Judi Bola

Cerita Seks Dengan Tante Hamil

311 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Saya adalah pemuda yang sangat haus bakal seks. Ditunjang dengan wajahku yang tampan, tubuhku yang atletis, dan kemaluanku yang besar, tidak sedikit wanita yang tergila-gila padaku. Dengan mudahnya aku dapat menikmati mereka kapan saja, dimana saja.

Kuliahku yang di fakultas ekonomi disebuah universitas yang ternama di bandung membikinku dikerubungi cewek2. Maklum, difakultasku perbandingan cowok-ceweknya 30-70. Apalagi tidak sedikit cewek ditempatku cantik2.

Tetapi ada yang membikinku penasaran, dan belum sempat kuperbuat, yaitu menyetubuhi wanita hamil. Aku sempat membaca bahwa katanya menyetubuhi bunda hamil itu benar-benar nikmat, sebab memek mereka sangat panas, hangat dan tebal. Nyatanya pengalaman itu kudapati saat aku berlibur dirumah pamanku.

Aku berlibur dirumah pamanku, yang juga menyewakan kamar2 di rumahnya sebagai tempat kost putri. Tetapi, kini peminat sedang sepi, jadi kamar kost yang terhuni hanya satu saja, yaitu oleh tante Heni, tante Heni adalah seorang pembimbing di suatu sekolah islam di dekat rumah pamanku.

Usianya yang menjelang 25 tidak membikinnya kehilangan kecantikan yang ia miliki. Wajahnya yang halus terawat, dan kulitnya yang kuning langsat saungguh mempesona. Ia telah mempunyai suami seorang pelaut, yang pulang kerumah setiap 6 bulan sekali.

Jadi, setiap enam bulan, ia kembali ke rumahnya di kampung untuk berjumpa dengan suaminya tercinta, dan tidak hanya itu ia nge-kost dirumah pamanku. Kini ia sedang hamil empat bulan, dan itu justru terus membikinku terangsang ingin mencoba memeknya. Apalagi pembawaan wanita berjilbab ini yang kalem dan malu-malu terlebih kepadaku yang tampan dan atletis ini, membikinku terus berahi.

Suatu pagi yang dingin, aku sengaja keluar tidak menggunakan celana, dan hanya berbalut handuk. Aku masuk kekamar mandi, melalui tante Heni yang sedang mencuci baju. Sekilas aku lihat ia melotot kearahku, yang terbukti bertubuh atletis.

Berakhir mandi, aku keluar dan tetap menjumpainya mencuci. Kini ia berusaha untuk tidak menontonku. Terkesan semburat merah diwajahnya. Aku berpura-pura menjatuhkan handukku, dan terkesanlah kontolku yang panjangnya 17 cm, tegak mengacung.

Matanya melotot menonton kemaluanku yang menjulur bebas, Dan tante Heni sempat tertegun menonton kejantananku yang cukup besar, panjangnya 17 cm tapi kemudian.. “Aouuww, Dik itunyaa!” kata nya sambil menutup wajahnya. Aku langsung mengambil handukku dan melilitkannya kepinggang, tetapi tidak bsa menyembunyikan kontolku yang berdiri. Segera aku kembali masuk ke rumah utama.

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Atasanku

Dikamar, aku langsung membayangkan kecantikan wajah tante Heni tadi. Ingin sekali rasanya memperkosanya, ditambah lagi situasi di rumah itu hanya kami berdua, sebab paman dan bibi ada agenda mendadak diluar kota. Lalu muncul niat isengku untuk mengintip, lalu kucari ke kamarnya.

Saat di depan pintu samar-samar aku mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan nako jendela kamar itu terbuka lalu kusibakkan tirainya perlahan-lahan. Sungguh pemandangan yang amat syur. Kulihat tante Heni sedang masturbasi, kelihatan sambil berbaring di ranjang dirinya menyibakkan rok panjang yang ia kenakan hingga perut.

kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya sambil jarinya dimasukkan ke dalam celah senggamanya, sedang tangan kanannya meremas buah dadanya tadi bergantian. Kancing bajunya telah terbuka hingga perut, menunjukan payudara yang sangat montok, berputing merah yang besar., Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis semacam orang kepedasan, wajahnya kelihatan memerah dengan mata terpejam, terkesan Sangat erotis.

