Judi Bola

Cerita Seks Kilat Yang Nikmat

264 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Aku mempunyai cewek yang mana dirinya tetap berkuliah di universitas yang dulu aku sempat mengambil studi disana, kini aku telah bekerja, dengan cara pendek pacarku cantik, baik serta setia pastinya, sebab dirinya orangnya baik baik jadinya tidak mau berhubungan sebelum kami resmi jadi suami istri.

Sebaliknya, sebagai lelaki normal saya tergolong golongan yang mempunyai libido tinggi. Sementara ini saya hanya dapat memuaskannya dengan ber masturbasi sambil membayangkan bersetubuh dengan pacarku. Sebuahsaat keadaan berubah 180 derajat. Seusai pulang kerja, saya langsung mengunjungi kostan pacarku (‘Siwi’ namanya).

Mengunjungi kostannya bagai masuk kedalam sebuah alam erotis. Ada kurang lebih 8 penghuni kost yag terdiri dari mahasiswi tingkat 1 hingga 4 (saat ini Siwi telah hingga tingkat 4). Salah satu penghuninya yang berkamar di lantai 3 hebat perhatianku, namanya Hanif.

Seusai menontonnya adakala aku membayangkan bersetubuh dengannya juga, hingga pada akhirnya aku mempunyai ide gila serta nekat timbul tiba-tiba dibenakku.dari sini lah awal petualangan seks kilat ku dimulai. Aku memberanikan diri serta memutuskan mencuri celana dalam Hanif.

Telah berbagai kali aku bersama Siwi pacarku naik ke lantai 3, dilantai ini ada rak khusus yang dipakai pesuruh kostan untuk mengumpulkan pakaian kotor yang bakal dicuci,beruntungnya rak tersebut dinamai sesuai dengan pemilik baju supaya tidak saling tertukar (dan lebih memudahkanku mencari target yang aku idamkan)

Tak berapa lama niatanku timbul tiba-tiba aku mendengar suara gadu yang berasal dari gerombolan anak-anak kost yang bakal keluar untuk makan malam serta kebetulan juga Siwi sedang mandi, yang biasanya membutuhkan waktu 15-25 menit.

Bagai gayung bersambut akupun mamberanikan diri melaksanakan niatku dengan jantung yang berdebar keras serta keringat yang bercucuran sebab perasaan was-was. Tersedia 3 celana dalam yang berbahan licin serta halus diantara tumpukan baju yang ada di keranjang.

Tanpa pikir panjang langsung aku ambil yang berwarna kulit (yang satu berwarna pink serta sisanya berwarna sama). Dengan cara spontan aku tempelkan pada wajah serta ku hirup tahap yang bersentuhan langsung dengan vaginanya.

Sayangnya saat itu yang aku cium hanyalah bau pewangi pakaian, namun tidak mengurangi rasa hornyku. Secepatnya aku masukkan CD tersebut kedalam kantung celana sebab takut dipergoki serta tidak terbayang rasa malu yang bakal aku alamiah apabila faktor itu terjadi serta langsung aku meninggalkan TKP serta langsung menuju kamar Siwi yang berada di lantai 2.

Seusai berakhir berkencan dengan Siwi, aku langsung meluncur menuju kontrakkan serta langsung menuju kamar mandi. Langsung aku keluarkan CD milik Hanif serta mempeloroti celana serta CD yang aku pakai.

Kontolku yang sepanjang perjalanan pulang tadi telah menegang membayangkan CD tersebut langsung kutempelkan dengan posisi segi dalam CD yang bersentuhan langsung dengan vagina Hanif berjumpa dengan ujung kontolku, yang pasti saja sebelumnya aku tempelkan CD tersebut di hidungku serta ku hirup dalam-dalam sambil membayangkan sedang mencium vagina Hanif dengan cara langsung.

BACA JUGA  Cerita Seks Lepas Perjaka

Secara perlahan aku gesek-gesekan CD tersebut serta mulai mencoli kontolku. Meskipun awalnya terasa agak perih pada penisku tapi lama kelamaan hilang seiring keluarnya cairan pra-ejakulasiku. Irama masturbasi aku percepat serta aku langsung merasakan getaran-getaran listips yang erotis semakin meambombardir syaraf-syaraf kontol serta otakku.

Akhirnya aku hampir merasakan orgasme. Tanganku yang satunya langsung menyikap sebagian dari CD tersebut untuk mengeluarkan kontolku. Sebetulnya aku ingin mengeluarkan cairan orgasmeku pada CD Hanif, namun langsung aku urungkan sebab takut meninggalkan jejak.

Tak berapa lama aku mengalami orgasme yang hebat sensasinya sebab baru sehari ini aku meperbuatnya dengan CD kepunyaan Hanif. Seusai berbagai saat aku menikmati sensasi tersebut aku langsung melanjutkan dengan mandi serta tidak lupa sebelumnya aku mencium CD Hanif serta menaruhnya kmbali di dalam kantung celanaku.

