Judi Bola

157 views
,5 / 5 ( 1votes )
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Halo kenalin ya, aku yang punya cerita ngeseks nih, namaku Rian waktu aku baru menikah dengan isteriku aku tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil dengan kondisi rumah yang sangat sederhana. Kamar mandi kontrakanku bersebalahan dengan kamar mandi tetangga belakang rumahku. Bahkan pintu belakang rumah kita bisa menuju rumah tetanggaku sebab pintu belakangnya berhadap-hadapan yang langsung menuju kamar mandi.

Cerita ngentot ini berawal ketika Ketika itu aku belum begitu kenal dengan tetanggaku itu tapi aku telah mendengar dari isteriku bahwa tetanggaku isterinya cantik dan putih mesikipun badannya agak besar sedikit. Aku jadi penasaran ingin tahu seberapa cantik tetanggaku itu. Pada sebuahRiani kamipun berjumpa dan berkenalan dengan suami dan isteri tetanggaku mereka bernama Mas Andre dan Mbak Lina. Mbak Lina tetap muda sekali bahkan lebih muda dari aku berbagai tahun. Kamipun menjadi akrab.

Mas Andre mempunyai usaha sendiri di bidang accu mobil dan motor di dekat rumah mertuanya yang lumayan jauh dari tempat tinggal kami. Mas Andre rutin pergi pagi dan pulang maghrib. Sebab telah terlalu bersahabat aku dan isteriku tak jarang nonton TV di rumah mereka, maklumlah kita tetap baru menikah jadi belum punya barang apa-apa hanya lemari plastik, ranjang dan peralatan dapur bahkan kita tetap sama-sama kuliah.

Sebab saking akrabnya aku telah tak sungkan lagi untuk masuk ke rumah mereka. Pada sebuahsiang, ketika isteriku sedang pergi kuliah dan aku sendirian di rumah aku bertandang ke rumah tetanggaku untuk nonton TV. Kebetulan di rumahnya hanya ada Mbak Lina dan anaknya yang baru berusia 2 tahun.

Sewaktu nonton TV kita mengomentari mengenai film yang kebetulan mengenai percintaan. Terus asyik mengobrol isteri tetanggaku menanyakan mengenai bagaimana hubungan sex ku.. tadinya aku kaget sewaktu dirinya bicara mengenai ngeseks, lalu aku beranikan diri untuk menanyakan bagaimana hubungan ngeseks mereka.

Mbak Lina bilang bahwa dirinya belum sempat merasakan enaknya ngeseks sebab suaminya tak sempat meperbuat pemanasan. Lalu aku berlagak tak sedikit pengalaman memberbagi petunjuk dirinya bahagia sekali mendengarnya.

Ketika itu Mbak Lina sedang menyusui anaknya lalu aku goda dirinya dengan gurauan yang berbau sex dan aku goda juga anaknya dengan memegang payudara Mbak Lina untuk melepaskan pentilnya dari mulut anaknya seolah-olah aku melarangnya menyusu lagi sebab terbukti anaknya telah terlalu besar untuk menyusui.

Nyatanya Mbak Lina diam saja, seusai itu dirinya menyuruh anaknya main keluar. Seusai anaknya pergi aku beranikan diri untuk mendekatinya dan memeluknya, tanpa berfikir panjang aku langsung mengecup bibirnya dan kita berciuman, nyatanya Mbak Lina membalas ciumanku dengan erangannya yang merangsang.

Lama kita saling berpagut ciuman hingga Mbak Lina mengerang semacam keenakan kemudian aku mainkan payudaranya yang besar dan aku mainkan pentilnya dengan jari-jemariku. Sebelumnya dirinya telah bilang bahwa vaginanya telah basah dari sewaktu kita ngobrol mengenai ngeseks. Kemudian seusai puas kita berciuman aku bimbing Mbak Lina untuk tiduran dan aku beralih posisi di atas badannya.

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Janda Muda

Kamipun berciuman lagi sambil aku tekan tonjolan penisku yang telah menegang di balik celanaku. Aku gesek-gesekkan penisku di vaginanya dengan tetap menggunakan pakaian lengkap. Pasti saja Mbak Lina terus liar merasakan rangsangan yang aku timbulkan di daerah kemaluannya. Rasanya aku telah tak bisa menahan penisku lagi yang telah begitu menegang dan ingin rasanya aku masukkan ke dalam celah vaginanya.

Tiba-tiba aku mendengar suara ketuk pintu, kemudian aku hentikan ciumanku dan kita saling menatap dengan penuh kesal dan sedikit marah sebab mengganggu kita yang sedang nikmatnya memadu kasih. Aku tak bisa meneruskan ciuman lagi dan tanpa fikir panjang aku langsung pulang dengan hati sedih dan penisku tetap menegang 100%, aku terus gelisah sebab tak bisa menyalurkan gairah sex ku lagi.