“Ouuhh.. Hhhmm.. Ssstt..” Aku terus penasaran ingin menonton dari dekat, lalu kubuka pintu kamar wantia cantik yang sedang hamil itu pelan- pelan tanpa suara aku berjingkat masuk. Aku terus tertegun menonton pemandangan yang merangsang birahi itu. Samar-samar kudengar wanita alim yang montok itu mendesis-desis “…i.. Sss Ahh..”

Nyatanya dirinya sedang membayangkan sedang bersetubuh , dirinya sedang bermasturbasi… aku sangat bernafsu menyaksikannya…..paha dan payudaranya yang mulus meski perutnya agak membuncit, justru meningkatkan nafsuku. Lalu pelan-pelan kulepaskan pakaianku satu-persatu hingga aku telanjang bulat.

Batang kemaluanku telah sangat tegang, kemudian tanpa suara aku menghampiri tante Heni, kuikuti gerakan tangannya meremasi buah dadanya. Wanita itu tersentak kaget lalu menghindar ke aspek tempat tidur, dan berusaha memperbaiki pakaiannya.

“Sedang apa Kamu di sini!, tolong keluar!” katanya agak gugup. “tante nggak usah panik.. kami sama-sama perlu.. sama-sama kesepian, kenapa tidak kami salurkan bersama,” kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi wanita montok itu terus menghindar. “Ingat Dik, saya telah bersuami dan sedang hamil!!” Dirinya terus menghiba.

BACA JUGA  Test

“tante, terus terang saya sangat terpesona oleh tante.. Nggak ada orang lain di sini.. cuma kami berdua.. tentu nggak ada yang tahu.. Ayolah saya bakal memuaskan tante, saya janji nggak bakal menyakiti tante, kami perbuat atas dasar suka sama suka dan sama-sama perlu, mari tante!.

“Tapi saya kini sedang hamil, Dik.. kumohon jangan,” pinta wanta ayu itu terus. Aku hanya tersenyum. Secepat kilat aku menyambar tangannya, lalu dengan cepat kutarik dirinya dan kujatuhkan di atas ranjang dan secepat kilat kutubruk tubuh indah wanita itu, dan wajahnya kuhujani ciuman tapi dirinya terus meronta sambil berusaha mengelak dari ciumanku. Segera tanganku beroperasi di dadanya, . Buah dadanya yang cukup besar itu jadi garapan tanganku yang mulai nakal.

“Ouughh jangaan Diik.. Kumohon lepaskaan..” rintihnya. Tanganku yang lain menjalari daerah kewanitaan wanita montok itu, bulu-bulu lebatnya telah kulewati dan tanganku akhirnya hingga di liang senggamanya, terasa telah basah. Lalu kugesek-gesek klirotisnya dan kurojok-rojok dinding kemaluannya, terasa hangat dan lembab penuh dengan cairan mani.

“Uhh.. ss..” Akhirnya wanita itu mulai pasrah tanpa perlawanan. Nafasnya mulai tersengal-sengal. “Yaahh.. Ohh.. Jangaann Diik, Jangan lepaskan, akuuuuuu…..ssshhhhhhhh..” Gerakan tante Heni terus liar dan binal, dirinya mulai membalas ciumanku bibirku dan bibirnya saling berpagutan.

Aku bahagia, saat ini wanita montok ini mulai Menikmati permainan. Tangannya meluncur ke bawah dan berusaha menggapai laras panjangku, kubiarkan tangannya menggenggamnya dan mengocoknya. Aku terus beringas lalu kusedot puting susunya dan sesekali menjilati buah dadanya yang tetap kencang. “Yahh.. addduhhhhh diiikkkkk………….ssshhhhh..” kata wanita itu sambil menggelinjang. daster telah awut2an. Wajahnya telah merah menahan birahi.

