Judi Bola

Cerita Seks Karyawan Seksi

211 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Maudy merupakan seorang cewek 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama mesikipun pada cabang yang tidak sama. Ia mempunyai tubuh yang kencang.

Wajahnya lumayan manis dengan bibir yang penuh, yang rutin dipoles dengan lipstik warna terang. Pasti saja sebagai seorang teller di bank penampilannya wajib rutin dijaga. Ia rutin tampil manis serta harum. Sebuahhari di sore hari Maudy terkejut menonton kantornya telah gelap.

Berarti pintu telah dikunci oleh Pak Wartono serta Diman, satpam mereka. Dirinya tadi berangkat ke WC terlebih dulu sebelum bakal pulang. Mungkin mereka mengira ia telah pulang. Baru saja ia bakal menggedor pintu, biasanya para satpam duduk di pintu luar.

Ada berita para satpam di kantor bank tersebut bakal diberhentikan sebab pengurangan karyawan, Maudy merasa kasihan tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Seingatnya ada tidak lebih lebih 6 orang satpam disana. Berarti tidak sedikit juga korban PHK hari ini.

“Mau kemana Maudy?”, tiba-tiba seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.

Maudy terkejut, ada Wartono serta Diman. Mereka menyeringai.

“Eh Pak, kok telah dikunci? Aku mau pulang dulu..”, Maudy menyapa mereka berdua yang mendekatinya.
“Maudy, kita bakal diberhentikan besok..”, Wartono mengatakan.
“Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..”, Maudy menjawab.

Di luar hujan mulai turun.

“Kalau begitu.. kita minta kenang-kenangan saja Mbak”, tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab sambil menatapnya tajam.
“I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..”, Maudy menjawab.cersex minta karyawati bank cantik tiap pagi nyepong kontol ku

Tiba-tiba ia merasa gugup serta cemas. Wartono mencekal lengan Maudy. Sebelum Maudy tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.

“Aah! Jangan Pak!”.

Diman hebat blus warna ungu milik Maudy. Gadis itu terkejut serta tersentak ketika kancing blusnya berhamburan.

“Sekarang aja Maudy. Kenang-kenangan untuk seumur nasib!”.

Wartono menyeringai menonton Diman merobek kaos dalam katun Maudy yang berwarna putih berenda. Maudy berusaha meronta. Tetapi tidak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.

“Jangannnn! Lepaskannn!”, Maudy berusaha meronta.

Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Maudy. Kedua lelaki itu telah sejak lama memperhatikan Maudy. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang serta sintal. Diam-diam mereka tidak jarang mengintipnya ketika ke kamar mandi. Sekarang mereka telah tidak tahan lagi. Maudy menyepak Diman dengan keras.

“Eit, melawan juga si Mbak ini..”, Diman hanya menyeringai.

BACA JUGA  Cerita Seks Istri Orang

Maudy di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan bersih.

“Aahh! Jangan Pak! Jangannn!”, Maudy mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.

Sementara kedua tangannya terus dicekal Wartono, Diman sekarang lebih bebas menurunkan celana panjang ungu Maudy. Sepatunya terlepas. Diperperbuat semacam itu, Maudy juga mulai merasa terangsang. Ia bisa merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Maudy lemas. Faktor ini menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus serta celana panjang ungu Maudy.

Maudy mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini serta sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Maudy yang kencang mulai ditepuk oleh Wartono bertubi-tubi, “Plak! Plak!”.cersexgam Body Bohai karyawati bank cantik tetanggaku bikin aku terangsang

Tubuh Maudy terbukti kencang menggairahkan. Payudaranya besar serta kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja semacam ini ia tampak sangat menggairahkan. Diman menjambak rambut Maudy jadi bisa menonton wajahnya. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.

“Sret!”, Maudy tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.

Menyusul branya ditarik dengan kasar. Maudy sangatlah merasa terhina. Ia dibiarkan hanya dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Wartono yang besar serta keras mulai melesak di vaginanya.

“Ouuhh! Adduhh..!”, Maudy merintih.

Semacam anjing, Wartono mulai menyodok nyodok Maudy dari belakang. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Maudy hanya sanggup menangis tidak berdaya. Tiba-tiba Diman membawa wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang.

Memaksa Maudy membuka mulutnya. Maudy memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti sentakan-sentakan tubuh mereka.

Wartono mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir Maudy yang penuh itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus keluar masuk di mulutnya. Tiba-tiba Wartono mencabut kemaluannya serta hebat Maudy.

“Ampuunnn…, hentikan Pak..”, Maudy menangis tersengal-sengal.

Wartono duduk di atas sofa tamu. Kemudian dengan dibantu Diman, Maudy dinaikkan ke pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.

“Slebb!”, kemaluan Wartono kembali masuk ke vagina Maudy yang telah basah.

Maudy menggelinjang ngilu, melenguh serta merintih. Wartono kembali memeluk Maudy sambil memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Maudy tetap tersengal-sengal melayani serangan mulut Wartono ketika dirasakannya sesuatu yang keras serta basah memaksa masuk ke celah anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Janda Muda

“Nghhmmm..! Nghh! Jahannaammm…!”, Maudy berusaha meronta, tapi tidak berdaya.cerita dewasa horny banget saat ketemu karyawati bank cantik.

