Judi Bola

Cerita Seks Pasrah Dengan Apa Yang Diminta

342 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Ini berawal di kota kelahiranku Kami bertetangga dengan sebuah keluarga Cina Kami pindah kerumah itu ketika aku berumur enam tahun Ayahku merupakan pegawai negri sipil biasa serta oom Pang merupakan juga PNS namun punya kedudukan yang tinggi

Oom Pang ini orang Cina peranakan Manado sedangkan tante Pang alias yang biasa dipanggil tante Sofie merupakan orang Cina peranakan Ternate Aku satu umur dengan anak gadisnya yang nomor empat serta kami satu sekolah Dengan demikian kami tumbuh bersama menjelang masa remaja, hanya setamat SMP aku ke STM sedangkan Angela ke SMA

Aku suka main dirumahnya Angela Tapi sejak aku di bangku kelas 3 SMP aku mulai berminat kalau menonton tante Sofie ini Orangnya tinggi besar, wajahnya sebetulnya lumayan cantik, hidungnya mancung serta bibir yang sexy

Betis betis kakinya yang besar serta panjang itu juga berbentuk indah Namun selagi nasibku aku tidak sempat menonton tante ini berhias diri Keluar pun tante hanya berdandan biasa saja tanpa make up yang berlebihan Setiap hari tante slalu bekerja didapur memasak

Tante bahagia padaku karena aku suka menemaninya didapur serta kami mengobrol soal apa saja Tante ini benar benar merupakan seorang wanita yang polos serta suci hatinya menurut pandanganku Tapi tante ini kalau duduk suka sembarangan serta inilah yang membikin aku sehingga bernafsu padanya

Suatu hari aku meIihat tante menggunakan baju yang agak terbuka serta diketiaknya telah sedikit sobek Dampaknya tali bra nya yang warna hitam itu kelihatan bahkan sebagian samping dari toketnya yang putih serta besar itu juga kelihatan

Aku tidak tahan menonton semua ini, sementara tantepun cuek saja karena sibuk dengan pekerjaannya Kebetulan saat itu tidak ada siapa siapa didapur tidak hanya aku serta tante Sofie ini Berbagai butir peluhnya mengalir di wajahnya yang tidak kenal lelah itu Lehernya yang berisi nampak mengkilat oleh keringatnya Pemandangan ini yang membangkitkan nafsu birahi ku padanya

Tiba tiba telefon berbunyi serta tante menyuruhku untuk angkat telefoon Rupanya dari suaminya dari kantornya, mau bicara dengan mamanya Lalu tante Sofie datang mendekatiku, mengambil alih gagang telefoon itu sambil berdiri cocok disampingku dekat sekali hingga toketnya yang terbuka itu bisa aku lihat begitu jelasnya Kulitnya tetap mulus putih padahal usianya telah empat puluh tahun waktu itu

Aku tidak bisa menahan hatiku lagi Sementara tante berkata ditelefoon maka tanganku segra bereaksi mengusap pelan tahap dari toketnya yang nampak itu serta kuremas remas pelan Aku merasa nikmat sekali bisa menyentuh kulit putih itu

Tante hanya menatapku tapi tidak bereaksi apa apa serta kembali melanjutkan kerjanya Aku kembali mendekatinya serta tanganku kembali menyusup masuk lewat lubang yang terbuka itu terus memegang buah dadanya serta meremas remasnya Tante kaget dengan sikapku yang berani itu

“Ce ngana anak kecil kenapa ramas ramas kami punya susu?” Tante bertanya dengan dialek Ternatenya
“Tante punya susu itu bikin saya sehingga nafsu” kataku dengan hati yang polos, meski hatiku berdebar juga

Tanganku tetap saja menggerayangi toketnya yang besar itu Bahkan ketika hingga keputingnya serta memintir mintir putingnya itu terasa putingnya tante tlah sehingga tegang mengeras serta memanjang “Adooohh !” tante Sofie mengeluh sambil memerem matanya serta menegakan badannya Rupanya ia juga merasa nikmat dengan permainan tanganku ini Serta kuremas terus gumpalan daging putih yang tetap kenyal itu

tante Sofie terus mengerang Kuraih kepalanya serta kucium bibirnya, meski aku sendiri tetap bego dalam berciuman Gigiku berbenturan dengan giginya tante, tapi cepat ku sambar bibirnya lagi Tante tersandar dikursi menatapku nanar

