Judi Bola

Cerita Seks Enak Menjadi Seorang Gigolo

323 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Pada pertengahan tahun lalu ketika aku sedang berkunjung di suatu mall didaerah Jakarta Pusat Waktu itu aku sedang berdiri didepan suatu restoran cepat saji sambil memperhatikan orang yang berlalu lalang didepanku, dan nyatanya tanpa aku sadari ada seorang wanita yang sedang memperhatikan aku dan dirinya menyuruh pelayan restoran itu untuk terbuktigil aku

“Maaf pak, kamu dipanggil oleh bunda yang di dalam” kata pelayan itu kepadaku

Aku kaget dan bingung

“Haah? bunda yang mana ya?” tanyaku pada dia
“Itu bunda yang didalam yang pakai baju warna hijau Nah yang sedang mengayunkan tangannya itu” jawab pelayan itu lagi

Dan aku menonton seorang wanita setegah baya sedang mengayunkan tangannya padaku

“Aku?” tanyaku pada wanita itu sambil aku menunjuk diriku sendiri dan mengatakan pelan

Kulihat wanita itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan aku menghampiri dirinya sambil tidak lupa mengucapkan terima kasih pada pelanyan itu Seusai agak dekat kulihat seorang wanita chinese yang berperawakan agak gemuk dan wajah yang sama sekali belum aku kenal Seusai mendekat akupun memperkenalkan diriku sambil menyalami wanita itu

“Hallo, saya Ferry, kamu siapa?” tanyaku pada wanita itu
“Saya Mira, panggil saja tante Mira

Saya perhatikan dari tadi kamu berdiri terus disana? sedang menantikan kawan alias sedang menghitung orang yang lewat? Ayo silahkan duduk, ga ditarik bayaran kok” jawab tante Mira sambil bercanda Akupun duduk dihadapannya supaya kami bisa bercakap-cakap lebih enak

“Ahh tante bisa aja, ga kok lagi iseng aja, sambil ngeliatin orang yang lewat Tante sendiri sedang apa disini? kok sendirian?” tanyaku
“Iya nih, saya sedang cari accessoris mobil buat kejutan anak saya, tapi saya bimbang sendiri mau cari apa dan dimana” jawabnya
“Terbukti tante mau cari barang apa? mungkin saya bisa bantu cari kalo tante nggak keberatan” jawabku lagi

Lalu dirinya memkabarhu barang-barang yang dirinya cari, dan kemudian aku memperkenalkan diri untuk menolongnya

“Oke saya tinggal dulu ya, tante disini aja” kataku padanya, dan akupun segera berangkat mencari barang yang dicarinya

Seusai setengah jam muter-muter mencari toko yang lengkap dan harga yang keren, saya kembali lagi ke restoran tersebut dan langsung duduk di depan tante Mira

“Nah dapet nich tan” kataku pada tante Mira
“Tan tan emang ketan, apa setan” kata tante Mira sambil tersenyum
“Eh sorry maksudku tante” jawabku sambil cengengesan

Lalu tante Mira memperkenalkan aku untuk memesan minuman dan makanan sambil memberi uang

“Wuih, banyak tante, emang saya gentong” kataku
“Udah bawa dulu, sapa tau kamu mau traktir pelayan yang dikasir” jawab tante Mira sambil tertawa

Akupun tertawa sambil berdiri dan langsung berlangsung memesan makanan dan minuman

Seusai mengembalikan kembalian dan cuci tangan, aku makan sambil membahas hasil surveyku tadi, dan tante Mira sangat antusias sekali mendengarkannya Seusai makan kamipun mulai berbelanja, dan aku menolong dirinya mengangkat barang-barang yang dibelinya yang nyatanya bertambah menjadi bermacam-macam barang Seusai berbelanja aku menolong tante Mira mengangkat barang-barang belanjaanya kemobilnya yang kemudian disambut oleh sopir

“Wah, terima kasih nih udah dibantuin Ini buat kamu” kata tante Mira sambil menyelipkan sejumlah uang kesaku bajuku tanpa sepengetahuan sopirnya
“Ah ga usah tante, saya cuma mau bantuin tante aja kok” jawabku
“Ahh kamu ini, ini juga tanda terima kasih saya atas bantuan kamu O ya fer, nomor telpon kamu berapa? boleh tante tau?” tanya tante Mira