Kemudian Aku ke kamar mandi dan mencoba mengingat kembali momen tadi dengan Mbak Lina sambil aku bermasturbasi. Tiba-tiba terdengar suara orang mandi di rumah kontrakan sebelahku, kemudian aku melongok dan kulihat seorang gadis cantik, putih mulus sedang mandi telanjang bulat. Aku berhayal lagi hingga akhirnya aku bisa menyalurkan sexku lewat masturbasi.

Seusai kejadian itu aku tak mempunyai waktu lagi untuk berduaan dengan Mbak Lina sebab tidak hanya isteriku tak jarang di rumah akupun sibuk dengan kuliahku. Seusai beberpa bulan kita tinggal di rumah kontrakan tersebut kamipun pindah rumah.

Dengan sedikit berat hati Mbak Lina melepaskan kita pindah rumah, namun aku tetap menitipkan berbagai barang di rumahnya sebab tak muat dalam mobil. Seminggu kemudian aku datang siang Riani ke rumah Mbak Lina untuk mengambil barangku. Kebetulan Mbak Lina sedang berduaan dengan anaknya.

Pikiran kotorku mulai muncul, “Inilah saatnya aku bisa bermain cinta dengannya”. Seusai mengobrol berbagai saat aku memberbagi uang terhadap anaknya dan menyuruhnya jajan di luar. Peluang itu tak aku sia-siakan, seusai anaknya pergi aku langsung menciuminya dan diapun membalasnya bahkan dengan erangan yang lebih liar dari sebelumnya.

Sambila berciuman tanganku langsung kuarahkan ke dalam celana dalamnya dan memainkan gundukkan rambut kemaluannya dengan mengelus-elusnya. Kemudian mulutku beralih ke gundukan dua bukit yang menggemaskan. Kumainkan lidahku di kurang lebih puting sambil tanganku tetap bermain di celah kemaluannya. Mbak Lina tak bisa menahan seranganku sebab rangsangan yang aku berbagi membikinnya terus mengerang dan memelukku erat-erat.

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Pramugari Genit

Aku buka resluiting celana jeansku kemudian tangan Mbak Lina ku bimbing untuk memainkan penisku yang telah mulai tegang. Dengan lembutnya Mbak Lina mengelus dan mengocok penisku. Keruan saja terus lama penisku terus tegang keras, dan rangsangan yang timbulkannya membikinku ingin sesegera mungkin memasukkannya ke liang kenikmatan Mbak Lina.

Kami berdua telah tak bisa menahan rangsangan lagi selanjutnya aku berjongkok untuk membuka celana singkat dan celana dalamnya. Kita sempat saling bertatapan seolah-olah telah tak bisa membendung lagi gairah yang timbul dan ingin secepatnya memasukkan rudalku ke celah kemaluannya. Dengan hanya membuka setengah celana jeansku sebatas dengkul aku mulai mengambil alih posisi di atasnya.

Untuk memberbagi sensasi yang lebih aku gesekkan penisku di kemaluan Mbak Lina jadi membikin Mbak Lina tak kuat menahan rasa geli. Lama aku menggesek-gesekan penisku di atas celah kemaluannya hingga aku lihat Mbak Lina telah tak tahan lagi, kemudian kau masukkan rudalku ke celah kemaluan Mbak Lina yang wangi.

Perlahan aku tusuk rudalku dan Mbak Lina membuka lebar-lebar kakinya supaya mempermudah rudalku masuk ke celah kewanitaannya. Perlahan tapi pasti kejantananku memasuki celah kenikmatan Mbak Lina dan eranganpun keluar dari mulut Mbak Lina yang terus liar: “Oohh.. ohh Mas.. enak”.

Sambil memegang panggul dan pantatku Mbak Lina menolongku memasukkan dan mengeluarkan penisku dari celah kemaluannya. Pada saat rudalku menusuk Mbak Lina menekan pantatku jadi seluruh penisku masuk semuanya ke dalam celah kenikmatan tersebut sambil aku putar pantatku.

“Oohh enak Mas.. terus.. Mas terus.. yang cepet ooh.. enak”.

Vagina Mbak Lina terbukti kuakui benar-benar lain dan mempunyai daya tarik dan daya rangsangan yang tinggi. Sewaktu aku hebat dan memasukkan penisku ke dalam kemaluannya sensasi yang aku terima begitu dasyat sekali sebab dinding vaginanya menyempit ketika penisku masuk dan memijit-mijit batang penisku, ini sensasi yang baru buatku.

