Judi Bola

Cerita Seks Dengan Tante Semalaman

509 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Namaku Rendi Aku dapat dibilang berhasil sebagai perantau di Jakarta, umurku 28 tahun, aku punya pekerjaan serta income yang stabil, cicilan mobilku telah lunas serta aku tinggal di apartemen di kawasan Kalibata (yeee ketebak kali ya) sendirian, lumayan kesepian

Dulu-dulu mungkin cewe-cewe pacarku tidak jarang tinggal di apartemenku Tetapi hari ini aku lagi gak punya pacar Aku punya tetangga sebelah kamar, dirinya seorang wanita dewasa mungkin usianya 35 tahunan Namanya Dewi, tetapi aku tidak jarang panggil dirinya Tante saja

Yang aku takjub dari wanita-wanita usia segini tidak hanya si Tante juga merupakan mereka dalam masa dewasa-dewasanya Mature dalam hal, berpakaian simple tetapi tetap memancarkan aura keseksian tanpa berprilaku norak untuk memancing perhatian kayak ABG Alias ini kelainanku yang lebih suka wanita dewasa

Aku serta Tante sebetulnya telah lumayan bersahabat Setiap pagi aku tidak jarang satu lift bareng Tante Dewi menuju lobby Yang kutau, Tante ini punya toko DVD di ambasador hasil patungan dirinya dengan keponakannya Aku pun tidak jarang berjumpa dengan Tante setiap kali berenang rutin hari Sabtu pagi Tetapi begitu-begitu saja

Tidak ada yang istimewa dari pertemuan-pertemuan kami itu Saat aku lagi fresh-freshnya putus dengan pacar, tiba-tiba pertemuanku dengan Tante Dewi lebih tidak jarang, terlalu tidak jarang semacam bukan kebetulan semacam tiba-tiba ketemu di minimarket dibawah lalu aku naik ke atas bareng, alias tiba-tiba parkirannya sebelahan

Ge-erku merasa Tante ini ngikutin aku Dari kedekatan kami ini, aku ambil peluang saja dengan meminta pin bbm Tante Tante dengan bahagia hati memberbaginya “Kupikir kalian gak bakalan minta Ren, hampir aku yang minta duluan” ucap Tante menggodaku

Semenjak itu kami mulai bbm-an dari yang hanya pura2 saling bertanya apakah berenang alias tidak hari sabtu, alias aku tanya DvD film apa saja yang telah ori Lama kelamaan chat kami terus intim Tante Dewi menanyakan kemana pacarku

“Aku kok gak sempat liat pacar kalian ya? biasanya kalian berenang bareng?” “Telah putus dari kapan tau Tante…” “Oooo… ceritain dong ke Tante” “Tante nih kepo aja, hahahaha” tante membalasku dengan emoticon *not interested* serta icon *:P*

“Hehehehe, iya Tan, makin ke sini makin gak sreg sama dia, kerjanya marah maraaaah mulu, cemburu ini itu, dianya kelewat manja, minta jemput sana sini, dikira saya gak kerja kali ya, sekali-kali okelah, lha ini hampir tiap hari minta dijemput Egoislah, tetap ABG sih maklum” “Lah emang dirinya umurnya berapa Ren?”

“berapa ya, baru semester 2 tuh Tan” “oooo dasar om-om nyarinya ABG-ABG”

Monyet nih si Tante ngatain gw, “Daripada Tante,…” aku hentikan ketikanku, aku gak tau latar belakang si Tante Dewi ini apakah telah punya pacar, kalo nggak kenapa sendiri dll “Eh btw Tante tinggal sendirian aja?” “Iya, kenapa? Rendi mau temenin” wah? agresif juga nih, dipancing dikit kesamber

“Lah kan udah ditemenin terus Tan, tapi cuma kepisah tembok aja” dari chat2an kami, aku sehingga tau Tante ini gak mau pacaran sebab dulu sempat disedihkan Yah standar lah cewe sedih sama cowo Akhirnya kini Tante lebih memilih nasib liberal, menerima siapa aja yang datang kehatinya tanpa ikatan

Hari demi hari, chatting kami terus intim, kami sehingga tidak jarang berenang bareng Serta saat berenang ini peluangku untuk memanjakan mataku dengan memandangi tubuh tante di balut pakaian renang Pakaian renang yang Tante pakai gak seberapa seksi, malah aku pikir sangat sopan sebab model baju senam yang menutupi hingga paha