Menonton tante Sofie yang telah terkapar semacam petinju yang ko itu, bikin aku tambah nekad lagi Kukeluarkan kedua payu daranya itu dari dalam bra nya serta kuhisap kedua putingnya silih berganti tante Sofie terus merintih serta memekik dengan suara tertahan sambil membanting banting kakinya kelantai

Tangan kiriku masuk kebalik blusnya terus menembus cd nya serta mengusap usap bibir memeknya tante Sofie berteriak serta memekik tertahan, rupanya tante mencapai klimaksnya “Telah , sudaaah !” jerit tante Sofie dengan suara bergetar

Lalu ia bangun berdiri semacam marah padaku Menatapku dengan mata terbelalak Bibirnya gemetaran “Ce , tidak lebih ajar ngana!” Lalu ia bangkit berdiri serta buru buru memasukan kembali kedua toketnya yang aku keluarkan tadi itu segra meninggalkan tempat itu Kulihat tante memasuki kamarnya serta membanting pintu Aku cepat cepat kabur saja dari situ

Malamnya ku datang kesitu lagi, dengan argumen mau ketemu sama Angela tante Sofie lagi diruang tamu duduk berpangku kaki sambil membaca majalah Hanya menatapku sekilas serta tidak menjawabku Mungkin dirinya tetap marah pikirku

Pada sebuahpagi aku tidak masuk sekolah, lewat samping aku masuk kedapur serta dipojok aku lihat tante sedang mencuci pakaian Kebiasaannya kalau celana dalamnya serta anak anak wanitanya tante mengucek ngucek sendiri tidak sempat masukan kedalam mesin cuci

tante Sofie sedang duduk pada sebuah bangku kecil sambil membuka lebar kedua pahanya sementara roknya tersingkap hingga jauh keatas Mungkin karena tidak ada orang lain di rumah sehingga tante bersikap leluasa begitu serta tante Sofie pun kaget dengan kehadiranku yang tiba tiba itu

BACA JUGA  Cerita Seks Pembantu Yang Horny

Aku pura pura nanya segala macam untuk mengajaknya ngobrol sambil aku duduk di hadapannya hingga pahanya yang besar yang tlah basah oleh air sabun sehingga mengkilap putih Bisa kulihat dengan jelas membikin aku sehingga benar benar terangsang

Entah tante Sofie sadar alias tidak dengan posisi duduknya itu, dirinya tetap tidak merobah posisi duduknya itu meski mataku tlah melotot kearah selangkangannya Aku lalu berdiri serta mendekatinya serta jariku segra meraba pahanya yang basah itu serta agak meremas remas kulit paha yang tetap kenyal itu, sementara si kecilku mulai bergerak gerak didalam celanaku

“Hei…!” sergah tante Sofie tapi tanpa menoleh padaku “Mulai lagi ngana punya tangan nakal itu” Tapi nada suaranya tidak seperi orang marah Jari jariku turun kebawah hingga mendekati selangkangnya serta kusingkap lagi roknya

“Aduuuh, ngana ini nakal sekali ya?” hari ini suaranya agak meninggi sedikit, tapi ia tetap saja melanjutkan mengucek pakaian Serta tanganku telah tidak bisa ditahan lagi, jariku segra menerobos masuk kedalam cd nya

Kurasakan jembutnya yang lebat serta panjang panjang itu sementara jariku terus saja masuk menyusup hingga aku menemukan lobangnya Aku yakin bahwa ini merupakan lobang vaginanya tante Sofie, segra jari tengahku serta jari telunjukku kudorong masuk

tante Sofie menjerit seketika serta menatapku semacam tidak percaya kalau aku berani berbuat sejauh itu Ia berusaha hebat keluar tanganku, tapi aku bersi kukuh kuat kuat Dengan sekuat tenaga aku mendorong kedua jariku masuk serta menusuk nusuk memeknya tante Sofie itu