Lalu aku memberbagi nomor telponku padanya yang disimpan dalam memori hpnya Lalu diapun memberbagi kartu namanya dan beramanat untuk tidak jarang-tidak jarang menelpon dia, lalu dirinya masuk kemobilnya dan sambil mengucapkan terima kasih sekali lagi dan mengayunkan tangan diapun pergi, kemudian akupun pulang sebab hari telah menjelang sore dan akupun wajib siap-siap untuk berangkat kuliah

Tak lama sesampainya ditempat kostku, aku mendapat telpon dari tante Mira yang menanyakan apakah aku telah hingga alias belum, dan dirinya juga mengundang untuk ketemu lagi besok siang pada saat jam makan siang dikantornya didaerah kuningan dan akupun menyanggupinya

Keesokkannya aku bersiap-siap untuk berjumpa dengan tante Mira, dan aku memakai baju serapi mungkin supaya kelihatan semacam orang kerja, sebab aku merasa tidak enak apabila kelak anggota tante Mira menonton aku tidak kelihatan rapi Tidak lama kemudian aku menuju kantor tante Mira untuk berjumpa sesuai dengan perjanjian kami

Aku tiba dikantor tante Mira 15 menit lebih awal, dan aku menantikan di lobby kantornya Tidak berapa lama tante Mira keluar dengan memakai pakaian kerja rapi sekali tidak sama dengan kemaren waktu kami pertama kali berjumpa Seusai berbincang-bincang sebentar kami menuju parkir mobil tante Mira, dan sebab tidak memakai sopir maka aku yang mengangkat mobil tersebut

“Kita mau makan siang dimana nih tante?” tanyaku pada tante Mira
“Dimana ya? Dihotel “XXX” aja deh katanya disana makanannya enak-enak” jawab tante Mira
“Oke” jawabku dan akupun langsung mengangkat mobil kesana

Dan sepanjang jalan kami bercakap-cakap, dan dari situ aku baru tahu kalo dirinya telah ditinggal oleh suaminya yang meninggal berbagai tahun yang lalu dan kini dirinya mengelola sendiri kantor peninggalan suaminya sedangkan anak satu-satunya yang perempuan tetap sekolah. Sesampainya disana dan seusai memarkirkan mobil, kami langsung menuju restoran hotel tersebut dan langsung memesan makanan

“Kamu mau makan apa Fer?” tanya tante Mira
“Makan apa aja dech terserah tante yang pesan” jawabku, sebab aku terbukti tidak lebih mengerti menu yang enak di restoran itu
“Oke kalo gitu biar tante aja yang pesan ya” kata tante Mira lagi

Seusai memesan makanan dan pelayan berangkat kami bercakap-cakap ringan tentang pekerjaan tante Mira dan sebagainya, hingga akhirnya tante Mira menanyakan sesuatu padaku

“Fer, sebetulnya kamu kemaren disana lagi ngapain sih? Jawab yang jujur ya” tanye tante Mira padaku
“Terbukti kenapa tante? tetap penasaran ya” jawabku
“Iya nih, sampe ga bisa tidur, terbukti kenapa sih pake rahasia-rahasia segala” kata tante Mira sambil tersenyum
“Nggak sih, cuma tidak lebih enak aja didengernya mm terbukti tante mau tau?” tanyaku pada tante Mira
“Iya lah kalo nggak ngapain juga aku tanya kamu” jawab tante Mira
“Mmm sebenernya aku lagi cari pelanggan” kataku singkat

“Pelanggan? mm terbukti kamu gigolo ?” kata tante Mira pelan, dan aku jawab dengan anggukan kepala sebab pelayan restoran datang mendampingi makanan yang kami pesan jadi perbincangan kami terhenti, namun tante Mira tidak berhenti menatapku yang membikin aku sebagai gigolo agak canggung

“Kenapa tante? nyesel ya kenal sama aku?” tanyaku seusai para pelayan pergi
“Ah nggak, mm ayo makan” jawab tante Mira mencoba mengalihkan pembicaraan
“Fer, tante mau tanya lagi, tapi kamu jangan marah ya” kata tante Mira disela-sela makannya
“Mau tanya apa tante?” kataku