Keesokan harinya aku kembali ke kost Siwi serta mengembalikan CD tersebut,pastinya seusai aku merasa kondisinya kondusif serta aman. Kegiatan ini semakin berlanjut selagi hampir seminggu serta pasti saja dengan CD Hanif yang tidak sama.

Suatu saat aku dikejutkan dengan bau CD Hanif yang sebelumnya hanya tercium wangi dari pengharum pakaian. Ketika itu aku menghirup bau yang tidak sama serta aku yakini sebagai bau cairan vagina milik Hanif yang pasti saja membikin kontolku seketika tegang serta libidoku menanjak. Jantungku langsung berdebar kencang sebab kegirangan memperoleh rejeki nomplok tersebut.

Terbersit dipikiranku apakah faktor ini disengaja alias tidak. Tapi aku tidak memperdulikannya serta langsung ber-masturbasi dengan sensasi tidak sama serta pasti saja lebih indah serta menggetarkan. Hari ini aku tenggelam dalam kenikmatan hingga-sampai cairan orgasmeku tumpah ruah dalam CD Hanif.

Keesokan harinya aku kembalikan CD tersebut kadalam keranjang serta menggantikannya dengan yang lain. Namun lagi-lagi CD tersebut mengeluarkan bau yang sama. Tidak terkesan perubahan pada sikap serta ekspresi pada wajah Hanif ketika kami saling berjumpa pandang.

Keesokan harinya aku dikejutkan dengan CD Hanif yang sangatlah tetap basah serta aromanya tetap segar serta memabukkan, semacam Hanif baru saja meperbuat masturbasi serta membiarkan aku menemukannya tetap dalam keadaan basah.

Pikiranku langsung dikuasai dengan hawa nafsu serta langsung saja aku menuju kamar mandi yang letaknya bersebrangan dengan kamar Hanif untuk ber-masturbasi. Baru saja aku mulai untuk ber-masturbasi, tiba-tiba terdengar ketukkan pintu pada kamar mandi. Aku terkejut serta dengan cepat memasukkan CD Hanif kedalam celana serta berpura-pura menyiram closet.

Ketika aku buka pintu nyatanya Hanif sedang berdiri di depan kamar mandi serta berdiri cocok dihadapanku semacam sedang menghalangku untuk pergi. Hanif langsung mendorongku kembai masuk ke dalam kamar mandi serta langsung mengunci kamar mandi itu dari dalam (posisi Hanif kini berada di dalam kamar mandi bersama denganku).

BACA JUGA  Cerita Seks Tak Sanggup Menolak

Keringat dingin langsung bercucuran dari tubuhku. Dengan cepat tangan Hanif langsung berusaha merogoh kedua kantong celanaku tanpa dapat aku cegah, serta akhirnya dirinya menemukan celana dalam miliknya yang aku “pinjam”.

“Aku telah tau … Kak andre pelakunya” ungkap Hanif.

Tiba-tiba Hanif langsung mengambil posisi jongkok menghadap ke arahku yang mematung sebab tetap kaget serta langsung membuka bawahanku tanpa menyisakan sehelai benangpun. kontolku yang sempat lemas sebab shock langsung diia belai dengan tangannya yang halus serta sesekali mengocoknya dengan perlahan. Menerima perlakuan tersebut kontolku langsung bereaksi serta langsung menegang.

Seusai mencapai ketegangan maksimal, mulut Hanif sedikit terbuka serta nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus sambil kedua tangannya dengan perlahan tapi pasti semakin mempermainkan kontolku. Aku merasa bahwa inilah saatnya merasakan vagina Hanif yang sebetulnya,lagipula aku yakin Hanif bukan lagi seorang gadis perawan dari caranya memperperbuat kontolku.

Aku langsung memberi isyarat supaya Hanif berdiri serta langsung aku bertatapan dengan wajahnya yang mengekspresikan bahwa dirinya sangat mengharapkannya. Tanpa pikir panjang aku langsung mencumbu bibirnya yang mungil serta kedua tanganku langsung menyikap tahap bawah dasternya,dimulai dari pertengahan paha serta nyatanya Hanif telah tidak mengenakan CD lagi.

Pantatnya yang lembut serta kenyal langsung kuremas-remas serta demi menghemat waktu tanganku langsung kupindahkan menuju vaginanya yang sedaritadi telah basah oleh cairan vaginanya. Tanganku yang satunya lagi langsung menjamah payudaranya (juga tanpa BH) yang kira-kira berkapasitas 36c. Kuremas-remas payudaranya serta klirotisnya pun mendapatka pelayanan istimewa dari jemariku.

Tubuh Hanif tidak henti-hentinya bergetar serta mempercepat irama kocokan tangannya pada kontolku. Langsung aku senderkan Hanif pada dinding kamar mandi, kuangkat kakikirinya serta langsung ku tuntun kontolku menuju vaginanya yang telah terbuka lebar.