Kulihat tante itu memejamkan matanya sambil mendesah tertahan, aku terus kuat menyodok nyodok terus hingga jari jariku terasa basah oleh cairan yang ada didalam lobang memeknya tante Sofie itu Kedua tangannya terkulai lemas disisinya serta kepalanya tertunduk serta suaranya melenguh serta napasnya memburu Kemudian ku lihat tante Sofie semacam kesetanan mendesah mengerang sambil menjepit kedua pahanya kuat kuat hingga jari jariku ikut terjepit

Berbagai saat kemudian ia semacam terbangun lalu mendorongku kuat kuat hingga aku jatuh terjengkang kebelakang Lalu cepat ia bangun berdiri serta meninggalkan tempat itu Kemudian terdengar pintu kamar dibanting kuat kuat Aku terkaget lalu buru buru bangun serta kabur dari situ

Aku paling tidak suka sama si Teng Be, kakaknya Angela Orangnya arogan serta angkuh, tidak semacam Teng Lae alias Giok kedua kakaknya Dirinya dua tahun lebih tua dari aku, kami yang sebaya tidak suka main dengan dirinya Aku pikir gimana kalau hingga mereka tahu apa yang tlah ku lakukan kepada mami mereka? Dunia pasti bakal geger Karena aku berdarah melayu campuran darah orang Papua serta mereka orang Cina

Untuk kemarin hari berikutnya aku tidak berani kerumah mereka Tapi dalam sehari tidak menonton wajahnya tante Sofie aku merasa diriku sangat sengsara Sejak kecil aku tidak sempat merasakan kasih sayang bunda Ini yang bikin aku sehingga nakal serta liar

Waktu agenda perpisahan sekolah aku datang sendirian, karena papaku lagi berangkat Aku begitu iri menonton kawan kawan lain yang di kawani orang tua mereka Mereka berpakaian keren keren sedangkan aku hanya berpakaian apa adanya Padahal aku bukan berasal dari keluarga yang miskin, hanya bunda tiriku saja yang sangat pelit kepada aku

Aku menonton Angela di kawani papa serta mamanya, kami sama sama lulus ujian Aku berdiri sendirian dengan kepala yang tertunduk serta sebelum acaranya berakhir aku telah kabur duluan karena aku merasa tidak layak berada diantara kawan kawanku itu yang mereka semuanya sangat menikmati hari hari yang bahagia itu

Selama liburan aku tinggal dirumahnya kakekku, yaitu bapaknya papa aku Rumahnya berada ditepi pantai berada ditepi pantai Kadang aku ikut kakek melaut mencari ikan untuk kami makan Tapi hatiku slalu rindu sama tante Sofie

Akhirnya papaku datang, katanya aku didaftarkan di STM tahap mesin Aku sangat sayang sama beliau, tapi aku benci istrinya itu Aku tidak punya opsi lain tidak hanya wajib kembali kerumah itu Padahal rumah itu bagaikan neraka bagiku, tapi ada tante Sofie tetanggaku yang slalu aku rindukan Akhirnya ketika aku tlah duduk di bangku kelas satu STM, karena aku bisa ceweq anak sekolah maka buat sementara aku melupakan tante Sofie

Tapi seusai aku kelas tiga baru aku teringat sama tante lagi Rupanya selagi ini dirinya slalu merindukanku, tapi pasti saja tidak mungkin diungkapkannya padaku, karena tante ini merupakan wanita yang tetap terkungkung oleh norma norma kenasiban serta tradisi

Bahkan dirinya sama sekali tidak bereaksi ketika aku berusaha lagi untuk mendekati nya, meski aku yakin kalau dirinya itu tahu bakal gerak gerikku ini Karena aku tahu jam jam dirinya sendirian di rumah maka saat itulah aku datang padanya Yaitu kurang lebih jam tiga sore, ketika yang lainnya pada tidur siang, tapi tante tidak sempat mau tidur siang Katanya biar malam kelak ia bisa cepat tertidur

Waktu aku datang saat dirinya lagi sendirian duduk di meja makan sambil membaca majalah, ia menatapku penuh selidik Seusai menyapanya aku langsung datang duduk didekatnya Aku bisa mendengar elahan napasnya “Anak kecil, ngana mau apa lagi?” Sialan, ia tetap juga terbuktigilku dengan sebutan anak kecil, padahal aku telah di bangku kelas tiga STM “Saya rindu sama tante, tante yang cantik serta sexy manis” jawabku sambil tersenyum padanya