BACA JUGA  Cerita Seks Diusia Yang Tidak Muda Lagi

“mm kamu mau nggak melayani tante?” tanya tante Mira padaku, dan giliran aku kini yang menatap tante Mira

“Ah jangan bercanda tante” jawabku singkat
“Saya serius, mau nggak kamu?” tanya tante Mira lagi
“mm terserah tante aja deh” jawabku pendek sebab berpendapat tante Mira hanya bercanda

Seusai makan dan bayar bill, tante Mira berangkat meningalkan aku sambil beramanat kepadaku supaya aku menantikan di situ sebentar Kurang lebih 15 menit seorang pelayan menghampiri aku dan mengatakan ada telpon untuk aku dari bunda Mira dan mempersilahkan aku untuk menerima telpon tersebut didekat kasir

“Hallo, ini Ferry”, kataku
“Hai, Fer Kamu kini naik kekamar nomor 507, aku telah ada disini” jawab tante Mira dari ujung telpon
“Hah jadi serius nih?”, kataku kaget
“Emang aku kelihatan bercanda tadi? udah cepet kamu dateng” kata tante Mira

“Ups sorry tante jangan marah Oke, aku kesana sekarang” jawabku dan seusai mendengar suara telpon ditutup dari sebrang akupun menutup telpon, seusai berterima kasih akupun menuju kamar tante Mira

Seusai hingga didepan kamar, aku sebagai gigolo menekan bel dan kemudian terdengar suara tante Mira dari dalam mempersilahkan aku untuk masuk Seusai memutup dan mengunci pintu aku masuk kedalam kamar Nyatanya tante Mira telah melepaskan semua pakaiannya, tidak ada selembar benangpun yang menempel

Tante Mira langsung menghampiriku lalu dengan buasnya tante Mira menyerbuku dengan ciuman-ciuman yang sangat liar yang aku balas tidak kalah buasnya sambil memainkan lidahku didalam mulutnya Kusedot-sedot lidahnya dan kusapu-sapu langit-langit mulutnya, kami saling sedot dan saling mempermainkan lidah masing-masing didalam mulut lawan main kami

“Mmm Fer aku telah merindukan saat-saat semacam ini” kata tante Mira sambil menatap mataku dan mengulum bibirku lagi

Tanganku tidak tinggal diam, kumulai dengan meraba-raba punggung dan pantat tante Mira, dan mulai kuremas pantatnya yang diiringi desahan yang keluar dari mulutnya setiap kali aku meremas pantatnya Dan tanganku yang satu lagi membelai kening dan pipi dan telinga dan lehernya yang membikin tante Mira terus bergairah Lalu ciumanku turun menciumi daerah leher dengan kecupan-kecupan kecil yang kuselingi dengan ciuman dan gigitan-gigitan lembut yang terus meMbakar birahi tante Mira

Belaian dan remasanku yang tidak sempat berhenti dan hari ini telah pindah ke dadanya Kumainkan jariku di kurang lebih gundukan payudara yang putih itu membikin gerakan melingkar yang mengarah keputing payudara tante Mira yang telah tegang

“Ahh sayang, pintar sekali tutorial kamu membelai dan mencium membikin aku sebagai gigolo terus bergairah” kata tante Mira sambil mendongakkan kepalanya menyerahkan lehernya untuk kulumat lebih dahsyat lagi Lalu kugandeng tante Mira menuju tempat tidur sambil tetap berciuman Kududukkan dirinya ditepi tempat tidur dan ciumanku turun ke leher dan tanganku membelai-belai pahanya sambil perlahan-lahan kubuka,

lalu ciumanku turun lagi kedaerah dada dan disitu lidahku menari-nari dikurang lebih kedua payudaranya tanpa menyetuh putingnya, dan ciumanku terus turun keperut dan sekali lagi lidahku bermain-main diperut dan pusarnya, ciumanku terus turun hingga kevaginanya, dan disitu kukecup dan kuciumi bibir vagina yang telah merah merekah dan basah, kudengar dari tadi tante Mira mendesah-desah dan begitu aku hingga divaginanya,

tangan tante Mira langsung menekan kepalaku supaya lebih masuk kedalam vaginanya tapi dengan lebut kulepas tangannya dari kepalaku, lalu aku bangun dan mulai melepas pakaianku satu persatu dengan gerakan yang erotis, semacam penari striptis supaya gairahnya tidak padam