Kemudian aku bangun, kembali kunaikkan daster ke perut, kulebarkan kakinya dan kutekuk ke atas. Aku terus bernafsu menonton liang kewanitaan wanita cantik yan ini yang merah mengkilat. Dengan dan merta kuelus dan kuraba kemaluannya….yang indah merekah itu……..

“Aaahh.. Ohh.. mmmhhh…ssshhhhh Diik.. Yaakh……..ssshh..”. Klirotisnya tampak merah merekah, meningkatkan gairahku untuk ubahnmenggagahinya. “Sudaahh Dikk.. sekarang.. ayolah sekarang.. masukkan.. aku telah nggak tahan..” pinta tante Heni.

Tanpa buang waktu lagi kukangkangkan kedua kakinya jadi liang kewanitaannya kelihatan terbuka. Kemudian kuarahkan batang kejantananku ke celah senggamanya dan agak sempit rupanya alias mungkin sebab diameter kemaluanku yang terlalu lebar.

BACA JUGA  asdasd

“Pelan-pelan Dik, punya kamu besar sekali.. ahh..” wanita yang biasanya alim dan pemalu itu menjerit jalang saat kumasukkan seluruh batang kemaluanku hingga aku merasakan mentok hingga dasar rahimnya. Lalu kutarik dan kumasukkan lagi, lama-lama kupompa terus cepat.

“Oughh.. Ahh.. Ahh.. Ahh..” tante Heni mengerang tidak beraturan, tangannya hebat kain sprei, tampaknya dirinya Menikmati betul permainanku. Bibirnya tampak meracau dan merintih, aku terus bernafsu, dimataku dirinya saat itu adalah wanita yang haus dan minta dipuaskan, tanpa berpikir aku sedang meniduri istri orang apalagi dirinya sedang hamil.

“Ouuhh Diik.. tante mau kelu..arrrrr……. aahh..” Dirinya menjerit sambil tangannya mendekap erat punggungku. Kurasakan, “Seerr.. serr..” ada cairan hangat yang membasahi kejantananku yang sedang tertanam di dalam kemaluannya. Wanita itu mengalami orgasme yang pertama. Aku kemudian hebat lepas batang kejantananku dari kemaluannya.

Aku belum mendapat orgasme. Kemudian aku membaliknya, berniat memompanya dari belakang. Wanita itu kemudian menungging, kakinya dilebarkan. Perlahan-lahan kumasukkan lagi batang kebanggaanku dan, “Sleep..” batang itu mulai masuk hingga seluruhnya hanyut lalu kugenjot maju mundur. tante Heni dengan jalang menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan batang kejantananku. “Gimaa.. Mbaak, enak kan?” kataku sambil mempercepat gerakanku.

“Yahh.. ssshhhhhh… duhhhh dik…… Aahh.. Aaah.. Uuuhh.. Aaahh.. ehh.. kok…… gini….. shhhhhhh” wanita cantik yang itu terus bergoyang liar semacam orang kesurupan.

Tanganku menggapai buah dadanya yang menggantung indah dan bergoyang bersamaan dengan perutnya yang membuncit. Buah dada itu kuremas-remas dan kupilin putingnya. Akhirnya Aku merasa hingga ke klimaks, dan nyatanya wanita alim ini juga memperoleh orgasme lagi.

“Creett.. croott.. serr..” spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi. Kemudian kami roboh bersamaan di ranjang. Aku berbaring, di sebelah kulihat tante Heni dengan wajah penuh keringat, hingga jilbab dan bajunya ikut basah kuyup.

“tante capek……..ahhhhhhhhhhhh” katanya.
“tante, seusai istirahat bolehkah saya minta lagi?” tanyaku.
“Sebetulnya saya juga tetap pengin, tapi kami sarapan dulu kemudian kami lanjutkan lagi.”

tante Heni hanya memandangku. Aku tahu, ia sebetulnya ingin menolak untuk bercinta, tetapi gairah birahi-nya juga ingin dilampiaskan.

author
No Response

Comments are closed.