Ketika ujung kontolku berada di bibir vaginanya yang telah basah serta terasa hangat, aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan aku dorong masuk kontolku, terasa agak seret meskipun vaginanya telah basah oleh cairan kenikmatannya serta akhirnya kontolkupun masuk setengahnya mengisi vagina Hanif. Mulut Hanif terbuka lebar sembari matanya terpejam merasakan kenikmatan kontolku.

Dengan perlahan ku keluar-masukkan kontolku kedalam vaginanya yang saat ini telah dapat terbenam seluruhnya kedalam vaginanya yang sempit serta basah. Untuk sesaat aku tidak bergerak serta merasakan dinding vaginanya berdenyut-denyut serta rasanya kontolku semacam dipijit-pijit oleh vaginanya,

sampai akhirnya aku menonton jam tangan serta aku teringat terhadap Siwi yang berakhir mandi, tersisa kira-kira 10 menit sebelum Siwi berakhir mandi. Hanif memelukku dengan erat serta aku pun menyetubuhinya dengan perlahan sambil merasakan setiap tarikkan serta dorongan kontolku,aku merasakan sensasi erotis yang sangat nikmat.

BACA JUGA  Cerita Seks Yang Indah

Irama seks kilat aku percepat sertagan sesekali aku menghentakkan kontolku dengan kerassehingga membikin Hanif mengerang meskipun agak sedikit ditahan mencegah suaranya terdengar hingga keluar. Aku makin bernafsu seusai kurang lebih 3 menit Hanif telah mencapai orgasmenya yang pertama jadi vaginanya terasa hangat sebab cairan orgasmenya.

“kontol kalian besar serta kuat sekali…” bisik Hanif sambil semakin menikmati persetubuhan seks kilat ini.
“terbukti kalian belum sempat ngerasain seks kilat serta kontol segede ini?”

Dia menggeleng,

“punya cowokku kecil serta kurus…”
“jadi lebih enak mana?” tanyaku
“jelas kontolmu,rasanya lebih nikmat..”

Seusai berakhir menikmati sisa-sisa orgasmenya,Hanif langsung melepaskan diri dari dekapanku serta langsung berlutut di hadapan kontolku. Lidahnya langsung menjulur serta menyapu sepanjang batang kontolku yang tetap basah oleh cairan orgasmenya. Dengan cekatan Hanif menjilati kontolku serta mengulum kepala kontolku yang memerah.

Mulutnya yang terasa hangat serta permainan seks kilat bakal lidahnya yang liar membikin kontolku berdenyut-denyut serta untuk berbagai saat dirinya hanya mengulum kepala kontolku hingga akhirnya aku benamkan kepalanya jadi kontolku masuk seluruhnya kedalam mulutnya yang hangat. Hanif yang seakan mengerti apa yang aku mau langsung melahap seluruh batang kontolku dengan ganas, meskipun ia mengalami sedikit hambatan sebab panjangnya kontolku.

Seusai mulutnya beradaptasi dengan kontolku aku pun mulai menggerak-gerakkan pantatku maju-mundur mengimbangi permainannya serta akhirnya aku mengalami orgasme yang membikin Hanif agak tersedak sebab aku menghentakkan kontolku dengan keras sebab merasakan kenikmatan orgasmeku.

Dengan cepat Hanif mengeluarkan kontolku dari mulutnya serta membuka lebar mulutnya untuk menampung cairan orgasme dari kontolku. Seusai berakhir Hanif langsung menelan cairan tersebut tanpa tersisa serta seketika kontolku pun kembali di kulum serta di sedotnya jadi tidak tersisa lagi cairan orgasme yang sedikit tercecer di batang kontolku.

Kusuruh Hanif untuk berdiri serta ia langsung menatapku dengan ekspresi puas serta nakal, senyumnya yang manja mambuatku horny lagi. Seusai saling merapihkan pakaian masing-masing Hanif menyelipkan kertas yang berisikan nomer hp’nya.

“besok, jangan ambil celana dalamku lagi..”

Sempat timbul rasa sedih dalam hatiku

“langsung saja..” terang Hanif,sambil menempelkan tanganku ke arah vaginanya sambil tersenyum manja.

Seusai kejadian ini,hampir tiap hari kami meperbuat seks kilat didalam kamar mandi lantai 3. Hanif menjadi tempat pelampiasan nafsuku yang menggebu-gebu sebab tidak dapat kudapatkan dari pacarku sendiri demikian juga Hanif yang terlanjur sedih dengan kontol pacarnya yang dirinya anggap terlalu kecil.

Hanif juga terlanjur menyukai kontolku yang besar serta kuat,meskipun kami saling mencintai pasangan masing-masing.

author
No Response

Comments are closed.