Wartono terus melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Maudy lemas tidak berdaya sementara kedua celah di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan maupun belakang. Tubuhnya yang basah oleh peluh terus membikin dirinya tampak erotis serta merangsang. Juga rintihannya.

Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang terus cepat serta dalam mendadak berhenti. Maudy ditelentangkan dengan tergesa kemudian Wartono menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Maudy gelagapan ketika Wartono mengocok mulutnya kemudian mendadak kepala Maudy dipegang erat serta…

“Crrrt! Crrrt!”, cairan sperma Wartono muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.

Maudy merasa bakal muntah. Tapi Wartono terus menekan hidung Maudy sampai ia terpaksa menelan cairan kental itu. Wartono terus memainkan batang kemaluannya di mulut Maudy sampai bersih. Maudy tersengal sengal berusaha menelan semua cairan lengket yang tetap tersisa di langit-langit mulutnya.

Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Maudy. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Maudy terlalu lemah untuk berontak. Ia pasrah sampai kembali cairan sperma mengisi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Maudy menangis sesengggukan. Diman menggunakan celana dalam Maudy untuk membersihkan sisa spermanya.

“Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk..”, ucap Wartono sambil membuka pintu belakang.

Tak lama kemudian 3 orang satpam lain masuk.

“Ayo, sekarang giliran kalian!”, Maudy terkejut menonton ke-3 satpam bertubuh kekar itu.

Ia bakal diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia telah pamit dengan kawan sekamarnya Ita, bahwa ia tidak pulang malam ini sebab wajib ke rumah saudaranya sampai pasti tidak bakal ada yang mencarinya. Maudy ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang telah membuka pakaiannya masing-masing sampai Maudy bisa menonton batang kemaluan mereka yang telah mengeras.

“Ayo Maudy, kulum punyaku!”, Maudy yang hanya mengenakan stocking itu dipaksa mengoral mereka bergiliran.

Tubuhnya tiba-tiba di buat dalam keadaan semacam merangkak. Serta sesuatu yang keras mulai melesak paksa di celah anusnya.

“Akhh…, mmmhhh.., mhhh…”, Maudy menangis tidak berdaya.

Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.

“Akkkghhh! Isep teruss…!, Ayooo”.

Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang ketika cairan spermanya muncrat mengisi mulut Maudy. Gadis itu gelagapan menelannya sampai habis. Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Serta lelaki lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya. Maudy dipaksa menelan sperma semua satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi serta memperkosa semua celah di tubuh Maudy bergiliran.

BACA JUGA  Cerita Seks Mandi Sama

Tubuh Maudy yang sintal itu basah berbanjir peluh serta sperma. Stockingnya telah penuh noda-noda sperma kering. Akhirnya Maudy ditelentangkan di sofa, kemudian para satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Maudy serta mengocoknya disana, sampai dengan cara bergiliran sperma mereka muncrat di seluruh wajah Maudy.

Ketika telah berakhir Maudy telentang serta tersengal-sengal lemas. Tubuh serta wajahnya belepotan cairan sperma, keringat serta air matanya sendiri. Maudy pingsan. Tapi para satpam itu nyatanya belum puas.

“Belum pagi nih”, ucap salah seorang dari satpam itu.
“Iya, aku tetap belum puas…”.

Akhirnya timbul ide mereka yang lain.

Tubuh telanjang Maudy diikat erat. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya. Tahap belakang bank itu terbukti tetap sepi serta tidak sedikit semak belukar. Maudy yang tetap dalam keadaan lemas diletakkan begitu saja di sebuah pondok tua tempat para pemuda berkumpul saat malam. Hujan telah berhenti tetapi udara tetap begitu dinginnya. Mulut Maudy disumpal dengan celana dalamnya.

Ketika malam terus larut baru Maudy tersadar. Ia tersentak menyadari tubuhnya tetap dalam keadaan telanjang bulat serta terbelit tidak berdaya. Ia sangatlah merasa dilecehkan sebab stockingnya tetap terpasang. Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki. Serta mereka terkejut ketika masuk.

“Wah! Ada hadiah nih!”, bau alkohol kental keluar dari mulut mereka.

Maudy berusaha meronta ketika mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tapi ia tidak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera menyalakan lampu listips yang remang-remang. Tubuh Maudy mulai dijadikan bulan-bulanan. Maudy hanya bisa menangis pasrah serta merintih tertahan.

Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian para lelaki itu bergiliran memperkosa nya. Semua celah di tubuhnya dengan cara bergiliran serta bersamaan disodok-sodok dengan sangat kasar. Kembali Maudy bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada serta wajahnya. Setiap kali bakal pingsan, seseorang bakal menampar wajahnya sampai ia kembali tersadar.

“Ini kan teller di bank depan?”

Mereka tertawa-tawa sambil terus memperkosa Maudy dengan beberapa posisi. Maudy yang tetap terbelit serta terbungkam hanya bisa pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih serta merah kekuningan mengalir dari celah pantat serta vaginanya yang telah memerah dampak dipaksa menerima begitu tidak sedikit batang penis. Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya, Maudy tidak tahan lagi serta akhirnya pingsan.

Entah telah berapa kali para pemabuk itu memperkosa serta menyemprotkan sperma mereka ke seluruh tubuh Maudy sebelum akhirnya meninggalkannya begitu saja seusai mereka puas.

author
No Response

Comments are closed.