Hingga sebuahsaat “Ren, cerita dong kalian udah ngapain aja sama pacar kamu” “Ah gak ngapa2in kok tante, kami saling menjaga” “Heuuuu boong amat, dikira gak kedengeran tiap malam kalian berdua kayak gimana?” Wah aku gak memperhatikan kalo nyatanya permainan ku dengan mantanku hingga terdengar ke kamar Tante Dewi

“Hah?” belom berakhir ku ketik Tante membalas “Kamu putus kan udah lama Ren, bukannya udah hampir 2 bulan Emang tahan gak begituan?” “Begituan gimana nih Tan, aku gak ngerti” “Rendi nih ya, aku delete pin bbmnya nih sekali lagi ngeles”

“ehhh, iya iya Ya gimana Tante kepengen sih, cuma mau sama siapa? mau pake pelacur takut kena penyakit Minta jatah2 mantan gak mungkin banget gengsi lah hahahaha ” Aku tekan enter serta meningkatkankan ketikanku “Tante mau bantu brangkali?” Chat bbm berubah dari centang menjadi *d* menjadi *r* artinya bbmku telah kebaca sama Tante

BACA JUGA  Cerita Seks Pembantu Pemuas Nafsu

Tapi lama kumenantikan, Tante gak bales2 Duh, bodoh banget, tersinggung deh si Tante 15 menit berasa 5 jam nungguin balesan Tante Apa ku samperin aja ya ke kamar Tante Dewi minta maaf “TINUNG” bunyi tanda bbm masuk menyalak dari BBku

AH! Tante membalas “Saling bantu lah Ren, aku gini-gini juga butuh, kami sama-sama manusia” begitu bunyi bbm si Tante diikuti dengan emoticon kiss “Beneran Tante?” aku setengah tidak percaya, tidak menyangka sebentar lagi bakal bercinta dengan sang Tante

“Enak nih mumpung tetap terang, kalian ke kamarku ya Ren 15 menit lagi, aku mau rapi2 dulu ” “Oke tan, btw aku request boleh?” “Apa say?” “Tante gak usah make up ya” “Sure beb” “Haiiiii… ” begitulah Tante menyambutku sambil membuka pintu seusai ku mengetuk 2x Tante hanya menimbulkan kepalanya dari balik pintu

Sore itu sang tante terkesan fresh sebab baru saja berakhir mandi, tidak ada make up yang menempel di wajahnya sesuai permintaanku Sang tante memakai lingerie warna hijau transparan Dari pandangan mata elang ini, terkesan tante gak make daleman Makanya pas buka pintu dirinya ngumpet di belakang pintu terus Tanganku ditarik masuk lalu cipika-cipiki, aku sosor saja sebab gak tahan dengan wangi nafas tante, semacamnya baru saja sikat gigi

“Eiittttsss… sabar doooong” “Maaf tan, habis tante Dewi nafsuin banget”

Aku meletakkan BB serta kunci kamarku di meja dapur kamar tante “Maaf Tan, aku gak sopan, dateng cuma begini aja” Aku menunjuk ke pakaianku Sebab kupikir hanya sebelah kamar sehingga aku gak ganti baju, lagian ke kamar Tante mau ngentot, ngapain rapi2 Pakaian kebangsaan yang kupakai tiap ML, kaos oblong serta celana gombrong tanpa CD

“Gakpapa, ntar Tante bongkar juga kan?” Tante sepikiran sama aku nyatanya Sang tante mengajakku ngobrol dulu di sofanya sambil nonton CNBC Ha? CNBC? iya, saat itu kabarnya lagi mengenai Bom Boston yang baru-baru aja terjadi

Sang tante nanya-nanya soal ini itu, teori konspirasi, doktrin agama, sampe CIA/FBI Semacamnya ini macam icebreaking sekalian mungkin ngetes intelektual sang tamu (ane sendiri) ini sejauh mana hahahaha aneh…

Ngobrol lumayan lama kami pun mulai bergumul, hari ini nggak ada *entah siapa yang mengawali* sebab waktu itu aku duluan yang nyosor Tante Kami ciuman hebat, tante Dewi rutin french kiss hot sekali, tapi sebetulnya aku gak suka, aku tenangkan tante untuk berciuman romantis

“Tangan kalian sopan ya” tante mengkomentari tanganku yang tetap melingkar di belakang punggung tante, mendekap erat jangan sampe tumpah eh lepas “kenapa tan? udah mau di grepe2 emangnya?” “Euh kamu… bahasanya plis deh, di-sti-mu-la-si!” sambil tersenyum

Aku rebahkan badan tante membelakangiku sambil aku tetap menciumi pundak, tengkuk serta kuping tante, tanpa basahan pastinya Aku baru saja tau kalau wanita tetap saja mau diperperbuat halus, mau bagaimanapun latar belakang dia

