Judi Bola

Cerita Seks Dengan Atasanku

234 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Nyata ini bermula ketika saya mengikuti test penerimaan karyawan di suatu perusahaan di kota Mataram. Pada hari Sabtu jam 10.20 yang telah ditentukan, saya bakal diinterview pada session terbaru supaya lolos

“Saudara Andi, silakan” panggil resepsionis cewek itu mengundang saya ke suatu ruangan

Di ruangan itu telah duduk seorang wanita yang cantik, seperti bintang film mandarin yang nyatanya merupakan seorang Manager HRD Menggunakan setelan hem, dalamnya berwarna putih dan jasnya merah dan dipadu rok mini merah, kulitnya putih bersih sebab tetap ada keturunan tionghoa Saya perkirakan umurnya tetap muda kurang lebih 26 tahunan

“Permisi Bu ”

“Selamat pagi, silakan duduk” sapanya ramah mempersilakan saya duduk di sofa yang cuma dibatasi dengan meja kecil hingga kami saling berhadapan

“Oh ya, kenalkan saya Helen”
“Andi Bu” jawab saya sambil bersalaman dengannya
“Panggil Mbak aja ya”
“Iya Mbak”

Seusai agenda tanya jawab tentang bidang yang saya lamar dan bagaimana tasumsi dari perusahaan, akhirnya hinggalah pada pertanyaan yang terbaru

“Dulu apa pekerjaannya, Andi?” tanya Helen sambil menopangkan sebelah kakinya yang putih itu

Duh cantiknya cewek ini, udah putih, cantik lagi seperti bintang film Mandarin di Hongkong itu, pikirku Kuperkirakan tingginya 170 cm/56 kg dengan pinggang yang langsing, pokoknya seksi deh

“Sampai kini sih tetap sebagai free guide” jawab saya jujur
“Maksudnya ?”
“Pemandu tour lepasan untuk turis domestik, begitu”
“Oh gitu, sebenarnya perusahaan ini membutuhkan orang yang bernilai tinggi”
“Jadi maaf ya, Andi belum bisa memenuhi syarat yang ditentukan perusahaan”
“Nggak apa-apa kok Mbak, saya bisa menerimanya”
“Oh ya, saya cuma sebentar di Lombok ini, kira-kira dua mingguan”
“Maksud Mbak ?” tanya saya nggak ngerti
“Kalo saya minta Andi menjadi tour guide saya selagi dua minggu, berapa biayanya?”

“Terserah Mbak aja, pokoknya ditanggung puas deh jalan-jalan ke pulau Lombok” jawab saya bahagia, meskipun tidak bisa pekerjaan tapi ada order nih, cantik lagi

“Besok ya, jam 09 00 di hotel Senggigi Beach, saya tunggu”
“Ya Mbak, tentu saya datang”
“Permisi Mbak”
“Ya, silakan” jawab Mbak Helen mengantar saya keluar ruangan

Tepat jam 09 20 esoknya, saya hingga di hotel Senggigi Beach tempat Mbak Helen menginap

“Selamat pagi Mbak, kamar Mbak Helen yang mana ya?” tanya saya pada recepsionis hotel itu
“Oh, Pak Andi ya, telah ditunggu di lobi hotel sama Bunda Helen”
“Terima kasih Mbak”
“Sama-sama”

Nyatanya Mbak Helen telah menantikan di lobi dengan kaos ketat berwarna biru hingga samar-samar kelihatan payudaranya yang tetap terbungkus BH menonjol di balik kaos gaulnya dan dipadu celana panjang jins, kelihatannya jauh sekali dari formalitas

“Maaf Mbak, kelamaan nunggu ya?”
“Nggak apa-apa kok, tapi panggil Helen aja ya”
“Ya Mbak E Eh Helen”
“Andi, bisa nyopir khan?”
“Bisa emangnya kenapa”
“Tadi saya pinjam mobil kantor untuk jalan-jalan”
“Oh, bisa kok Mbak, sehingga kami nggak butuh pake taksi”
“ Helen pengin liat tempat gerabah dulu ya”
“Ya, ayo kami pergi sekarang” ajak saya sambil menggandeng tangannya, rupanya Helen tidak keberatan saya gandeng tanggannya yang putih mulus itu

