Judi Bola

Cerita Seks Gadis Yang Lugu

186 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Cerita ini berkisah dimana sewaktu aku tetap SMP, dimana waktu aku sekolah di Jakarta aku tinggal bersama saudaraku yang mana saudaraku kesemuanya cewek, diantaranya merupakan siska dirinya tetap SD kelas 6 dirinya luar biasa perhatianku p[ada waktu aq memasuki usia puber.

Biasa aku panggi Sis , mesikipun namanya Saski soalnya lebih mudah untuk pengucapannya, telah satu tahun aku nasib bersama saudarakau semain hari Saskia terus oke terkesan dari payudaranya yang mungil telah terkesan, mungkin juga keturunan orangtuanya , dirinya juga berbadan montok.
Kalau habis pulang maen alias sekolah aku rutin mencari Saskia untuk mengobrol serta memperhatikan buah dadanya terus hari terus menggiurkan untuk aq pegang, serta dimana sebuahhari saat Saskia pulang sekolah dirinya langsung kebelakang untuk menonton pakaiannya yang telah kering apa belum.
Menonton itu aq juga bergegas membututi dirinya soalnya dirumah sepi gak ada orang hanya aku serta Saskia diam diam aku memantau dirinya suapaya dirinya tak kaget.
“halllooo Sis kok udah pulang”sapaku dari belakangnya.
“iya nih , udah beres pelajarannya serta aku dapat menjawab pertanyaan guru tadi, jadinya pulangku duluan”
“awasss kak aku mau ganti baju nih”
“iya tau , kalau gitu aq keluar dulu, entar kalau telah ganti pakaain aku entar boleh masuk lagi kan??
“Iya…..boleh…” ungkapnya.
“Aq masuk ya…!” pintaq dari luar sambil membuka pintu. Wow..semacam bidadari Saskia menggunakan daster kecilnya yang bertali satu, jantungku berdegup kencang seakan tak percaya bakal pemandangan itu.
Cerita Hot Lainnya Ketahuan Mengintip
“Sis…kmu cantik sekali pakai baju itu..!” ungkapku jujur padanya.
“Masa sih..!” kata Saskia sambil berputar bergaya semacam peragawati.
“Aq boleh bilang sesuatu nggak Sis…?” tanyaq agak ragu padanya.
“Mau bilang apaan sih kak…serius banget deh kayaknya…!” ungkap Saskia penasaran.
“A..aq.. boleh peluk kmu nggak..,sebentar aja…!” ungkapku memberanikan diri.
“Aq janji nggak ngapa-ngapain….sungguh..!” janjiku padanya.
“Iiih…peluk gimana sih.., emang mau ngapain…, nggak mau ah…!” bantahnya.

“Sebentar….aja….ya…Sis..” kembali aq membujuknya, jangan hingga dirinya sehingga takut padaq.
“Ya udah cepetan ah…yang enggak-enggak aja sih…” ungkapnya agak genit sambil berdiri membelakangiku.
Tak kusia-siakan aq langsung memeluknya diri belakang, tanganku melingkar di tubuhnya yang kecil mulus, serta padat itu, lalu tanganku kuletakkan di tahap perutnya, sambil ku usap-usap dengan perlahan.
Gila..penisku langsung berdenyut begitu menyentuh pantat Saskia yang empuk serta bentuknya sedikit menungging menyentuh ke arah penisku. Langsung saja kugesek-gesekkan pelan-pelan di pantatnya itu.
“Iiih….diapain sih tuh…udah….ah…!” seru Saskia sambil berusaha melepaskan pelukanku.
“Aq terangsang Sis…abis kmu cantik sekali Sis…!” ungkapku terus terang.
Saskia pun membalikkan badannya menghadapku, sambil menatapku penuh rasa penasaran.
“Anunya bangun ya kak…?” tanya Saskia heran.
“Iya Sis…aq terangsang sekali…” ungkapku sambil mengelus-elus celanaq yang menyembul sebab penisku yang telah tegang.
“Kmu mau lihat nggak Sis…?” tanyaq padanya.
“Nggak ah…entar ada orang masuk lho…!” katanya polos.
“Kta kunci aja dulu pintu gerbangnya ya…!” ungkapku, sambil beranjak mengunci pintu gerbang depan.