Kulihat mata tante Mira telah sayu sekali menahan gejolak yang ada didalam tubuhnya Sambil menontonku melepaskan baju tangan tante Mira menggerayangi tubuhnya dan memainkan tangannya divaginanya sendiri sambil mendesah-desah

Ketika tinggal celana dalamku saja yang menempel dibadanku, sengaja aku berputar-putar dibangku yang ada di dalam kamar, lalu aku naik keatas bangku dan mulai membuka celana dalamku perlahan-lahan Dan ketika celana dalamku lepas kulempar kearah tante Mira yang langsung ditangkap dan diciumi olehnya, lalu celana dalamku dibuangnya dan dirinya langsung bangkit menghampiriku

“Akh kamu terbukti pintar membikin orang penasaran dan bergairah” kata tante Mira sambil memegang dan mengocok penisku

Aku sebagai gigolo tetap diatas bangku dan tetap menari-nari erotis menggoda tante Mira Tante Mira mulai menciumi penisku dengan kecupan-kecupan kecil diseluruh batang dan kepala penisku, lalu dimasukkannya kepala penisku kedalam mulutnya dan disedot kuat-kuat olehnya hingga ngilu kurasakan

Lalu kulepaskan penisku dari mulutnya dan aku turun dari atas bangku dan gantian menyuruhnya duduk dibangku itu, kakinya kunaikan kepegangan tangan bangku jadi vaginanya saat ini terpampang jelas didepanku,

dan aku sebagai gigolo mulai dengan ciuman dibibir dan langsung turun keleher lalu kedua payudaranya kucium dan kumainkan lidahku lagi dikurang lebih payudaranya hanya saja hari ini lidahku terus menuju putingnya, dan kumainkan puting tante Mira yang telah mengeras dengan lidahku,

lalu kusedot-sedot dan kujilat-jilat putingnya dan tidak ketinggalan salah satu tanganku bermain divaginanya yang telah basah oleh lendirnya “Akh enak sekali sayang, ohh kamu pintar sekali mempermainkan lidah dan tanganmu” kata tante Mira sambil mendesah keenakan

Kusedot puting tante Mira dengan lembut disertai dengan gigitan-gigitan yang membangkitkan gairah tante Mira, dan bunda jariku mulai memainkan klitoris sedangkan jari telunjuk dan jari tengah kumasukan dengan cara perlahan kedalam liang vagina tante Mira dan kukocok dengan gentle sebab aku sebagai gigolo tahu dirinya telah lama tidak berhubungan dengan pria

“Ahh Ferry kamu kamu sangatlah ahh pintar aku aku telah tidak kuat lagi akhh” kata tante Mira sambil menengadahkan kepalanya yang disusul dengan remasan tangan tante Mira dikepalaku dan menekan kepalaku supaya lebih menempel pada payudaranya, lalu tubuhnya bergetar dan dirinya setengah berteriak memperoleh orgasmenya

Mengenal tante Mira yang sedang mengalami orgasme, kusedot dan kugigit-gigit lembut putingnya, dan jari-jariku tetap mengocok dan mempermainkan klitorisnya dengan gentle yang menyebabkan orgasme tante Mira tidak kunjung padam hingga berbagai saat Seusai berbagai menit tubuh tante Mira mulai tenang kembali, ku lepaskan jari dan pagutanku dipayudaranya, dan kudiamkan tante Mira untuk merasakan sisa-sisa orgasmenya

“Oh enak sekali rasanya, tidak kusangka aku tetap bisa merasakan orgasme semacam itu seusai sekian tahun tidak sempat merasakan” kata tante Mira sambil matanya menerawang menatap langit-langit kamar hotel