Pada jam 09 40 kami pergi ke desa Banyumulek, tempat gerabah khas Lombok yang luarnya menggunakan aenjoy rotan itu, jaraknya di luar kota Mataram Seusai hingga, Helen membeli berbagai gerabah hingga jam 12 10 dan kami kembali lagi ke Mataram untuk makan siang

“Terus mau kemana lagi Helen?” tanya saya padanya dalam mobil yang bakal menuju hotel
“Temenin saya berenang yuk”
“Ayo, tapi saya nggak bawa baju renang nich”
“Ah, gampang kelak saya beliin, gimana?”
“OK boss”

Maka hinggalah kami di hotel Senggigi Beach, nyatanya kolam renang tidak begitu ramai dengan orang, cuma ada berbagai bule sedang berjemur

“Tunggu di sini ya Ndi, saya mau ganti baju dulu” celoteh Helen sambil berlalu ke ruang ganti

Seusai berbagai saat, wow Helen telah berganti dengan baju renang yang seksi sekali, berwarna putih selaras dengan kulitnya dan payudaranya menonjol dari balik baju renangnya

“Ayo Ndi, kok bengong aja” katanya mengagetkan saya dan kami pun berenang di dalam kolam yang lumayan besar itu

Kami berenang hingga jam 17 10 sore dan lalu Helen mengundang saya mengakhiri dulu agenda renangnya

“Sampai besok ya Ndi”
“Ya, hingga besok Helen” jawab saya sambil menelan ludah sebab membayangkan alangkah putih dan seksinya Helen menggunakan pakaian renangnya itu

Beruntung sekali apabila saya bisa memeluk alias bahkan making love dengannya Ah tapi itu cuma gambaran saya saja untuk making love dengannya Hari berikutnya saya antar Helen ke pemandian alam Suranadi, tempat air tahan lama muda di Narmada, dan berbagai tempat wisata lainnya

“Kita ke mall yuk” ajak Helen sambil menggandeng tangan saya mesra bagaikan sepasang kekasih saja

“Ada agenda apa nich ke mall?” tanya saya sambil melirik Helen yang duduk dengan santai dan seenaknya, bahkan kadang-kadang rok mininya menunjukan hampir separuh lebih pahanya yang putih mulus hingga si boy sehingga tidak tenang, kapan ya bisa bergesekan dengannya, tentu sedap, pikirku

“Saya mau beli pakaian atas nich” jawabnya

BACA JUGA  Cerita Seks Pesta Bertukar Pasangan

Selama sepuluh hari berlalu, kami telah menjadi bersahabat sekali Siang itu Helen mengenakan kaos ketat putih berfoto panda yang dipadu dengan rok jins mini berwarna biru dengan sabuknya yang besar, saya tidak tahu apakah ini model baju gaul jaman kini alias kreasi Helen sendiri

Mall itu sungguh ramai pada saat hari Minggu, hingga saya bisa menggandeng pinggang Helen yang ramping itu dan wangi tubuhnya sungguh harum sekali Rupanya Helen tidak keberatan saya peluk pinggangnya Ini baru lumayan, pelan-pelan ada peluang nih para pembaca ceritaseks15.com

“Kita cari baju yuk” ajaknya ke toko baju dalam mall tersebut
“Okey ”
“Ini keren nggak Ndi?” tanyanya sambil menunjukan hem merah
“Keren juga kok Helen, cobain aja” jawabku
“Iya deh” jawabnya sambil menuju ruang ganti

Tentu saja saya mengikutinya dan menolong menutup kain tempat mencoba baju itu, tetapi yang membikin saya berdebar-debar, nyatanya ada lubang sedikit untuk mengintip ruang ganti itu, mungkin saja Helen tidak tahu alias pura-pura tidak tahu

Pertama-tama Helen membuka kaos ketat warna putihnya hingga kini tampak kelihatan BH warna kuningnya yang sungguh indah, membikin si boy langsung berdiri, kemudian ia mencoba hem merah itu dan nyatanya pas sekali dengan bentuk tubuh Helen Seusai tepat dan bayar harganya, saya mengundang Helen mencoba naik cidomo (seperti dokar yang ditarik oleh kuda), sedangkan mobil tetap diparkir di Mall supaya aman