BACA JUGA  Cerita Seks Bekas Simpanan Teman

Sementara Saskia menantikanku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu.
Sekembali mengunci pintu gerbang depan, kulihat Saskia tetap di kamar itu menantikan dengan malu-malu, tapi juga penasaran.
“Ya udah aq buka ya…..?” ungkapku sambil menurunkan celana pendekku pelan-pelan.
Kulihat Saskia mengbuang muka pura-pura malu tapi matanya sedikit melirik mencuri pandang ke arah penisku yang telah kembali ngaceng.
“Nih lihat….cepetan mumpung nggak ada orang…!” ungkapku pada Saskia sambil kuelus-elus penisku di depannya. Saskia pun menontonnya dengan tersipu-sipu.
“Iiih ngapain sih…. Malu tahu…!” ungkapnya pura-pura.
“Ngapain malu Sis…kan udah nggak ada orang…” kataq berdebar-debar.
“Mau pegang nggak….?” Ungkapku sambil luar biasa tangan Saskia kutempelkan ke arah penisku. Tampak muka Saskia mulai memerah sebab malu, tapi penasaran. Tetap dalam pegangan tanganku, tangan Saskia kugenggamkan pada batang penisku yang telah ngaceng itu, sengaja ku usap-usapkan pada penisku, dirinya pun mulai berani menonton ke arah penisku.
“Iiiih…takut ah…gede banget sih…!” ungkapnya, sambil mulai mengusap-ngusap penisku, tanpa bimbinganku lagi.
“Aaaah…ooouw….terus Sis…enak banget…!” aq mulai merintih. Sementara Saskia sesuai permintaanku terus menggenggam penisku sambil sesekali mengusap-usapkan tangannya turun naik pada batang penisku, rasa penasarannya terus menjadi menonton penisku yang telah ngaceng itu.
“Aq boleh pegang-pegang kmu nggak Sis…?” ungkapku sambil mulai mengusap-usap sisgan Saskia, lalu bergeser mengusap-usap punggungnya, hingga akhirnya ku usap-usap serta kuremas-remas pantatnya dengan lembut.

Saskia terkesan bimbang atas tingkahku itu, di belum mengerti apa maksud dari tindakanku terhadapnya itu, dengan sangat hati-hati rabaan tanganku pun mulai keseluruh tahap tubuhnya, hingga sesekali Saskia menggelinjang kegelian, aq berusaha untuk tak terkesan kasar olehnya, supaya dirinya tak kapok serta tak menceritakan ulahku itu terhadap orang tuanya.
“Gimana Sis…….?” ungkapku padanya.
“Gimana apanya…!” jawab Saskia polos.
Aq kembali berdiri serta memeluk Saskia dari belakang, sementara celanaq telah jatuh melorot ke lantai, sekalian saja kulepas. Saskia pun diam saja saat aq memeluknya, sentuhan lembut penisku pada daster mini warna bunga-bunga merah yang digunakan Saskia membikinku terus bernafsu padanya. aqpun terus menggesek-gesekkan batang penisku di atas pantatnya itu. Sementara tangan Saskia terus menggenggam batang penisku yang menempel di pantatnya, sesekali dirinya mengocoknya pelan-pelan.
Tak lama seusai itu perlahan kuangkat daster tipis Saskia yang menutupi tahap pantatnya itu, lalu dengan hati-hati kutempelkan batang penisku diatas pantat Saskia yang tak tertutupi oleh daster tipinya lagi.
“Sis….buka ya celana dalamnya….!” pintaq pelan, sambil membelai rambutnya yang terurai sebatas bahunya itu.
“Eeeh….mau ngapain sih….pake dibuka segala…?” tanyanya bingung.
“Nggak apa-apa kelak juga kmu tahu… Sis tenang aja…!” bujukku padanya supaya dirinya bersikap tenang, sambil perlahan-lahan aq turunkan celana dalam Saskia.
“Tuh kan…..malu…masa nggak pake celana dalam sih…!” ungkapnya merengek padaq.
“Udah nggak apa-apa….kan nggak ada siapa-siapa..!” aq menenangkannya.
“Kmu kan udah pegang punyaq…sekarang aq pegang punyamu ya…Sis..?” pintaq padanya, sambil mulai ku usap-usap memeknya yang tetap bersih tanpa bulu itu.
“Ah..udah dong…geli nih…” ungkap Saskia, saat tanganku mengusap-usap selangkangan serta memeknya.
“Ya udah….punyaq aja yang ditempelin deket punyamu ya..!” ungkapku sambil menempelkan batang penisku ditengah-tengah selangkangan Saskia cocok diatas celah memeknya. Pelan-pelan kugesek-gesekkan batang penisku itu di belahan memek Saskia.
Lama kelamaan memek Saskia mulai basah, terus licin terasa pada gesekkan batang penisku di belahan memek Saskia, nafsu birahiku terus tinggi, darahku rasanya mengalir cepat keseluruh tubuhku, seiring dengan degup jantungku yang makin cepat.
Masih dalam posisi membelakangiku, aq meminta Saskia membungkukkan badannya ke depan supaya aq lebih bebas menempelkan batang penisku di tengah-tengah selangkangannya.
Saskia pun menuruti permintaanku tanpa rasa takut sedikitpun, rupanya kelembutan belaianku sejak tadi serta segala permintaanku yang diucapkan dengan hati-hati tanpa paksaan terhadapnya, meyakinkan Saskia bahwa aq tak mungkin menyakitinya.

