Judi Bola

Cerita Seks Dengan Supir

195 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Namaku Dita Putri ,usia sekarang 20 orisinil Bandung, dan sekarang kuliah sastra inggris semester 4 di salah satu pts Bandung, kata temen2 kampusku aku tergolong cewek cantik dan beruntung, kenapa? sebab bentuk tubuhku(kata temen)bisa dibilang proporsional dan bikin terangsang kaum cowo tapi hingga sekarang aku belum punya pacar sebab ga boleh sama ortu.

Oh ya,di rumah kami tinggal berlima aku dua bersaudara adikku cewek dan aku dan kedua orang tuaku satu lagi pesuruh sekaligus supir pribadi keluargaku sebut saja mang Sardi(maaf,nama samaran)(dia itu usia nya hampir seusia papahku yaitu sekira 50 tahunan)jadi genap berlima semuanya..kejadian aneh dan mengasikan itu terjadi kira2 beberapa bulan lalu saat bulan puasa,

Waktu itu hari jum’at (tanggalnya lupa) kami di rumah hanya berdua yaitu saya sama mang Sardi, sedangkan mamah-papah sama si Danti(nama adikku yg tetap smp itu) sedang ke Bogor (berangkat hari jum’at subuh seusai makan sahur) sebab papah serah terima jabatan dan mereka menginap selagi 3 hari,

Sedangkan saya mesti kuliah semester pendek, jadi ga dapat ikut, dan di rumah dikawani supir kami mang Sardi sebab disuruh papah jagain aku. Jadi resmi di rumah yg besar ini (sebab saat nulis cerita ini untuk CeritaSeks15.com aku lagi dirumah) kami berdua, saya dan mang Sardi di ruang bawah.

Seusai keberangkatan mereka dan makan sahur saya kembali lanjutkan tidur sementara mang Sardi selesai2 ruang bawah, nah kejadian anehnya ini berawal ketika saya mau mandi di ruang bawah (sebab sowernya deket ruang tamu) saat itu saya mau kuliah jam 8.00, sedangkan saat bangun jam 7.00 saya agak santai saat itu sebab tidak hanya jarak kampusku deket juga ada mobil kesayanganku itu yg rutin menemani kemanapun.

saat mau mandi saya langsung buka daster seperti biasa kalo pake daster saya rutin tidak pake BH dan CD, jadi hanya baju tidur aja, demi kesehatan, begitu menurut mamaku…asal tau aja kalo tubuhku seperti yg dikatakan temen2ku itu betul2 proporsional dg ukuran BH 34B dan pinggul yg agak bulat dan kulitku yang putih mulus tanpa cacat kalo disamain, kata kawan2ku aku ini mirip2 sedikit dengan bintang film sinetron itu(bukan geer lho) ,

seusai telanjang gitu saya mencoba buka kran sower tapi ga keluar air atau macet dan saya agak jengkel sambil setengah teriak panggil mang Sardi…..”mang Sardiiii….kesini cepat”,dan dg spontan dirinya datang tergopoh2, saya lupa saat itu udah telanjang dan pintu ga dikunci,

begitu dateng dia, langsung mukanya merah padam sebab menonton saya telanjang bulat di hadapannya, saya pun malu spontan tanganku menyambar kain daster di gantungan dan bilang ke dirinya kalo sower ga jalan, lalu dirinya terbata2 bilang gini “maaf neng,mamang lupa bukain jet pump di dapur, lalu saya suruh dirinya “cepet mang bukain udah dingin nih!!”