Dan kulihat setitik air mata keluar di aspek mata tante Mira

Kuhampiri tante Mira dan Kukecup keningnya dan cium aspek mata yang menitikan air mata itu, lalu kugendong tante Mira ketempat tidur Kutidurkan tante Mira dan kudengar isak tangis tante Mira yang dirinya tahan

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Pramugari Genit

“Kenapa tante? jangan kecewa dong tante, kalo tante kecewa saya jadi ikut kecewa” kataku

“Bukan, saya bukannya kecewa tapi saya merasa sangat gembira sebab bisa berjumpa dengan kamu dan bisa merasakan kembali orgasme yang sangat indah semacam tadi” jawab tante Mira sambil tersenyum menatapku

Kubalas tatapan matanya dan kukecup lembut bibirnya lalu tante Mira melingkarkan tanganya kepundakku, luar biasa kepalaku dan kamipun mulai berciuman lagi dengan mesra tidak liar semacam tadi Ciuman dan kuluman kami lama lama berubah menjadi napsu yang mulai membakar kami berdua, tanganku mulai meraba dan meremas kedua payudara tante Mira, ciumanku turun dan mencumbu lehernya

“Ah Ferry, kamu terbukti pintar sayang” kata tante Mira sambil jari-jarinya meremas-remas rambut kepalaku dan meraba-raba punggungku

Cumbuanku turun menuju kedua payudaranya dan kucumbui dengan mesar kedua payudaranya, kukulum dan kusedot dan kujilat kedua puting itu bergantian sambil tanganku tidak hentihentinya meremas dan memainkan puting dan payudara tante Mira bergantian dan saling mengisi

Seusai agak lama aku sebagai gigolo bermain di payudaranya kulihat kedua paha tante Mira saling behimpitan dan digesek-gesekannya sendiri, menonton itu tanganku turun menuju paha tante Mira yang langsung dibukanya yang menandakan dirinya ingin supaya vaginanya juga dijamah Kubelai lembut bibir vagina tante Mira yang disusul dengan erangan tante Mira yang dari tadi hanya mendesah-desah saja

“Akhh jangan hanya dibelai dang sayang, aku ingin yang lebih, biar aku bisa merasakan semacam tadi” kata tante Mira merajuk

Mendengar perkatan tante Mira, cumbuanku perlahan turun menghampiri vagina tante Mira sambil lidahku terus menari-nari ditubuhnya semacam mandi kucing, kujilati semua permukaan tubuhnya

“Akhh Fer, lidah kamu akh geli Fer akh enak” ceracau tante Mira tidak karuan

Sampai akhirnya lidahku di vagina tante Mira yan telah basah, dan sebab terbukti aku paling menyukai permainan oral yang menurutku bisa memberbagi sensasi yang luar biasa bagi yang mengoral dan yang dioral Langsung kucumbu bibir vaginanya semacam orang sedang ciuman, dan kumainkan lidahku dengan menusuk-nusukkan lidahku kedalam celah kenikmatan tante Mira yang terus membikin tante Mira kelojotan

“Ohh Fer akh nikmat sekali rasanya uhh lidah kamu sangatlah hebat” kata tante Mira sambil meremas-remas rambutku dan menekan-nekan kepalaku supaya lidahku lebih masuk kedalam

Tanganku tidak tinggal diam, yang satu meremas dan meraba kedua payudara tante Mira bergantian dan yang satu lagi bergantian dengan lidahku, apabila lidahku sedang bermain dengan klitorisnya jari-jarikun menggantikan lidahku untuk menusuk-nusuk liang vagina tante Mira dan apabila lidahku sedang bermain dengan vaginanya jari-jariku bermain dengan klitoris tante Mira terus bergantian hingga vagina tante Mira yang telah basah bertambah basah,

dan dengan napsu aku sedot dan jilat semua cairan yang keluar dari vaginanya hingga bersih dan kukocokkocok lagi dengan lidah dan jariku hingga basah lagi dan kusedot dan kujilat lagi terus hingga akhirnya kudengar jeritan dari tante Mira

“Akhh Ferry tante telah nggak kuat lagi, tante mau dapet lagi Fer okhh” jerit tante Mira dan bersamaan dengan itu tubuhnya bergetar lagi bahkan lebih keras dari yang tadi, tangan yang tadinya meremas-remas rambutku berubah menjadi jambakan dan dorongan supaya kepalaku lebih menekan kevaginanya