“Gimana Helen, rasanya naik cidomo?” tanya saya sambil memperhatikan rok mininya yang tadi agak tersingkap pada saat naik cidomo hingga kelihatan sedikit celana dalamnya yang berwarna putih polos Si boy langsung berdiri hingga celana jins saya sehingga sesak

“Lucu ya, naik cidomo begini”
“Ya, ini namanya kendaraan tradisional khas daerah sini”
“Oh, gitu ”

Seusai bolak balik naik cidomo, kami kembali ke hotel supaya Helen bisa beristirahat

“Ndi, kalian tadi ngintip saya ya?” tanya Helen tiba-tiba sambil menatap saya lekat
“E Eh Ya Nggak sengaja kok” kata saya tergagap-gagap sebab kaget bahwa Helen tahu tadi saya memperhatikan wilayah pribadinya Saya pasrah saja kalau bakal dimaki alias bahkan diusir
“Mmh Gitu ya”
“Maaf ya Helen, saya nggak sengaja kok, kalo Helen nggak suka saya bisa pergi kini kok” jawab saya sambil bakal meninggalkannya
“Tunggu Ndi, sebenarnya Helen nggak apa-apa kok”
“Terima kasih kalo begitu” jawab saya yang tidak sehingga meninggalkannya, bahkan sempat duduk di hadapannya kembali
“Gimana badannya Helen?” tanyanya lagi dengan antusias

Wah ada peluang lagi, saya ingin berusaha membujuk Helen supaya mau making love dengan saya siang ini, paling-paling ditolak alias diusir, itu resikonya

“Seksi sekali” jawabku
“Yang bener” tanyanya memastikan
“Abis bodinya Helen seksi sich, rajin fitness ya”
“Iya, ini dampak latihan fitness”
“Ndi, masuk kamar yuk, soalnya panas di luar” ajak Helen tiba-tiba sambil menggandeng tangan saya masuk kamar kelas VIP itu, sungguh kamar yang keren sekali

Tiba-tiba HP Helen berdering, dan Helen menjawab HP-nya sambil duduk di sofa Wow, kini dengan jelas sekali kelihatan CD-nya yang berwarna putih sebab duduknya yang agak membuka kedua pahanya itu Sungguh pemandangan yang indah sekali Seusai Helen menutup HP-nya, Helen menatap saya dengan pandangan yang lain

“Ada apa Helen?” tanya saya sambil duduk di sampingnya
“Mungkin satu alias dua hari lagi saya kembali ke Jakarta” jawabnya sambil menyandarkan kepalanya pada pundak saya
“Lho, kok cepat sekali” tanya saya sambil mengelus pundak kirinya pelan
“Biasa, panggilan dari bos besar ” jawabya sambil mengusap-ngusap paha kiri saya dengan mesra
“Gimana kalo sekarang, Andi kasih hadiah”
“Hadiah apa, tentu asyik nih?” celoteh Helen penasaran sambil menatap saya serius
“Gimana, kalo hadiahnya berupa ciuman”
“Hush, ngawur kamu, khan udah kukasih liat” celotehnya sambil nyengir
“Lho, ini khan ada rasanya” jawab saya nggak mau kalah sambil tangan kanan saya mengusap-usap pipinya yang putih mulus
“Geli tau ” tolaknya manja
“Lama-lama enak kok” rayu saya sambil mencium lehernya, bahkan menjilatinya sedikit demi sedikit supaya Helen merasakan rangsangan
“Jang An Ndi Kalian Nakal ” sentak Helen sambil mendorong tubuh saya, tetapi dorongannya malah membikin kami berdua jatuh ke sofa dengan posisi saya menindih Helen

Peluang itu tidak saya sia-siakan sebab langsung saja saya cium bibirnya yang merah basah Berbagai saat Helen tetap memberontak lemah dan pergumulan itu terus membikin tangan kanan saya menekan-nekan payudaranya yang tetap terbungkus kaos dan tangan kiri saya memegang kepalanya

“Mmh ” guman Helen sebab mulutnya penuh oleh lidah saya yang berusaha membelitnya dan kembali ke lehernya yang putih bersih, terus menjilatinya dengan gemas
“Sst Jann Ngan Sst ” celotehan dan sedikit rintihan Helen membikin saya tahu bawah Helen kini agak terangsang, dan perlawanannya telah mulai terus lemah
“Aduh Sst Ndi Pelan-pelan ” rintihnya sambil memegang tangan saya yang sedang meremas payudaranya