BACA JUGA  Cerita Seks Tak Sanggup Menolak

tante Sofie hanya mendengus serta semacam mengejek aku “Ce, ngana anak sepanggal, so berani raba raba kami punya barang” katanya sambil menatapku semacam jengkel “Tapi tante juga suka kan?” jawabku menantangnya serta menatap matanya “Tapi ngana tidak lebih ajar pa orang tua, kami kan so tua!” jawab tante sengit dengan suara mendesis

“Tante tetap kelihatan muda koq!, Tante tetap cantik merangsang, hanya tante saja yang tidak merasa” aku terus menjawab sambil memegang lengannya Tante diam saja tidak bereaksi ketika kuremas remas lengannya yang dibawah ketiaknya serta satu tanganku mengelus pahanya

Tiba tiba ia berdiri serta berlangsung menuju kamar mandi Aku pun berdiri serta cepat menyusulnya serta tanpa ia sadar ketika masuk kedalam kamar mandi, akupun ikut masuk Tante kaget setengah mati menonton padaku yang segra menutup pintunya “Ce !, ngana betul betul anak tidak lebih ajar, ayo keluar! Kami mo berak!” katanya setengah berbisik Kalau terbukti ia tidak suka kenapa ia tidak berteriak saja?

Aku berdiri sambil bersandar di pintu serta memandanginya Mukanya sehingga masam, tapi rupanya ia tidak bisa tahan lagi Lalu membawa rokya dengan tergesa gesa serta mencopot cdnya serta langsung ia duduk diatas kloset dengan muka yang semacam mengejan

Kudengar tinjanya yang besar itu terputus putus jatuh kedalam closet serta memunculkan bunyi Bunyi itu sangat merangsangku Aku mendekatinya serta mencium bibirnya sambil toketnya kembali kuremas remas Kumasukin tanganku ke dalam branya, hebat keluar toketnya serta kuhisap hisap lagi dengan kuat kuat Tante hanya mengerang semacam keenakan, tapi tetap membiarkan aku terus beraksi Kemudian ia berdiri serta mengambil gayung mau cebok

Tapi aku lebih cepat menyambar gayung serta menimba air, lalu kusuruh tante berbalik serta aku lah yang mencebok pantatnya Dengan jari jariku aku membersihkan lobang anusnya dari kotoran tinjanya Tante hanya mengerang sambil berdiri mengangkang kedua kakinya serta agak menunduk

Kemudian aku berjongkok serta tanganku memegang bokong pantatnya tante lalu menjulurkan lidahku menjilati lobang anusnya tante Sofie itu Mungkin karena merasa geli tante menggoyang pantatnya sambil terus merintih serta mengerang berat sambil mendesah

“Aduuuhh…, ngana so bikin apa lagi pa kami ni…” suara tante Sofie mendesah Aku tetap saja membruca lobang anusnya itu serta tante mulai terangsang nafsunya Kemudian kulucuti bajunya hingga praktis tante Sofie sehingga bugil di hadapanku

Kedua tangannya menyilang di depan toketnya yang besar tapi telah terbembeng itu, tubuhnya gemetar serta menatapku dengan bimbang Ku memintanya agar bersandar didinding serta membuka lebar kedua pahanya tante Sofie mengikuti permintaanku tanpa membantah sambil berdiri pasrah semacam orang yang kebingungan

Mataku melotot memperhatikan seluruh tubuhnya tante Sofie dari atas hingga ke ujung kakinya Telah ada berbagai helai rambut ubannya Tapi lehernya tetap mulus serta kedua toketnya yang besar itu tergantung lesu semacam buah pepaya dengan puting susunya yang besar serta memanjang berwarna gelap

Kontras sekali dengan warna kulitnya yang kuning langsat serta mulus bersih itu Pada perutnya agak membesar itu terkesan guratan guratan tanda sempat melahirkan, nampak jelas sekali dikurang lebih lobang pusarnya serta tahap bawah perutnya