Wajahku disapu-sapukan keseluruh permukaan vaginanya dengan cara random sebab dirinya sendiri tidak bisa menahan ledakan orgasme yang sedang dirasakannya Berbagai menit kemudian tante Mira mulai tenang mesikipun napasnya tetap berburu tapi dirinya telah lebih tenang dan memejamkan matanya, kulepaskan cumbuanku dari vagina tante Mira sambil sebelumnya kukecup lembut vagina yang kini makin memerah sebab tadi dengan wajahku digosok-gosok oleh tante Mira

Sebelum tante Mira terbangun dari buaian orgasme kuatur posisiku dan mulai kutusukkan penisku dengan lembut kedalam vagina tante Mira, dan ketika kepala penisku masuk kedalam celah vaginanya tante Mira melenguh dan menengadahkan kepalanya keatas sambil tubuhnya terakat dan kulihat dirinya menggigit bibir bawahnya sendiri

“Sakit tante? kalo sakit aku cabut” kataku lembut disamping telinganya sambil agak sedikit mencabut penisku yang langsung ditahan oleh tangan tante Mira yang memegang belakang pantatku

“Jangan Fer Pelan-pelan saja ya, aku telah lama tidak begini, jadi agak sakit” kata tante Mira sambil menatap mataku lembut, dan kubalas tatapannya dengan mesra dan senyuman sambil mengecup bibir tante Mira

Sedikit-sedikit kutekan panisku dengan lembut masuk kedalam vagina tante Mira sambil kukocok pelan supaya vagina tante Mira mengeluarkan cairan supaya lebih basah Setiap kali kudorong penisku masuk kedalam vaginanya tante Mira melenguh dan terus erat memelukku, seakan dirinya ingin merasakan gesekan yang terjadi di dalam tubuhnya,

akhirnya penisku masuk semua kedalam vagina tante Mira, kudiamkan sejenak supaya tante Mira bisa lebih santai dan bisa lebih menikmati permainan yang bakal dimulai Perlahan aku sebagai gigolo mulai mengocok penisku yang diiringi oleh desahan dan lenguhan tante Mira yang mulai menikmati permainan kami dan mulai bisa mengikuti irma kocokanku dengan mulai menggoyang pinggulnya

“Oh sayang, kamu pintar sekali bisa memberbagi kenikmatan yang telah lama tidak tante bisakan Oh sayang, rasanya tante mau orgasme lagi oh sayang nikmat sekali” kata tante Mira sambil menatapku dengan mesra dan manja, lalu tubuhnya mulai begetar dan pelukkannya bertambah erat

Kucium bibir tante Mira yang langsung dibalas dengan ciuman liar dan diselingi teriak-teriakan kecil, seketika itu juga kupercepat kocokan penisku didalam vagina tante Mira dan kucumbu lehernya dan kedua payudaranya bergantian yang membikin tubuh tante Mira makin begetar, rambutku dijabakinya lagi dan wajahku digosok-gosok kepayudaranya sambil mulutnya tidak henti-hentinya menjerit-jerit

Mungkin tante Mira telah lama tidak merasakan cumbuan seorang pria dan telah sekian lama pula memendam persaan napsu yang ada dalam dirinya jadi dirinya cepat sekali nemdapatkan orgasmenya Berbagai menit tubuh tante Mira bergetar dan menggelepar-gelepar kepalanya digoyangkan kekiri dan kekanan hingga akhirnya dirinya bisa tenang kembali dan kocokan penisku juga menjadi pelan supaya dirinya bisa luar biasa nafas

“Mmm terima kasih sayang, enak sekali tadi, rasanya aku terbang keawang-awang dan kamu sebagai pilotnya” kata tante Mirasambil tersenyum padaku, kulihat keringat membasahi kening dan wajahnya, kuambil tissu yang ada dipinggir tempat tidur dan kuusap keringat yang ada diwajah dan keningnya sabil terus mengocok penisku dengan lembut