Tangan saya kembali bergerilya ke bawah punggungnya, dan berusaha melepas BH putihnya hingga akhirnya lepas juga Dengan tiba-tiba BH itu disentak oleh Helen sendiri hingga lepas ke lantai dan hebat kaosnya hingga ke atas Tampak jelas payudaranya yang putih mulus dengan putingnya yang telah berdiri kencang

BACA JUGA  Cerita Seks Tante Gatal

“Ndi Pakai kondom ya ?” pinta Helen sambil meraba-raba si boy dengan pelan
“Ya Helen ” jawab saya sambil membuka kondom yang telah saya persiapkan dari tadi Helen kini telah melepas kaos ketatnya hingga tinggal tersisa rok mini dan CD putihnya

“Tunggu Helen, biar saya saja yang kelak melepasnya” cegah saya saat menontonnya bakal membuka roknya, dan kini saya juga telah membuka pakaian dan celana panjang hingga bugil tinggal tersisa CD saja

“Ini rahasia kami berdua lho” bisik Helen sambil menatap saya tajam dan saya lihat di matanya ada keinginan yang terpendam dan telah lama tidak tersalurkan

“Oke boss ” jawab saya sambil menciumnya dengan hangat dan disambut dengan gemas oleh Helen, bahkan tangan saya dengan leluasa meremas payudaranya yang kiri dan kanan dengan cara bergantian Kemudian ciuman saya turun ke payudaranya dan melumatnya, menghisap bahkan menggigit putingnya hingga Helen merintih Itu saya perbuat selagi berbagai menit

“Sst mmh terus sst ke bawah dikit sst ” pinta Helen sambil merintih tidak karuan sambil mendorong kepala saya memintaku mencium dan menjilat pusarnya

Tangan kanan saya juga aktif merayap pada pahanya dan terus naik ke bawah hingga masuk ke dalam roknya dan menyentuh vaginanya yang terbungkus CD Saya usap-usap berbagai menit, kemudian tangan saya masukkan ke dalam CD putihnya dan mengorek-ngorek lubang vaginanya hingga mengeluarkan cairan

“Sst Ndi Aduh Geli Sst ” rintih Helen sambil berusaha membuka roknya Sebab birahinya telah lumayan tinggi, saya bantu untuk membuka rok beserta CD-nya hingga Helen bugil sama sekali dan kelihatan bodinya yang padat dan montok

“Ayo Ndi, buka juga dong, kok bengong ” pinta Helen tidak sabar sambil membuka CD saya dan keluarlah si boy dengan tegaknya Helen hingga tercengang menonton si boy yang agak bengkok ini

Bagaimana saya tidak bengong menonton cewek cantik putih mulus dan seksi di hadapan saya dengan ukuran payudara 34B ini Kami sama-sama bugil kini dan saya mengambil posisi agak berjongkok untuk menghisap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus dan tercukur rapi, sedangkan Helen tiduran di sofa sambil membuka pahanya agak lebar

“Lho, kok bengong” tanya Helen sambil mengajar kepalaku supaya lebih dekat pada vaginanya

“Ehh ” jawabku kaget tapi cuma sesaat sebab berikutnya, vaginanya telah saya jilat, yang pada awalnya baru pada bibir vagina dan lama-kelamaan pada lubang vaginanya mencari biji kacangnya dan menghisapnya lebih keras, bahkan bulu-bulu halusnya juga ikut tersapu dengan jilatan dan hisapan saya

“Sst Oh Yes Sst Mmh ” rintih Helen panjang sambil menggerakkan pinggulnya ke atas hingga wajah saya terbenam semua dalam permukaan vaginanya Sementara tangan kiri saya meremas-remas payudaranya silih berganti dengan dibantu tangan Helen sendiri

“Sst Teru Ss Ndi Sstss Mmh Sst Saya Kelu Ar Arkh ” jerit Helen sebab dengan tiba-tiba menjepit kepala saya dengan kedua pahanya

Rupanya Helen telah mengalami orgasmenya yang pertama sejak making love sebab saya tahu begitu tidak sedikit cairannya yang keluar

“ Helen, mau nggak isep si boy?” tanya saya menghentikan gerakan menghisap cairan vaginanya sambil menyodorkan si boy padanya
“Mmh Gimana ya, Helen belum sempat tuch” jawabnya gengsi sebab mungkin Helen terbukti belum sempat menghisap kemaluan cowok