Pahanya yang besar itu telah berlemak yang menggelambir mengantung serta hampir menutup selangkangnya Bulu bulu jembutnya sangat tebal serta memanjang menutupi tahap depan vaginanya Namun dengan cara umumnya penampilan tante Sofie itu tetap lumayan sexy serta keren, kontolku telah mulai bangun

Aku berjongkok didepannya serta menguak rambut kemaluannya itu serta lidahku mulai membruca memeknya tante Sofie Bibir vegynya tante tlah porak poranda serta tidak pasti lagi bentuknya Labia mayoranya telah membesar serta terlipat semacam jenger ayam serta kebiru biruan

Maklumlah tante Sofie telah lima kali melahirkan Lobang memeknya pun telah terbuka besar, kira kira ada tiga sentimeter garis tengahnya Berwarna merah serta kesepian Mungkin telah lama sekali memek ini tidak sempat dimasuki kontol lagi Karena nampaknya oom Pang telah loyo

Kelihatannya tante Sofie tlah menyerah total serta pasrah padaku sambil menjambak rambutku kadang kadang dengan sangat keras sekali Tiga buah jari jariku sekaligus masuk menyodok kedalam liang vaginanya itu yang tlah basah berlendir

tante Sofie hanya menjerit serta memekik tertahan Akhirnya tibalah pada agenda finishing touchnya, yaitu memasukan kontolku kedalam memeknya tante Sofie Rudalku langsung masuk melesak kedalam hingga semuanya tertanam didalam memeknya tante Sofie itu

Sambil tersandar didinding kedua tangannya merangkul leherku serta kedua tanganku memegang pinggangnya serta aku mulai memompa kuat kuat Napas tante Sofie tersengal sengal sambil kucium bibirnya sementara keringat mulai membasahi tubuh kami dua Keringat kami bercampur membikin badan kami juga sehingga licin

Kira kira sepuluh menit kemudian tubuh tante Sofie sehingga menegang serta bergetar dengan hebatnya Sambil merangkulku kuat kuat serta memekik tertahan pertanda ia sedang mencapai puncak orgasmenya Bahkan air matanya pun keluar , tante menangis terisak isak Akhirnya akupun menumpahkan spermaku kedalam rahimnya

BACA JUGA  Cerita Seks Yang Tak Terlupakan

Kutancapkan kuat kuat kontolku kedalam memeknya serta akupun sehingga tegang untuk berbagai saat Tubuh kami tetap bertaut berpelukan erat serta keringat yang membanjir Kuangkat wajahnya, tapi tante Sofie menunduk lagi Mungkin ia merasa malu, hanya napasnya saja yang tetap terus memburu sementara kami tetap dalam posisi bersenggama

Akhirnya ku cabut keluar kontolku dari dalam lobang memeknya serta aku menolongnya membersihkan dirinya serta menggunakankan kembali pakaiannya tanpa bicara apa apa, sebelum keluar tetap sempat lagi aku mencium bibirnya bahkan kami berpelukan dengan mesrahnya serta kami segra keluar dari situ

Satu malam kurang lebih jam delapan aku keluar dari rumah serta berlangsung disamping rumah mereka Rumah mereka agak kebelakang karena halaman depannya sangat luas sekali, begitu juga dengan halaman belakangnya Melalui dapur kami aku terus berlangsung lewat samping rumah mereka hingga aku tiba dibelakang rumah mereka

Untuk bebrapa saat aku berdiri dibawah pohon nangka dibelakang rumah itu sambil memandang kedalam rumah itu Kulihat tante sedang berada didapur, entah lagi sibuk apa Lalu kulihat tante keluar dari pintu dapar, buru buru aku mendekatinya, Dirinya kaget “Hei kenapa malam malam ngana ada disini?”

Ia bertanya dengan dialek Ternatenya Ku tempelkan jariku di mulutku serta memegang tangannya mengajaknya ke bawah pohon nangka serta ia mengikuti dengan perasaan bimbang tapi diam “Ngana mau bikin apa di sini ?” tanyanya dengan suara mendesis sambil menatapku heran

“Tante duduk disini” jawabku sambil menunjuk bangku panjang yang ada disitu Lalu tante Sofie pun duduk disitu serta aku juga ikut duduk disampingnya sambil memegang lengannya serta merangkul pinggangnya Napasnya yang panas itu terasa ketika aku melumat bibirnya

Kami saling bertaut bibir erat erat “Saya mau cuki tante lagi” kataku pelan sambil mendekap tubuh yang besar itu “Ce , ngana ini anak gila betul, ngana kan tetap kecil, tante ini so tua, kenapa ngana mo cuki pa kami orang so tua bagini?”