“Masih mau lagi sayang?” tanyaku Dan dirinya hanya mengangguk setuju
“Dari belakang ya?” kataku lagi sambil membuang tissu bekas keringat tadi

BACA JUGA  Cerita Seks Terlalu Tega

Dan kuatur posisiku dan posisi kaki tante Mira supaya dirinya bisa berputar tanpa haru melepaskan penisku dari celah vaginanya, yang rupanya memberbagi sensasi sendiri bagi tante mira pada saat dirinya berputar sebab dirinya bisa merasakan penisku didalam vaginanya

“Akh rasanya geli sekali tadi semacam ada yang menggelitik dinding vaginaku” kata tante Mira manja sambil tersenyum

Seusai posisi doggy telah pas, aku sebagai gigolo mulai mengocok penisku lagi sambil kurengkuh kedua payudara yang menggantung di dadanya dengan salah satu tanganku, kuremas dan kumainkan putingnya Tanganku yang satulagi sambil memeganggi pinggul tante Mira jari-jariku masuk kedekat bibir vagina dan mencari klitoris tante Mira, lalu ku mainkan klitorisnya dari belakang

“Akhh Ferry, kamu sangatlah gila dan nakal, okhh stop sayang jangan begini, ahh kalo begini tante ga kuat oh stop sayang stop” pinta tante Mira padaku dan tidak aku perdulikan lagi sebab akupun sedang berpacu dengan napsuku yang aku rasakan bakal segera meledak

“Okhh tante aku mau keluar tante ahh enak sekali” kataku pada tante Mira
“Akhh tante juga sayang akh kami sama sama ya” balas tante Mira

Lalu kucabut penisku dan kubalikkan tubuh tante Mira lalu kuangkat kakinya dan kutaruh dipundakku lalu kudorong penisku agak keras masuk kedalam vaginanya lagi

“Akh permainanmu sangatlah luar biasa sayang” kata tante Mira yang telah tidak aku hiraukan lagi

Kukocok dan kukocok penisku dengan cepat dan keras diiringi erangan dan jeritan tante Mira yang tidak lama kemudian tubuhnya bergetar dan menggelepar-gelepar ketika memperoleh orgasmenya lagi untuk kesekian kalinya sambil tangannya meremas tanganku yang sedang meremas-remas kedua payudaranya, yang tidak lama kemudian aku sebagai gigolo susul dengan semprotan sperma dari penisku kedalam vagina tante Mira jadi tubuh kami sama-sama bergetar dan menggelepar-gelepar dan sama-sama mengerang dan menjerit

“Akhh tante aku keluar tante akhh enak sekali” kataku
“Akhh iya sayang tante juga akhh nikmat sekali oh enak sekali rasanya” balas tante Mira

Lalu kuciumi bibir tante Mira dengan buas sambil mengocok penisku untuk merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kami rengkuh Kurebahkan tubuhku kesamping tante Mira, kami berdua saling memejamkan mata mengingat-ingat kenikmatan yang baru saja kami bisakan sambil mengatur nafas kami

Berbagai saat keheningan menyelimuti kamar kami, dan ketika nafasku telah teratur aku sebagai gigolo membuka mata dan kulihat tante Mira tetap memejamkan mata sambil mengatur nafasnya yang tetap memburu Kuhampiri dirinya dan kukecup kening, pipi dan bibirnya lalu dirinya membuka matanya

“Tante luar biasa sekali bisa kuat hingga berkali-kali” kataku pada tante Mira
“Ah kamu juga luar biasa bisa membikin tante mengalami orgasme hingga berkali-kali” jawab tante

Mira dan kamipun berdua saling tersenyum dan tertawa, dan kupeluk dirinya dari samping dan sekali lagi kukecup pipinya dan kami memejamkan mata kami lagi beristirahat

Seusai beristirahat kami masuk kekamar mandi berdua untuk mandi dan saling membersihkan, dan ketika membersihkan penisku tangan tante Mira mengocok-ngocok penisku jadi penisku berdiri tegak lagi, lalu dibersihkannya busa sabun yang ada dipenisku dengan air shower dan dikecupnya kepala penisku