lalu dirinya mengangguk dan setengah berlari dirinya ke dapur, seusai menyala sowernya itu lalu aku semprotkan sower air panas ke bathtub dan aku langsung agak loncat ke bathtub tanpa ada rasa lupa mengunci pintu toilet tersebut, dan seusai aku berakhir mandi aku lupa kalo aku juga ga bawa handuk lalu aku panggil mang Sardi tapi saat itu posisiku tetap didalam bathtub berbusa pasti saja telanjang,

tak lama dirinya datang dan dengan meminta ijin dirinya masuk ke toilet dengan hati2 sekali, “mang tolong bawain handuk bunga2 yg warna merah di kamar” begitu kataku saat itu, dirinya menganguk dan langsung ke kamarku lalu saya tersenyum sendirian menonton tingkah laku mang Sardi barusan yg hati2 sekali dan malu2 tertunduk itu,

sekilas ada hasrat untuk mengerjainya waktu itu, ga berapa lama dirinya timbul bawa handuk lalu aku keluar dari bathtub dengan posisi membelakangi dirinya jadi yg dirinya lihat punggung mulusku saat itu(tentu saja saat itu saya tetap telanjang bulat) dengan suara agak gemetar dirinya bilang gini “telah ya neng ini handuknya!” lalu saya bilang “bentar dulu mang, mendingan mamang yg menghanduki saya biar tahu sekali2 rasanya menghanduki cewe(begitu awalnya saya mengerjainya,o ya asal tau aja kalo mang Sardi itu merupakan duda tanpa anak sejak 7 tahun lalu)

semula dirinya keliatan kikuk dan ragu2 meperbuatnya (saya tahu sebab liat cermin didepanku mesikipun membelakangi dia) dengan wajah tertunduk dan mimik muka yg malu2 lalu dirinya mengusapkan handuk ke punggungku yg tetap berbusa sabun, dan lumayan lama dirinya mengusap2 punggungku…lalu saya bilang “seluruhnya donk mang, dari rambut ke kaki paling bawah” dan “iya…eee..iya neng sebentar” dirinya terbata2 jawabnya.

Sekilas saya sempet tertawa kecil sebab merasa seneng udah kerjain dia, lalu dirinya mengusapkan handuk dari rambut ke leher, lembut sekali, bahu punggung dan di posisi pinggang dan bokong (belahan anus) agak lama menghandukinya, sekilas terasa seperti diusap2 lembut dan ada rasa enak ketika dirinya menghanduki daerah deket anus,

lalu ke paha belakang dan terbaru di kaki bawah. Saat itu terlintas saya mau menyudahinya sebab mungkin waktu telah jam 7.30 pikirku, tetapi entah setan apa yg merasuki aku saat itu jadi ada pikiran nakal lagi mau mengerjainya lebih, dan dengan cara refleks aku berbalik badan dan saat itu kontan dirinya terbelalak kaget dengan posisi tubuh telanjangku menghadap dirinya yg tetap memegang handukku itu lalu dirinya tertunduk dan aku langsung mengatakan seperti ini “mamang sekarang membersihkan dan menghanduki tahap depan ya mang!!” begitu suruhku sambil agak setengah ketawa(habis ga tahan tingkah laku dirinya yg kikuk itu)

BACA JUGA  Cerita Seks Ibu Guru

lalu diapun menghanduki badan tahap depanku mulai dari rambut lalu wajah (aku tertawa kecil saat dirinya handuki wajahku) tapi yg aku tahu dirinya tetap tertunduk, dan seusai wajah ke leher lalu (aku agak deg2an saat itu)dia menghanduki tahap dada kiri kananku agak lama(sejenak dirinya agak terhenti saat menghanduki daerah dada) dan saat itu juga aku berhenti ketawa2 kecil dan ada rasa aneh yg belum sempat dirasakan saat mang Sardi menghanduki dadaku,

soalnya selagi ini kalo sama sendiri rasanya biasa2 aja, tapi pas sama orang lain yg menghandukinya jadi agak lain rasanya, ada perasaan enak dan nikmat sementara saya seperti dibius saja terpejam beberapa hari tanpa sadar mengatakan seperti ini “hmmm….hmmm…hmmm” kontan saja mang Sardi bertanya “kenapa neng?neng Dita marah ya sama mamang?”…

dia mencoba untuk menegakan kepalanya yang agak menonton ke wajahku yg lebih jangkung dari dia, dan dirinya terus berani malah saat itu menatap wajahku ,aku menggeleng dan mengatakan “ngga mang…saya ga marah cuman…” aku ga meneruskan kata2ku saat itu….lalu dirinya tanya lagi “cuman apa neng? bilang sama mamang?” suaranya seperti ketakutan kalo2 saya bakal memarahinya..lalu saya teruskan kata2ku “cuman ada perasaan enak di elus2 gitu mang!!” jawabku polos saat itu tanpa ada rasa malu kalo nyatanya saat itu merupakan pertama kali terangsang dengan cara seksual, gilanya lagi oleh pesuruh sekaligus supir ku mang Sardi!!!