“SSaaaaayyyyy… ” tanganku mulai mengelus2 perutnya Perutnya tante Dewi ini gak buncit tapi gak kenceng Pas lah

Sesekali aku menyenggol toket tante yang ukurannya besar sekali Benar2 besar!!! mungkin ini 38C, meskipun putingnya tidak pink lagi tetapi tidak lebar Sungguh seksi sekali Puting tante telah mengeras, aku main-mainkan semacam tombol switch on/off gitar lembek Tante mulai mengerang serta badannya mulai belingsatan Kedua tanganku menjamah kedua semangka lembek raksasa

Sambil menikmati kecupan demi kecupan di pundak punggung serta tengkuk, tante mulai terkesan tidak tahan, tangan kirikupun mulai turun ke bawah, Aku sempat lihat video di youtube, tutorial paling baik merangsang vagina wanita bukanlah langung dicolok tapi dibangun geli area kurang lebihnya dahulu (entahlah suhu suhu lebih tau nih hehehe)

Woooooow… begitu tanganku hingga di memeknya, nyatanya liang surganya lagi banjir, oh Jokowi wajib turun tangan nih, mencari tau banjirnya dari mana ahahahahaha… seusai merangsang2 sebentar, kumasukkan satu jariku kedalam memek si Tante Terasa sentakan* di tubuh tante Dewi saat jari telunjukku masuk ke dalam

“HHhhhhhhhhhh………kkkkkammmmmuuuuuu iiiiihhhhh… ” “Beeeeeebbb…… ” lah dirinya manggil aku beb?? aku merasa di atas angin setiap kali dapat membikin seorang wanita gak berdaya kami rangsangi tersange-sange (bukankah kami semua begitu ya?) “BBBbbbeeeeebbbbb…… jari kalian pinter amaaaat… ”

“Hhhhhhhhhhh… kamuuuuuu, aku lupaa nama kamua” Yalah!!! sempet2nya nanya nama AKu lanjutkan lagi sodokan dengan jari telunjuk ini Terasa badan tante mulai meronta-ronta Butuh diketahui, sang tante ini ukurannya gak kurus loh, tinggi tante ini hampir sedagu ku, serta beratnya mungkin 69-75kg apabila ditelaah dari beban yang diterima badanku ini

BACA JUGA  Cerita Seks Oral Nikmat

Tubuh tante makin menggelinjang hebat, dirinya berteriak “ML-in aku… ML-in akuuuuuu… ” aku makin semangat meremas buah dadanya serta mengobel memeknye Terasa tante Dewi mau beranjak mengubah posisi, aku dengan sigap memindahkan tanganku dari toket kanan tante ke toket kiri tante (ingat aku posisinya di belakangi tante serta kami pangkuan di sofa) Dengan posisi begitu, otomatis tanganku menahan badan tante serta tante makin mengerang mencoba keluar dari kuncianku

Tiba-tiba tangan tante mencakar tanganku yang sedang meremas toket ini SSSSssssoooooooooooooorrrrrr…… si tante squirt, cairan hangat merembes dari lingerie tante, turun perlahan membasahai paha tante serta juga tanganku, untungnya sofa tante dari bahan kulit sintetis jadinya gak merembes lantai kayu apartemen tante langsung becek Nafas tante yang tadinya memburu mulai mereda tenang tetapi mukanya merah padam

Lalu berselang berbagai menit, tante merebut tangan kananku serta tante luar biasa badanku Aku terjatuh diatas becekan squirtan tante, punggung kaos dalamku becek tante menyusul menjatuhkan badannya ke atas badanku Sepintas kami bergulat untuk memperoleh posisi diatas satu sama lainnya

Tetapi aku semacam naluriah membiarkan tante Dewi menguasai badanku Kami bergumul serta berguling2 menjauhi becekan serta melanjutkan aksi kami di karpet bulu di lantai tidak jauh dari sofa, menghindari cairan squirt-an tante,* tante tetap menyerangku dengan meniban badanku, menciumiku dengan brutal

“Taaaannn… mmmm… mmmmmmpppelan-pelan ajaaa…mmmm” french kiss super sange Aku baru sehari ini bercinta, bahkan belum sampe ML telah begini sangenya Semacamnya tante tidak mau mendengarkan permintaanku