“Tapi tante tetap cantik serta saya jatuh cinta sama tante” jawabku sungguh sungguh untuk meyakinkannya “Lalu kalau ngana jatuh cinta pa kami , trus ngana mo bikin apa pa kami ?” Aku tidak menjawab tapi langsung saja kembali memagut bibirnya kuat kuat Semacam yang aku lihat di film film biru

tante Sofie tidak melawan, tapi diam saja semacam pasrah Dari bibirnya terus turun ke batang lehernya ku jilatin sambil kudengar suara dengusannya Aku keluarkan toketnya yang besar itu dari balik dasternya serta kusedot habis puting susunya itu kuat kuat hingga tante Sofie menjerit tertahan serta mengerang hebat

Nampaknya tante Sofie juga telah mulai horny Kemudian ku suruh ia berdiri serta menyandar kebatang pohon nangka yang besar itu dengan membuka lebar kedua kainya, lalu membawa roknya serta melucuti celana dalamnya

Aku semacam orang yang benar benar telah pakar urusan sex serta akhirnya kumasukan kontolku kedalam memeknya Dengan sekuat tenaga aku memompa sambil berdiri memegang pinggulnya tante Sofie mendengus keras sambil mendesah serta melenguh sementara badannya yang besar itu sehingga menegang serta memelukku erat erat sambil ku hisap habis habisan bibirnya serta lidahnya itu tante Sofie mencapai klimaksnya sambil mendesah berat Akhirnya aku juga keluar

Tubuh kami berdua telah bermandi keringat yang bercampur baur Ku hunjamkan kuat kuat kontolku kedalam memeknya tante Sofie ini sambil menyemprotkan spermaku kedalam rahimnya Enaaak…, ini kali yang ketiga aku melakukan hubungan sex dengan wanita

Kami tetap bersandar pada batang pohon nangka itu buat berbagai saat dengan napas yang tetap tersengal sengal Kujilati leher tante Sofie yang basah oleh peluhnya itu, meski terasa payau tapi aku suka Tiba tiba anaknya yang tertua si Teng Lae keluar dari pintu dapur

Berlangsung melalui kami berdua kira kira pada jarak dua meter saja Ia mengambil handuknya dijemuran serta kembali masuk kedalam rumah Aku memegang mulutnya tante Sofie kuat kuat Untung saja disitu sangat gelap sekali

Tapi kami dua telah sempat ketakutan setengah mati Aku membuka bajuku serta melap keringatnya tante Sofie di mukanya serta sekujur badannya hingga bajuku sehingga basah oleh keringatnya Kemudian tanpa berkata seusai menggunakan kembali cd nya lalu tante berlangsung masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan aku lagi Aku tersenyum puas sambil bersandar di batang pohon nangka itu

Besok siangnya sepulang sekolah aku kesebelah lewat pintu dapur Suasana nampak sepi hanya ada tante Sofie didapur “Selamat siang tante Po chi ada?” tanyaku , tapi tante hanya diam saja tidak menjawab aku Menolehpun tidak , mungkin dirinya marah Lalu kudekati tante dari belakang serta kucubit pantatnya Terkejut ia membalik menatapku semacam marah “Tidak lebih ajar!” desisnya sambil menatapku tapi dengan tersenyum bahagia padaku

Karena tidak ada siapa siapa disitu tiba tiba ia hebat tanganku serta kami masuk lagi kedalam kamar mandi serta akhirnya terjadi kembali persetubuhan antara aku serta tante Sofie disiang bolong itu didalam kamar mandi rumah mereka

Sejak saat itu aku terus dekat lagi dengan tante Sofie ini serta pasti saja tidak ada orang yang tahu bahwa kami dua lagi pacaran dengan mesra nya.

author
No Response

Comments are closed.