Mang Sardi malah senyum seusai saya ungkapkan kepolosanku itu lalu mengatakan gini “nah…neng…mamang tau sebetulnya kalo neng Dita ini mau mengerjain mamang ya…dan nyatanya malahan neng Dita sendiri yang mulai terangsang!!!” begitu katanya dengan logat sunda yang kental sambil tetap tangannya memutar-mutar dadaku kiri kanan dengan handuk, padahal kalo saya lihat udah kering dadaku itu, justru yg tetap basah merupakan tahap perut dan kemaluanku yg agak tetap jarang bulu2nya hanya bulu halus seperti rambut, lalu saya memegang tangan mang Sardi dua2nya dan mengatakan “cukup mang, Dita kesiangan nih kuliah udah terlambat dari tadi”,

lalu mamang menganguk dan melilitkan handuk itu ke tubuh saya seperti saat dirinya melilitkan handuk ke tubuh saya saat kecil…..dan sebelum dirinya keluar saya hebat tangan kirinya sambil mengatakan “jangan bilang sama mamah-papah ya, diem aja kelak deh pulang kuliah dihandukin lagi sama mamang seperti tadi, mau ga?” kataku cepet2, dirinya cuman mengangguk.

Lalu pas di tempat kuliah saya ga dapat konsentrasi, kepengen cepet pulang tidak hanya lapar sebab puasa juga kepengen cepet mandi dan dihanduki lagi sama mang Sardi.. Seusai berakhir kuliah kira2 jam 12.30 aku bergegas pulang dan sampe di rumah jam 13.00 langsung menuju kamar dan ganti pake daster dengan maksud mau mandi siang sambil mengangkat handuk saya lihat mang Sardi terbengong-bengong dengan tingkah lakuku itu dan sambil tersenyum saya mengatakan seperti ini ke dirinya “mamang handukin lagi Dita ya mang?” dirinya menganguk setengah tersenyum dan bilang gini “neng Dita mandi aja dulu kelak kalo udah berakhir panggil mamang, pasti deh mamang nyamperin ke toilet”

saya menganguk dan mandi, seusai berakhir mandi saya panggil dirinya dan langsung masuk ke toilet tanpa permisi dan sepintas dirinya menyambar handukku dan tanpa basa busuk saya keluar dari bathtub dan dirinya menghampiri, hari ini saya langsung menghadapnya dengan telanjang badan tanpa membelakanginya seperti pagi hari tadi,

lalu dirinya langsung menghanduki rambutku yg basah kuyup oleh air dan saat itu kami tidak bicara satu sama lain hanya mungkin kata hati kami masing2 bicara sementara dirinya handukin rambut leher dan pundak saya , malah terpejam(mungkin saya sedikit menikmatinya) dan yg paling mendebarkan saat mang Sardi menghanduki dadaku kiri kanan itu benar2 lebih mendebarkan ketimbang di pagi hari itu.

Dan saat bermenit-menit mang Sardi mengusap dadaku kiri kanan dengan handuk tiba2 dirinya nyeletuk seperti ini “neng Dita, kalo diusapnya tidak pake handuk seperti ini bakal lebih nikmat!!!” lalu aku jawab “maksud mamang???langsung pake tangan mamang gitu!!!” dirinya menganguk seolah minta restu dariku, lalu saya pun menganguk tanda setuju….dan nyatanya jauh dari pikiranku lebih nikmat langsung dielus pake tangan mang Sardi ketimbang dielus menggunakan handuk, sesaat tangan kiri dulu lalu kemudian tangan kanannya menyusul meremas lembut sambil sesekali melintir seperti memainkan volume radio tapeku.