Kami berciuman hebat, kontolku telah mengeras sekali serta menggesek2an ke celana lingerie tante Tante makin menggila, dirinya rebut kontolku dengan tangan kanannya serta dikocok2 sambil tetap menciumi bibirku Aku pun tidak kalah sigap, kucoblos memek Tante dengan jari telunjuk “AAAkkkkkkhhhhh… Bangsaaat!!!” PLAKKKK!!!!! OMG kenapa nih gw digampar tante “Lakuin lagi! Lakuin lagiii!!!” wah ada potensi BDSM semacamnya

Lalu sambil tetap menindih badanku semacam tidak mau melepaskan badanku, Tante memutarbalikkan badannya, serta slubb!!! tiba2 mulutnya telah ada di kontolku… serta sebagai balasannya, saya dihidangkan lembah gelap yang indah, aku jilat2in saja sampe Tante Dewi mulai mengerang2 tidak lebih lebih dari sejak perciuman kalian di sofa hingga posisi 69 ini telah hampir lebih dari setengah jam

Tante mungkin mulai heran (dan takjub I don’t know) kenapa aku belum crot juga “Kammmuuuu… beloom mau keluarrr???” “Belom taaant…” belom sempat aku menyelesaikan kalimatku, tante squirt untuk yang kedua kalinya, menyemprot cocok di mukaku Aku gak tau squirt ini cairan apa, katanya yang tentu bukan cairan kencing Lagipula aku lagi sange di ubun2 gini gak nolak lah

“HHhhhhhhhhhh… gilllllaaa… permainan kalian hhhh hhhh luar biasa yah hhh hhhhhh aku mau kontol kalian sayyyyyy mmmm mmmmm” ucap sang tante sambil lanjut menyepong kontolku “Aku udah boleh masukin ya tan, tapi gak enak nih masa di lantai?” tante beranjak dari tubuhku sambil tetap menyepong kontolku Aku dengan sulit payah berdiri serta tantepun berlutut melanjutkan emutannya

“Taaaannn… katanya mau dimasukin?” aku yang tidak tahan di sepong mulai blingsatan semacam mau crot Tante mungkin menonton aku semacam mau crot, akhirnya melepaskan sepongannya serta secepat kilat menyambar bibirku, kami berdua bercumbu kembali Cumbuan ini luar biasa sekali, semacam si tante Dewi ini benar2 lagi mengeluarkan pusing2 di kepalanya

Kami berciuman sambil berdiri, tante berujar “Ke kamar mmmm aja mmmm sayymmmm” sambil luar biasa badanku yang erat menempel dengannya DIbukakan pintu kamar dirinya dengan posisi kami berlangsung sambil berciuman

Terbukalah kamar tidur tante Tempat tidur size 200 yang besar serta dengan bedcover yang tetap tertata rapi Aku angkat tubuh tante dengan memegang kedua paha tante, kedua kaki tante pun refleks melingkarin tubuhku, kontolku yang tegang tetap tertutup celana mulai memaksa masuk ke memek tante yang juga tetap tertutup lingerie

Kemudian aku lemparkan sang tante ke kasur Buuuuukkkkkk…… seusai itu aku membuka celana serta kaosku segera Tante juga bermaksud untuk membuka lingerienya tetapi aku hadang “Jangan tan, kelak aku bantuin…” Ku serang tante, mencumbunya dengan ganas, kami bergumul luar biasa dalam waktu pendek tempat tidur tante yang rapi telah gak karuan

BACA JUGA  Cerita Seks Kilat Yang Nikmat

Aku yang telah blingsatan mencoba membuka lingerie tante Dewi Tapi akunya tidak sabaran hingga lingerie tante bedah “Maaf tante… kelak kuganti” “Udah gakpapa ayo ngentot aja” And here is the peristiwat of truth Kepala si Otong telah nangkring ke mulut goa si tante

Perlahan-lahan kumasukkan Blessssss… “AaaaAAAAaaAAkkkkhhhh… ennnnaaak beeeeb…… uuuuughhhh perrrasaaannnn tadi kontol kammmmmmu kecil deh, kok kalo udah masuk berasa tebel enaaaaak” WATDE??? sialan nih tante, sebagai hukuman, kuhentakkan keras2 hujamanku sekali, lumayan sekali itu Tante langsung banjir serta mulai menggoyang2kan pantatnya sebagai reaksi genjotanku

kulanjutkan genjotanku bervariasi, posisi kami tetap misionaris rpm rendah berganti2 cepat-pelan-cepat-pelan, biar gak terlalu capek Terasa tante mesinnya udah mulai panas, kami bercinta dengan posisi ini lama sekali, aku sangat menikmati setiap jengkal tubuh kenyal tante