Begitu nikmatnya vagina Mbak Lina, tidak hanya batang penisku dipijit-pijit oleh dinding vaginanya juga penisku serasa disedot setiap kali penisku di dalam vaginanya. Mesikipun ukuran penisku standar tak seukuran orang bule tapi sensasi celah vagina Mbak Lina seolah-olah menyempit. Kita berdua saling mengerang kenikmatan, terlebih-lebih aku sebab nikmatnya yang tiada tara.

Peluh keringat terus mengucur dan Mbak Lina tetap tahan dengan gempuran rudalku. Kepala Mbak Lina terus bergerak ke kiri dan ke kanan sambil terus tak henti-hentinya mengerang dengan mata tetap tertutup merasakan kenikmatan gesekan rudalku. Aku ingin berganti posisi di bawah untuk meningkatkan sensasi tapi Mbak Lina menolaknya sebab takut dirinya tak memperoleh orgasme yang sebentar lagi bakal datang.

Dengan sedih aku menuruti kemauannya mesikipun aku merasa dengan posisinya di atas kenikmatan yang hebat bakal kita peroleh. Aku terus mempercepat gerakanku dengan maju mundur. Terus cepat gerakkanku terus aku merasakan ledakan bakal keluar dari dalam tubuhku. Aku tak tahan lagi dengan sensasi yang diberbagi oleh celah kemaluannya Mbak Lina yang dasyat itu, maka aku merasakan orgasmeku bakal datang.

BACA JUGA  Cerita Seks Guru Binal

“Mbak enak banget.. ohh.. aku sampe nggak tahan nih.. ohh enak”

“Ohh Mas eenaak.. sekali.. terus Mas.. terus.. oohh.. hmm” aku terus tak tahan dengan erangannya yang membikinku terus bernafsu.

“Ohh Mbak aku mau keluar Mbak.. bareng Mbak”..
“Oohh aku juga.. enak.terus.yang kenceng Mas.. ohooh.. Mas aku keluaarr.. hmm”
“Aku juga Mbak.. oohh.. aku keluar Mbak”.

Lalu aku muncratkan spermaku di dalam vaginanya sambil aku peluk dirinya dan kukulum bibirnya yang mungil dan kita saling berpagutan berciuman merasakan kenikmatan yang sedang berjalan. Terus kencang spermaku keluar terus kencang aku mencium dan menyedot bibirnya yang pasti saja membikinnya terus menyedot pula dan mencengkeram dan memelukku erat sebab tak tahan dengan nikmatnya orgasme seusai ngeseks.

Kami berdua sama-sama lemas dan tetap merasakan sisa kenikmatan ngeseks yang terbaru. Sambil tetap terus berciuman dan rudalku tetap menancap di celah kemaluannya. Denyutan dari dinding kewanitaan Mbak Lina tetap bisa aku rasakan di batang rudalku yang begitu nikmatnya.

“Aku bahagia Mas bisa ngeseks sama Mas,.. aku nggak nyesel kok” katanya sewaktu kita tetap berpelukan.

“Aku juga seneng Mbak.. enak banget.. abis memek Mbak legit sih.. he he.. ” candaku

“Mas bisa aja ah.. ” sambil mencubit pinggangku Mbak Lina menunduk malu dan bahagia dengar pujianku.

kemudian kita membersihkan diri bersama-sama dan seusai itu berciuman lagi sambil berpelukan. Lama kita berpelukan hingga pada akhirnya aku pamitan sebab takut suaminya pulang alias tetangga yang lain bakal curiga. Dengan pandangan mata yang sendu Mbak Lina melepas aku pergi, aku tahu bahwa sebetulnya dirinya tetap mengharapkan penisku untuk dimasukkan ke dalam celah kemaluannya lagi tapi sebab sesuatu faktor dirinya mengerti tak mungkin meperbuatnya lagi.

Ini merupakan pengalaman yang tak bisa aku lupakan sebab hingga sekarang belum sempat aku merasakan vagina yang senikmat Mbak Lina. Sebetulnya aku ingin sekali lg mencicipi vaginanya Mbak Lina tapi seusai kejadian itu kita tak sempat berjumpa lagi sebab rumahku dan rumahnya berjauhan, tidak hanya itu aku dengar bahwa mereka juga telah pindah rumah ke orangtuanya.

Kabar yang terbaru aku dengar bahwa suami Mbak Lina, yaitu Mas Andre menikah lagi jadi Mbak Lina di madu dan Mbak Lina terus kesepian saja. Demikianlah sepenggal pengalamanku yang sangat mengasyikkan.

author
No Response

Comments are closed.