BACA JUGA  Cerita Seks Ngentot Lonte

Dan benar saja nikmat sekali rasanya apalagi ini baru pertama kalinya seorang laki2 menyentuh langsung dengan telapak tangan ke dadaku dan lama-lama makin mengeras saja payudaraku saat itu, tidak sadar nyatanya seperti mau pipis rasanya dan geli, nikmat, asik, enak campur aduk jadi satu saat mang Sardi terus mengelus buah dadaku yg belum sempat dielus itu, nyatanya kejadianya hampir 1/4 jam kala dirinya mengelus dadaku ini.

Terus lama terus tidak sadar sambil terpejam saya merapatkan badan ke tubuh mang Sardi dan dirinya mundur ke belakang, punggungnya menyentuh dinding toilet dan saya terus terus merapatkannya sambil tetap dirinya mengelus2 halus buah dada ini kiri kanan, dan posisi itu yang saya ingat,

memunculkan seperti gesekan benda yang mengeras hangat di balik sarungnya(o ya, saya lupa saat itu dirinya menggunakan kaos oblong dan kain sarung sebab pulang Jum’atan di masjid depan rumahku) mungkin dirinya ga pake celana kolor sebab dari gesekan tubuhku ini terasa sekali seperti kemaluan laki2(yg selagi ini saya tau dari film dan cerita2 temen2)

saat saya terpejam begitu lama2 dirinya berani menjulurkan lidahnya ke leher saya waktu itu, semula saya mau menghindar tapi tidak kuasa untuk menghindarinya dan mencoba untuk menikmatinya, agak geli sebab berkumis tapi lucunya posisi dirinya mendongkak ke atas sebab saya lebih jangkung dari dirinya dan agak berjinjit kakinya dan dirinya menjilati leher kebawah lalu pundak dan akhirnya di dada, ini lebih nikmat rasanya ketimbang pake tangan dan ga sadar saya mengeluarkan suara ”SSSSTT…AHHH… AHHH…. HMMMMMM” mungkin begitu seingatku saat itu.

Dan itu merupakan nikmat dari segala nikmat menurutku saat itu, lalu lama2 dirinya seperti mau berjongkok dan nyatanya berjongkok lidahnya menciumi perutku, udel, lalu ke kemaluan ku yang tetap jarang berbulu ini,dan ahhhhh….saya tidak sadar bersuara agak keras saat dirinya menciumi kemaluanku ini, sebab saat itu benar2 baru pertama kali diciumin seperti itu sama laki2.

nikmat sekali rasanya….Lalu terdengar telepon berdering, buru2 saya melepaskan pelukan mang Sardi di pinggang dan berlari ke ruang tengah sambil telanjang bulat dan agak basah tubuhku saat itu, basah sebab air mandi dan liur mang Sardi, nyatanya papah dari Bogor telepon mengabari kalo beliau telah sampe disana,

dan seusai telepon ditutup saya membalikan badan nyatanya mang Sardi telah ada dibelakangku, dirinya mengikutiku sejak tadi berlari ke ruang tamu ini, dan dirinya bertanya dari siapa teleponnya,saya jawab dari papah di Bogor, lalu mang Sardi menyuruh saya berpakaian lagi sambil menyodorkan daster yang tadi ditanggalkan di toilet, lalu aku pakaikan dasterku saat itu dan masuk kamar.

Sepintas saya liat jam 3.30 sore hari, lalu aku tertidur di kasur sampe tersadar dengan ketukan di pintu kamar “neng bangun neng udah magrib”begitu terdengar suara mang Sardi di balik pintu kamar, lalu aku ke bawah dan makan di meja makan sementara mang Sardi di dapur, lalu aku panggil, untuk makan sama2 di meja makan, semula dirinya menolak tapi akhirnya mau juga.