Mungkin tante telah mulai bosan, tante pun mengambil kendali supaya kami berubah posisi Kami berguling kesamping, kontolku terlepas sebentar tetapi tante dengan sigap langsung memasukkan kembali kecelah memeknya “Oooooouuuhhhhhh… mmmm… reeeeennn…… ” tante Dewi menggenjot si Joni perlahan2 hingga akhirnya dengan ritme konstan Sesekali tante menciumi bibirku dengan begitu basahnya

Tante juga sesekali menggigiti putingku, selagi posisi ini tanganku tidak sempat lepas dari kedua belah dadanya, bergantian aku menjilati puting ranum tante Semacam kubilang, puting tante telah tidak pink lagi, tetapi aku tidak peduli aku sangat menikmati menggoda tante dengan jilatan-jilatan ini Terasa genjotan tante terus menjadi, moaning tante terus keras

“Aaaaaakhhhhh… teruuuuus terusssssss… beeeebbbbbbbaaaaaakkkhhhhhh”

Kemudian dirinya luar biasa kedua tanganku dari toketnya serta dengan satu tangan meletakkannya jauh di atas kepalaku sedangkan tangannya yang lain dengan erat menjambak rambutku, aku semacam tawanan yang disekap supaya tidak kabur Lalu tetap dalam posisi woman on top kedua kaki tante Dewi mencoba melingkari badanku hingga2 aku wajib membawa pantatku supaya kaki tante ini dapat masuk ke bawah

Aku serasa dililit ular anakonda Semacam sedang bergulat akupun berusaha keluar dari kuncian tante, kakinya memiting tubuhku sambil tetap menggenjot kontolku Saat erangan tante terus keras serta genjotannya terus kencang, akhirnyaa… SRRRRrrrtttt aku merasakan dinding vagina tante berdenyut2 hebar memijat batang kontolkua Tante sedang orgasme

“Oooouuuuhhhhhhh……hhhhhhhhhhhhhh… hhhhhhhhhh h… hhhhhmmmmmhhhhh hhhhh hhh” Nafas tante yang tadinya gak karuan, perlahan semacam terbuang lega semua

“Nikmat sekali bercinta dengan kalian Ren” “Enak sih enak, aku belum keluar nih Tan!” ujarku protes “Iyaaa deh… cowo itu makin lama makin keren? Istirahat sebentar ya, Tante Dewi janji tentu bikin kalian crot kok, kalo nggak juga berarti kalian ini luar biasa sekali, serta tante gak bakal ngasi kalian pulang sebelum kalian crot ” Aku emang ada “kelainan” Aku ini lama sekali crotnya, aku dapat 3 jam bercinta serta tidak crot juga

Apalagi kalau memakai kondom Aku setengah bangga, banyak wanita-wanita yang kuentotin malahan protes sebab aku terlalu lama Serta dikala si Joni otong lagi cape, bukannya cepet crot, yang ada malah ngambek total Ah geblek

GGggrrrrkkkkkkkkggrkkgrrrkkk…

“Eh bunyi apa tuh?” tanya Tante “Perut kalian ya? hahahaha, udah gembul, lagi tengah2 ML kok ya dapat2nya laper?” “Yah si tante, kepalaku, perutku sama tititku itu yang ngatur departemennya beda2, sehingga dapat aja laper ” “Yaudah kami break dulu deh ya Ren, aku pesenin bakmi, abis makan kami lanjut gulat lagi, Tante Dewi mau ber-ronde-ronde sama kalian ”

Wek! Kulihat jamku udah jam 7 malam Dapat balik jam berapa nih?

Akhirnya seusai makan serta istirahat sebentar dengan ngobrol2, kami melanjutkan pertarungan kami Malam itu hingga pagi, kami bercinta 4 ronde, aku ngecrot 2 kali sehingga total dengan yang sore/siang 5 ronde dengan skor 2-5 Itu diluar squirt-an Tante “Tante, makasih ya hari ini aku puas sekali”

“Aku yang terima kasih Ren, kalian luar biasa sekali, kayaknya ini dendam 2 bulan gak ML ya? kapan-kapan kami lakuin lagi ya” “Pasti Tan, aku siap ngelayanin Tante Dewi kapanpun Tante mau ” “Aku juga Ren sebaliknya, kalo kalian yang butuh bilang aku aja ” Aku tersenyum serta kubilang “Aku balik ya Tan” jam di posisi 3 pagi

“Tanggung beb, nginep aja sampe besok, eh ini udah besok ya? Kalo pulangnya besok aku janji aku mandiin deh” Kata Tante Dewi.

author
No Response

Comments are closed.