dengan pulas sekali. Sayapun duduk disofa didepan televisi sambil menantikan Atun membawa kopi, yang kemudian ditaruhnya dimeja didepan saya.

“Tun….tolong nyalakan tv-nya”

Atun berlangsung kearah televisi untuk menyalakan , saat televisi telah menyala saya bisa menonton bayangan tubuh Atun dari balik dasternya. “wah….boleh juga”, terasa denyutan di ****** saya, nafsu saya mulai memuncak.

“Tun…. tolong kecilkan sedikit suaranya”, kata saya, Saat ia mengecilkan suara televisi itu, Atun sedikit membungkuk untuk menjangkau tombol tv tersebut, langsung tubuhnya terbayang dengan jelas sekali , Atun nyatanya tak menggunakan BH dan puting teteknya terbayang menonjol bagaikan tombol yang minta diputar.

“lagi sedikit Tun….” kata saya mencari argumen untuk bisa menonton lebih jelas. Aduh , denyutan di ****** saya pun makin keras saja.

“Ayo ..Tun..pijitin kepala saya” kata saya sambil bersandar pada sofa. Dengan agak ragu, Atun mulai memegang kepala saya dan mulai memijat-mijat kepala saya dengan lembut.

“nah..gitu….baru enak, kata saya lagi, “tapi film-nya kok jelek banget yaa…”
“iya..pak…film-nya film tua..” katanya.

“kamu mau lihat film baru”, kata saya sambil langsung berdiri dan menuju kearah lemari televisi untuk mengambil sebuah laser disk dan langsung saja memasangnya, film itu dibintangi oleh bintang film bf, sebuah film tipe hardcore yang sungguh hot. Atun si pesuruh nakal kembali memijat kepala saya sambil menanti adegan film tersebut.

Saat adegan pertama dimana aktornya mulai melakukan french kiss dan meraba ****** lawan mainnya , tangan Atun mengejang dikepala saya, terdengar ia hebat nafas panjang dan pijatan tangannya bertambah keras. Saya membawa kepala dan menonton keatas kearah Atun; terkesan matanya terpaku pada adegan di layar, biji matanya kelihatan semacam tertutup kabut tipis, ia sangatlah berkonsentrasi menonton adegan demi adegan yang diperankan oleh aktor tersebut.

Kurang lebih seperempat jam kemudian, terasa pijatan dikepala saya bertidak lebih, sebab hanya satu tangannya saja yang digunakan untuk memijat sedangkan seusai saya tengok kebelakang nyatanya tangannya yang satu lagi terjepit diantara selangkangannya dengan gerakan menggosok-gosok. Desahan nafasnya menjadi keras buru memburu. Atun si pesuruh nakal terkesan bagaikan orang sedang mengalami trance dan tak sadar bakal lakukanannya.

Saya langsung saja berdiri dan menuju kebelakangnya; sarung saya jatuhkan kelantai dan dalam keadaan telanjang saya tekan ****** saya ke arah belahan pantatnya sedangkan mulut saya mulai menjalar ke leher Atun, menjilat-jilat sambil menggigit pelahan-lahan.

BACA JUGA  Cerita Seks Pelajar SMA

Kedua tangan saya bergerak kearah teteknya yang menantang dan meremas-remas sambil sesekali memuntir-muntir putingnya yang lumayan panjang. Atun tetap semacam orang yang tak sadar, matanya hanya terpaku kelayar kaca menonton bagaimana sang aktor menjepit pinggang lawan mainnya sambil melambaikan pinggulnya ke kanan kekiri. Dengan cepat saya membuka dasternya hingga terlepas;

Atun si pesuruh nakal diam saja juga saat saya memelorotkan celana dalamnya. Sambil tetap memeluknya dari belakang, saya menggeser kakinya supaya selangkangannya lebih terbuka jadi saya bisa mengarahkan ****** saya ke lubang memeknya. Saat kepala ****** saya mulai memasuki memeknya yang telah basah, Atun sedikit tersentak, tapi saya semakin menyodok kedalam jadi ****** saya terbenam seluruhnya.

“aaaaaaaakh…..pak” , desah Atun lirih, “ennnaaaak….paaaaak”

Saya tetap menekan dan kemudian mulai hebat ****** saya. Waah…. memek Atun bagaikan menjepit ****** saya dan semacam tak mau melepaskan ****** saya. Memek Atun nyatanya sempit sekali dan ****** saya terasa bagaikan dihisap-hisap dan diremas-remas dengan denyutan-denyutan yang sungguh nikmat sekali.

Saya hebat dan menekan dengan kuat dengan cara berulang-ulang jadi biji saya terdengar beradu dengan pantat Atun yang mulus, plak….plak….plak….. saya tetap memeluknya dari belakang dengan tangan kiri yang tetap berada di tetek sedangkan jari tangan kanan saya berada di dalam mulut Atun.

Mulut Atun si pesuruh nakal menghisap-hisap jari saya bagaikan anak bayi yang telah kelaparan memperoleh susu ibunya , matanya terpejam bagaikan orang sedang bermimpi. Badannya separuh , dari pinggang keatas condong kedepan, membungkuk pada sandaran sofa, sedangkan pinggangnya berusaha untuk mengimbangi gerakan maju mundur yang saya lakukan.