Seusai makan, badan merasa gerah dan aku bermaksud untuk mandi lagi cocok jam 7.00 malam hari, lalu aku lihat mang Sardi sedang nonton tivi dan aku sengaja ajakin dirinya untuk sama2 ke toilet, semula dirinya menolak dengan argumen kalo kelak ketauan sama papah, tapi aku jawab papah di Bogor ini, jadi ga usah takut, akhirnya dirinya mau juga aku ajak ke toilet, entah kenapa saat itu pikiranku bener2 ngeres sejak mang Sardi supir ku siang harinya menciumi sekujur tubuhku.

Seusai berada di toilet langsung saja aku masuk ke bathtub sementara mang Sardi saya suruh semburin air hangat yg keluar dari sower untuk disiramin ke sekujur tubuhku (tentu saja aku dalam keadaan telanjang bulat saat itu, ga ada suara , hening, yg terdengar hanya gemericik air disiramin diatas tubuh ini, sambil aku tiduran di bathub menikmati ajaran air mang Sardi sepintas terkesan hanya memandang tubuh telanjangku, tapi aku pura2 ga liat, khawatir dirinya kabur ke luar toilet kalo tahu saya pandangin dia.

Dan entah kenapa seusai air itu penuh di bathtub, aku punya ide gila untuk mengundang dirinya mandi bareng2, tapi pasti saja dirinya menolak(asal tau saja kalo mang Sardi ini orangnya loyal bgt sama keluarga kami)seusai tau dirinya menolak dengan cara halus akhirnya saya ga kehabisan akal, saya menyuruh dirinya untuk menyabuni seluruh badan ini, seperti yg diperbuat mang Sardi supir ku disaat saya kecil, dan dirinya setuju.

Lalu mulailah dirinya menyabuni mulai dari rambut,leher,bahu,punggung dada kiri kanan,dan berhenti di pinggang, saya tanya “kenapa mamang berhenti??”lalu dirinya jawab “takut dosa neng,neng Dita kan anak maapabilan saya neng!!!, kelak saya dikejar2 perasaan itu terus” saya mengerti dari raut mukanya dan menjawab seperti ini “mamang ga usah takut, kan kami cuman berdua, lagipula kalo Dita perbuat sama orang lain ga mungkin, soalnya mamang tau sendiri sifat mamah seperti apa ke Dita!!,

BACA JUGA  Cerita Seks Mandi Sama

sejak mamang ciumin tubuh Dita tadi siang jadi suka terbayang2 sama Dita mang” begitu penjelasanku polos saat itu, dan dirinya mengatakan”iya neng, mamang juga tadi siang bener2 khilaf, dan mamang pun udah lama ga seperti ini apalagi neng Dita sekarang ini tambah cantik,putih mulus jauh sekali dibandingkan dengan istri mamang dulu ”katanya kecewa” lalu tanpa sadar saya berusaha untuk menghiburnya dengan refleks memeluknya dan ga terasa saya malah memegang kemaluannya diluar celananya dan terasa sekali telah mengeras,tidak terlalu besar tapi saat itu benar2 pertama kali saya memegangnya, mesikipun mang Sardi itu usianya 50 tahunan tapi tetap keras sekali kemaluannya itu, terasa saat dipegang.

Dan dirinya malah balas memelukku saat itu dalam keadaan basah kuyup dengan siraman sower kami saling memeluk jadi baju oblong yang dipake sama mang Sardi supir ku ikut basah juga akhirnya dengan cara diam2 saya bukakan kaos oblongnya sementara dirinya diam saja, dan terkesanlah dadanya yang berbulu dan kelihatan tetap tegap, lebih tegap dibandingkan dengan tubuh papah,

dia diam saja saat saya mencoba mengelus dadanya itu(seperti pada film2 porno yang saya tonton sama temen2 kampus) saya sempat bergetar kala mengelus dada yg berbulu itu, lalu dengan cara spontan dirinya membelai rambut saya yg basah dan tangannya itu dua2nya mengelus pipiku lembut sekali saya cuman terpejam seakan dielus sama papah yg selagi ini sibuk dengan pekerjaan kantornya.