“Gini, kuajarin, Helen lumat aja dan jilat dulu kepalanya ya” bujuk saya sambil mengajar Helen duduk di sofa dan saya berdiri di hadapannya mengulurkan kontol Tangan kanannya saya arahkan untuk memegang kontol saya dan memintanya mengocok pelan

“Begini ya ?” tanya Helen sambil mengocok kontol saya pelan dan mengurutnya hingga si boy terus keras saja

Rupanya si Helen cepat belajarnya, dan saya terus menikmati making love ini

“Keren Kini kulum Helen Sst Ya Gitu ” pinta saya lirih sebab dengan cepatnya Helen mengulum kepala kontol saya dan terus lama terus ke dalam hingga kontol saya hingga masuk semua pada mulutnya, bahkan kadang-kadang tanpa diminta, Helen menjilati buah zakar saya tanpa jijik dan kembali mengulum dan menghisap kontol saya dengan irama yang kadang cepat kadang pelan

“Sst Udah Helen Lumayan ” pinta saya sebab telah tidak kuat menahan hisapan Helen yang terus lama se makin liar saja
“Ayo Ndi, Helen udah nggak tahan nich ” jawab Helen sambil memasangkan kondom pada kontol saya

Kemudian Helen rebah telentang lagi di sofa dengan tetap memegang kontolku yang telah menggunakan kondom dan mengarahkannya pada bibir vaginanya Kontol saya gesek-gesekkan dulu pada bibir vaginanya untuk pemanasan hingga membikin Helen mendesis kegelian

“Sst Geli Ndi Udah masukin aja ”
“Auwh Sst Pelan Sst ” jerit Helen sebab kepala kontol saya telah masuk setengah pada vaginanya dan akhirnya masuk semua dalam vaginanya

“Sst Aduh Mmh Sstss ” rintih Helen begitu kontol saya masuk semua dan menggoyangkan pinggulnya dengan pelan Saya juga memompa kontol saya keluar masuk vaginanya dengan perlahan dan terus lama makin cepat

“Sst Ndi Mmh Sst Ce Petan Sst ” pinta Helen pada saya sebab saya memperlambat sodokan kontol saya
“Mmh Nah Gitu Ter Us Ssttss ”

BACA JUGA  Cerita Seks Adegannya Ku Rekam

“ Helen En Ak Nggak Sst ?” tanya saya tersengal-sengal sebab Helen terus aktif memutar-mutar pinggulnya, bahkan tangan kanannya memegang pantat saya dan menekannya dengan keras hingga kontol saya terus dalam masuk ke vaginanya

“Sstss Enak Ndi Sstt ” jawabnya lirih sebab kedua tangan saya silih berganti meremas payudaranya yang kadang-kadang saya isap puting susunya bergantian

“Sstssrtt Udah Ndi Kelu Arin Samaan Sst ” pinta Helen yang rupanya telah tidak tahan pada sodokan kontol saya yang keluar masuk makin cepat diimbangi pula dengan cepatnya goyangan pinggul Helen

“I Ya Helen Sst ” desis saya lirih sebab saya dengan kuat juga diputar-diputar oleh pinggul Helen yang kencang itu hingga kontol saya rasanya senut-senut dijepit oleh vaginanya

Berbagai puluh menit saya dan Helen meperbuat making love itu dengan bersemangat hingga kepala Helen menoleh ke kiri-ke kanan tidak beraturan Rupanya pertahanan saya telah bakal bobol dan akhirnya saya memberi instruksi pada Helen disertai dengan pelukan Helen yang makin kencang

“Sst Ayo Helen Sst ”
“Ssrtrrsst Arkhkk ” jerit Helen melengking sambil menjepit kontol saya dengan erat, disertai sodokan kontolku yang makin cepat dan akhirnya

Crot croot croot Tiga kali tembakan saya muntahkan dalam vaginanya tapi tetap di dalam kondom Helen akhirnya lunglai sambil memeluk saya dengan hangat

“Hahh Lega rasanya ”
“Gimana rasanya Helen?” tanya saya sambil membelai rambutnya yang harum itu
“Enak gila” jawabnya sambil tersenyum