BACA JUGA  Cerita Seks Bocah ABG

“Terus kta mau ngapain nih…?” ungkap Saskia heran sambil menunggingkan pantatnya persis kearah penisku yang tegang luar biasa. Kutarik daster tipisnya lalu kukocok-kocokkan pada batang penisku yang telah basah oleh cairan memek Saskia tadi. Lantas aq masukan kembali batang penisku ketengah-tengah selangkangan Saskia, menempel cocok pada belahan memek Saskia, mulai kugesek-gesekan dengan cara beraturan, cairan memek Saskia pun terus membasahi batang penisku.
“Aaah…Sis…enaaaak….bangeet…!” aq merintih nikmat.
“Apa sih rasanya….emang enak…ya…?” tanya Saskia, heran.
“Iya…Sis…rapetin kakinya ya…!” pintaq padanya supaya merapatkan kedua pahanya.

Waw nikmatnya, penisku terjepit di sela-sela selangkangan Saskia. Aq terus menggenjot penisku disela-sela selangkangannya, sambil sesekali kusentuh-sentuhkan ke belahan memeknya yang telah basah.
“Ah geli nih…. udah belum sih…jangan lama-lama dong…!” pinta Saskia tak mengerti adegan ini wajib beres bagaimana.
“Iya…Sis… sebentar lagi ya…!” ungkapku sambil mempercepat genjotanku, tanganku meremas pantat Saskia dengan penuh nafsu.
Tiba-tiba terasa dorongan luar biasa pada batang penisku seakan sebuah gunung yang bakal memuntahkan lahar panasnya.
“Aaaaakh…aaaoww…Siss…aq mau keluaarr…crottt…crott…crottt.. oouhh…!” air maniku muncrat serta tumpah diselangkangan Saskia, sebagian menyemprot di belahan memeknya.
“Iiiih….jadi basah..nih…!” ungkap Saskia sambil mengusap air maniku diselangkangannya.
“Hangat…licin…ya…?” ungkapnya sambil malu-malu.
“Apaan sih ini….namanya..?” Saskia bertanya padaq.
“Hmm…itu namanya air mani…Sis…!” jelasku padanya.
Pejuhku keluar di antara pahanya, aku menatap dirinya dengan senyuman, aku ingin tahu gimana reaksi Saskia sewaktu aku muncratkan pejuhku, dirinya tak kaget malah sifatnya ingin tahu kalau cairan ini apaan.sore itu terbukti lagi hariku aku dapat menikmati tubuh mungil saskia yang cantik,
Saskiapun menurunkan daster mininya sambil mengusapkannya ke selangkangannya yang belepotan dengan air maniku, lalu digunakannya kembali celana dalamnya yang kulepas tadi.
“Sis…makasih ya…udah mau pegang punyaq tadi…!” ungkapku pada Saskia yang tetap terheran-heran atas ulahku tadi.
“Kmu nggak marahkan kalau besok-besok aq pengen semacam ini lagi..?” pintaq pada Saskia.
“Iya…nggak apa-apa…asal jangan lagi ada orang aja..kan malu…!” ungkap Saskia polos.
Sungguh puas birahiku , dirinya langsung masuk kekamarnya dengan tas sekolahnya , serta aku ingin mengajari dirinya yang lebih lagi.

BACA JUGA  Cerita Seks Hilangnya Perawanku
author
No Response

Comments are closed.