“mm tapi tante belum sempat merasakan penis kamu dimulut tante, dan kini tante ingin merasakannya” kata tante mira dan mendorongku supaya duduk di pinggiran bathtub, lalu dirinya mulai mengulum dan menjilati seluruh permukaan penisku dari kepala hingga pangkalnya dan kantung kedua bijiku juga diciuminya

“Akhh tante enak tante enak sekali” erangku merasakan kenikmatan mulut tante Mira sewaktu dirinya mengulum dan mengocok penisku didalam mulutnya

Dan kubelai-belai rambut tante Mira kusibakkan kebelakang supaya aku sebagai gigolo bisa menonton ekspresi wajah tante Mira ketika mengulum dan menjilati penisku Kulihat bibir dan lidahnya bermain-main dengan luar biasa dan pintar sekali Tanganku jadi tidak bisa diam dan kuraih pantat tante mira dan mulai kucari klitorisnya, kumainkan jariku didalam celah vagina tante Mira yang telah basah dan bunda jariku memainkan klitorisnya

Berbagai saat kemudian kurasakan aku sebagai gigolo bakal menyemprotkan spermaku lagi, dan kupercepat kocokan tanganku di vagina dan klitors tante Mira sebab aku tidak mau apabila aku hingga kluar dulu, dan benar saja tidak lama kemudian tante Mira mulai bergetar dan melepaskan kulumannya dipenisku dan mengerang sambil menjerit

“Akhh Feryy tante dapet lagi okhh kamu terbukti pintar Fer akhh” kata tante Mira sambil tubuhnya menggelepar-gelepar memperoleh orgasmenya dan terus kukocok jariku divagina dan klitorisnya

Seusai dirinya bisa mengendalikan diri tante Mira langsung meraih penisku dan mengulum dan mengocok-ngocok penisku jadi sensasi yang kudapat lebih hebat

“Akhh tante aku keluar tante aku keluar akhh” kataku dan tante Mira makin mempercepat kulumannya pada penisku tidak lama akupun menyemprotkan spermaku didalam mulut tante Mira

Ketika aku sebagai gigolo bakal orgasme jariku ikut mengocok lagi vagina dan klitoris tante mira dengan cepat dan nyatanya membuahkan hasil, tubuh tante Mira bergetar lagi memperoleh orgasmenyahanya saja hari ini tidak dengan jeritan dan erangan sebab mulutnya langsung menyedot penisku jadi semua sperma yang muntah dalam mulutnya langsung masuk kedalam kerongkongan tante Mira dan semuanya ditelan tanpa sisa oleh tante Mira, disedot dan dijilatin semua batang penisku hingga bersih tidak ada bekas sperma sedikitpun

“Oh tante enak sekali oralan tante” kataku sambil tersenyum dan luar biasa jariku yang basah oleh cairan vagina tante Mira dan kujilati cairan yang ada di jariku

“Mmm abis punya kamu enak sih rasanya, bentuknya juga keren” kata tante Mira sambil terus mengecup dan menjilati kepala penisku jadi aku merasakan geli-geli dikurang lebih penisku dan kamipun berdua tersenyum sebab satu sama lain saling memuji

Lalu kami saling membersihkan lagi dan mengeringkan tubuh, lalu kami bersiap-siap untuk keluar sebab jam telah memperlihatkan pukul 16 30 dan tante Mira wajib kembali kekantor sedangkan aku wajib kuliah Sesampainya dikantor dan memarkirkan mobil tante Mira aku sebagai gigolo langsung pamit untuk pulang sebab wajib kuliah Dan semacam biasa tante Mira menyelipkan uang kedalam saku celanaku hanya saja hari ini didalam amplop yang mungkin sdah disiapkan olehnya entah kapan aku tidak tahu

Seusai kami saling berterima kasih dan berjanji untuk tetap saling menghubungi, akupun sebagai gigolo pulang memakai taksi dan tante Mira masuk kedalam kantornya Begitulah pengalamanku dengan tante Mira yang hingga kini tetap tetap berhubungan bahkan lebih dekat lagi, hingga-sampai aku dikenalkan terhadap anaknya sebagai saudara jauhnya

Dan kamipun tetap tidak jarang bercinta setiap waktu denganku tetap sebagai gigolo.

author
No Response

Comments are closed.