Selama dua hari, sejak kejadian itu saya tidak jarang meperbuat making love dengan Helen, bahkan tidak jarang Helen yang mengawali lebih dulu Akhirnya pada hari terbaru saya mengantar Helen ke bandara Selaparang Hari tetap pagi kira-kira jam 05 25, sebab pesawatnya bakal pergi jam 07 00 Mungkin Helen tetap ingin curhat pada saya tentang berbagai hal

“Wah, tetap sepi ya ”
“Iya Helen, baru kami aja yang datang, tapi nggak apalah, kami khan bisa ngobrol” jawab saya santai
“Iya, ya”

Pagi itu Helen mengenakan hem yang baru dibelinya dan dipadu dengan rok jins mini kesukaannya yang berwarna putih Seusai mengobrol kurang lebih lima belas menit, Helen kelihatannya gelisah dan mengundang saya ke toilet wanita

“Saya tunggu di sini ya”
“Udah ayo masuk, mumpung nggak ada orang” pinta Helen sambil menggandeng tangan saya masuk ke toilet wanita itu

Lalu kami masuk ke kamar mandi di pojok yang kosong Gila juga Helen, kelak kalau ada yang tahu bagaimana, pikirku Belum sempat saya berpikir panjang, Helen telah melepas celana dalamnya yang berwarna merah dan mendorong saya duduk di atas toilet modern itu

“Eh Helen Gimana kalo ada orang nich” jawab saya bingung, tapi akhirnya saya lepas juga celana jins beserta CD saya hingga si boy nongol dengan tegaknya
“Sst Udah diam aja kamu” jawab Helen sambil meremas kontol saya hingga tegak sempurna
“Tapi belum pake kondom nich”
“Nggak usah, Helen pengin yang original, ayo ” pintanya sambil mengarahkan kontol saya pada vaginanya

Saya juga menolongnya dengan memegang pantatnya hingga masuk semua kontol saya pada vaginanya Posisi saya yang duduk terbuktiku Helen dan Helen berhadapan dengan saya mengdampakkan tekanan vaginanya lebih terasa

“Sst Ndi Ayo Cepetan Sst ”
“Iya ” jawab saya sambil dengan cepat menyodokkan kontol keluar masuk vaginanya

Untung saja pagi itu belum ramai oleh penumpang dan toilet itu belum ada yang mendatanginya hingga Helen dan saya bisa making love dengan nikmat yang bercampur dengan perasaan berdebar-debar

“Sst Sayang Cepet Ssrrtt ” rintih Helen sambil menggoyang pinggulnya dengan liar
“Sst Mmhmm Ssrttss ” desisnya

“ Helen Sst ” desis saya lirih sambil tangan saya melepas kancing hemnya dan masuk ke dalam BH-nya dan meremas payudaranya dengan pelan, bahkan kadang-kadang saya cium juga bibirnya yang merah basah dengan gemas, yang dibalasnya dengan ciuman yang liar juga

“Ssrtss Ssttrtss ” rintih Helen pelan sambil mempercepat goyangan pinggulnya

Dan akhirnya kegiatan yang berjalan tidak lebih lebih 40 menit itu saya akhiri dengan mempercepat sodokan kontol saya dengan cepat hingga akhirnya muncratlah lahar putih saya dalam vaginanya dengan keras tanpa penghalang kondom

“Sst Arkhkk ” jerit Helen sambil memeluk saya dengan erat sebab bersamaan dengan keluarnya lahar putih saya, juga keluar lahar putih dari Helen Hingga berbagai saat saya dan Helen tetap menikmati sensasi making love itu dengan berciuman lembut

“Trim’s ya Ndi ”

“Sama-sama Helen, kapan-kapan main-main ke Lombok dan making love lagi ya” jawab saya sambil memselesaikan celana dan baju, begitu pula dengan Helen yang mengganti celana dalamnya dengan yang berwarna hijau lumut

Seusai rapi, saya dan Helen keluar toilet untuk mengobrol lagi menantikan pesawat yang tetap belum pergi juga Berbagai saat kemudian baru Helen pergi ke Jakarta dengan mengangkat dan meninggalkan sejuta kenangan dampak making love denganku

Selamat jalan Helen, terima kasih atas amplop dan kenangan making love nya dan ijinmu supaya saya bisa mengirimkan cerita pengalaman kami berdua ini.

author
No Response

Comments are closed.