Bila saya menekan ****** saya untuk membenamkannya lebih dalam kelubang memeknya, Atun segera mendorong pantatnya kebelakang untuk menyambut gerakan saya dan kemudian dengan cara cepat melambaikan pinggulnya ke kiri dan ke kanan bergantian. Aah ….. Atun, nyatanya hebat enaknya memek kamu.

Saya sangatlah menikmati tubuh dan memek Atun. Kami melakukan gerakan-gerakan semacam ini selagi beberapa waktu, hingga sebuahsaat badan Atun mengejang , kedua kaki nya juga mengejang dan terangkat kebelakang . Memeknya meremas dan menghisap-hisap ****** saya dengan keras dan berusaha untuk menelan ****** saya seluruhnya.

“aaaaaaaaaaaaahhhhh …..” desah Atun panjang Akhirnya saya juga tak tahan lagi, saya peluk badannya dan saya tekan ****** saya kuat-kuat kedalam memek Atun. Saya pun melepaskan cairan mani saya kedalam lubang memek Atun yang begitu hangat dan menghisap.

“hhhhheeeeeeeeeh” creeet…….creettt…..creet tttt Kami berdua langsung lunglai dan tertekuk kearah sandaran sofa dengan posisi ****** saya tetap ada di dalam jepitan memek Atun. Seusai kami recover, saya buru-buru memungut sarung, mematikan televisi dan berdua berlangsung kearah belakang ; Atun langsung berbelok kekamarnya, tapi sebelumnya ia mengatakan halus, ” terima kasih yaa… pak” dan sambil tersenyum nakal ia meremas ****** saya.

BACA JUGA  Cerita Seks Yang Sangat Melelahkan

Saya langsung mandi lagi untuk membersihkan keringat yang mengalir begitu tak sedikit, seusai itu ke kekamar berbaring sambil memeluk isteri saya dan tertidur lelap dengan puas. Dipagi hari saya tersentak bangun sebab merasakan sepasang tangan yang mengelus-elus ****** saya, dengan cara refleks saya menonton jam dinding dan menonton jam telah memperlihatkan pukul sembilan pagi.

” looo ..” , pikir saya ” kok isteri saya tak bekerja kali ini”
Langsung saya membawa kepala menonton kebawah; lho…. nyatanya bukan isteri saya yang sedang mengelus-elus ****** saya namun Atun yang sedang menunduk untuk mencium ****** saya, yang telah keras dan tegang.

“Tun….. ayo naik kesini”, kata saya kepadanya, sambil bangun terduduk saya hebat badannya dan mulai membuka dasternya, nyatanya Atun si pesuruh nakal telah tak menggunakan apa-apa dibalik dasternya. Langsung saya balikkan badannya dan mulai mencium memeknya yang wangi, sedangkan Atun langsung juga mengulum ****** saya dimulutnya yang kecil; waah Atun langsung cepat belajar dari tontonan film tadi malam rupanya.

Saya mulai menjilat-jilat memeknya dan sesekali mengulum dan mempermainkan klentitnya dengan lidah saya, Atun tergelinjang dengan keras dan terdengar desahannya, “hheeeh….heeeehhh” Dari lubang memeknya mengalir cairan hangat dan langsung saja saya jilat ….. mmmh…enaknya… Seusai itu saya tarik Atun untuk jongkok di atas badan saya, sedangkan saya tetap terlentang dan Atun mulai menurunkan badannya dengan lubang memeknya yang sempit itu cocok kearah batang ****** saya yang telah sangat tegang sekali.

“hhhheeehhhh”….cleeeep, batang ****** saya masuk langsung kedalam lubang memeknya dan terbenam hingga keujung biji saya, “oooohh enak bener Tun….memek kamu” kata saya, Atun telah tak menjawab lagi, dirinya menaikkan pantatnya dan kemudian dengan cepat menurunkannya dan memutar-mutar pinggulnya dengan cepat sekali berkali-kali,

sambil terpejam dirinya mendesah-desah panjang semakin menerus sebab keenakkan….. Batang ****** saya terasa mau putus sebab enaknya memek Atun, sangatlah nikmat sekali permainan dipagi kali ini; Sesekali saya duduk untuk memeluknya dan semakin meremas-remas teteknya yang keras.

“ooooh …. Atun….ennaaaak” Atun kemudian berhenti sebentar dan memutarkan badannya jadi pantatnya menghadap wajah saya, sambil semakin menaik-turunkan pantatnya, memeknya tetap menjepit batang ****** saya dengan jepitan yang keras dan berdenyut-denyut…..

Akh , akhirnya saya tak tahan lagi, sambil memeluk pinggangnya saya berusaha menekan batang ****** saya sedalam-dalamnya dilubang memek Atun , badan Atun pun mengejang dan bersama-sama kami mencapai orgasme. Pagi hari itu saya dan Atun si pesuruh nakal bermain hingga jam 13:00 siang, berkali-kali dan beberapa-bagai gaya dengan tak bosan-bosannya.

Sejak pagi itu, saya rutin dibangunkan oleh isapan lembut dari mulut mungil Atun si pesuruh nakal, kecuali bila hari libur dimana isteri saya berada di rumah.

author
No Response

Comments are closed.