Dan sesaat terdiam saat dirinya memegang bahu saya dan turun tangannya ke dada yg kiri sementara tangan kanannya mengelus paha dan kemaluan saya, saya sempat diam dan malah memaju mundurkan tubuh saat itu seakan menikmati setiap belaiannya itu, sambil tetap mata ini terpejam dan dengan cara refleks malah saya memeluknya erat sekali.

Dan tidak lama dengan posisi memeluk sambil berdiri itu saya dengan cara perlahan membuka gesper kulitnya seraya menurunkan celana panjang mang Sardi supir ku saat itu, dan seusai saya menurunkan celananya yg basah tersiram sower itu kemudian saya juga menurunkan celana kolor nya itu perlahan dan terkesanlah kemaluan laki2nya begitu mengkilat yang baru pertama kali saya lihat dengan cara nyata dan orisinil di usia saya yang saat itu 19 tahun(sekarang udah 20 tahun),

dan seusai terkesan itu dadaku tambah bergetar tidak karuan ketika saya mencoba untuk memegangnya dengan cara perlahan, dan dalam gengnggaman saya saat itu begitu hangat kemaluannya dan berdenyut seperti seekor burung, tapi meningkatkan penasaran untuk berbuat lebih jauh tanpa memikirkan lagi yang namanya logika mana maapabilan mana pembantu.

Mang Sardi supir ku saat itu juga sepintas saya lihat memejamkan mata yang pada akhirnya kami saling membelai, dimana mang Sardi membelai kemaluan saya yg terus basah dan hangat, sementara saya pun membelai kejantanan mang Sardi yg hangat itu, lama2 saya dengan cara naluri mengocok2nya seperti di film dan mang sardi seperti menikmati kocokan itu hampir sekira 15 menit saya mengocoknya.

sementara saya telah mencapai puncak kenikmatan ketika mang Sardi memasukan jarinya maju mundur ke dalam kemaluan saya. Dan seperti mau pipis tapi enak dan nikmat rasanya ketika tubuh saya bergetar dan mengeluarkan suara mungkin seperti ini ini yang saya ingat

“AAAhhhhhh..mmmmm.m.mmmmm..mm. .ennaakk mmaamang”sambil terus tanganku mengocok2 kejantanannnya itu, dan beberapa hari seusai saya merasa di puncak kenikmatan mang Sardi supir ku mengeluarkan pipis berwarna putih kental dan hangat belepotan di tanganku waktu itu yg akhirnya saya tau dari buku kalo itu merupakan cairan sperma laki-laki,

seusai itu dirinya melepaskan tangannya dari kemaluanku dan saya pun melepaskan kocokan di burungnya dan membersihkan tanganku yg penuh sperma dengan air sower, lalu mang Sardi menyuruhku menggunakan handuk dan tidur. Akupun naik ke atas dan ganti daster lalu tidur.

Selintas di jam dinding kamarku jam 9.30 malam, saya ga dapat tidur sama sekali, yg terlintas di bayanganku saat itu hanyalah kejadian demi kejadian hari itu yang betul2 pengalaman mengasikan yg diperbuat kami berdua yaitu saya dengan mang Sardi supir ku , dan seusai kejadian itu kami tidak jarangkali meperbuatnya disaat adeku dan ortuku tidak ada di rumah.

Terkadang mang Sardi saya ajak pura2 mengantarku pake mobil kesayanganku atau mobil papah dan kami meperbuatnya di beberapa tempat seperti dago, Lembang, Pangalengan dan tempat2 sejuk lainnya, pasti saja cari tempat yang aman tidak diketahui tidak sedikit orang, tapi hingga sekarang saya tetap tulen perawan sebab menurut mang Sardi, asal jangan dimasukin burungnya mamang, neng Dita bakal tetap perawan, demikian tuturnya, lama-kelamaan saya jadi jatuh cinta sama mang Sardi supir ku yang terpaut jauh usia diatasku.

Sebab mungkin saya mencari figur papah yg selagi ini kerap sibuk dinas di pekerjaannya. terserah pembaca mau percaya atau tidak tapi yg saya ceritakan ini terbukti adanya.

author
No Response

Comments are closed.