Judi Bola

Cerita Seks Yang Sangat Melelahkan

228 views
Casino Uang Asli

Cerita Sex – Ketika itu aku baru tersadar pertama kali merasakan tidur siang dikawani Nani si pacarku serta dengan leluasa menikmati keindahan tubuh gadis yang telah menantikan untuk kugauli lagi seusai sebelumnya pernah bersamaku menikmati permainan di atas ranjang yang pertama. Dengan segudang perasaan birahi yang tidak terbendung, aku buru-buru untuk segera menemuinya.

Begitu hingga kamarnya, Nani telah menyambutku dengan tubuhnya yang begitu sensual, sengaja menonjolkan bentuk tubuhnya di balik bajunya yang ketat di atas pusarnya serta celana singkat yang ketat juga, menonjolkan pantatnya yang bulat sintal. Kuperhatikan buah dadanya yang tidak berbalut bra lagi tercetak jelas di bajunya hingga putingnya pun menonjol jelas.

Segera tubuhnya menghambur memeluk tubuhku, bibirnya langsung menyerbu mengulum bibirku dengan ciuman seakan tidak mau lepas lagi. Sambil terus Nani menggelayut tubuhku, lidahnya tidak hentinya bermain di dalam mulutku terus ganas.

“Maas.. eehmmh.. Nani telah kangen..” demikian keluh manjanya meski belum lama kutinggal tidur berbagai jam yang lalu, merasakan alangkah sepinya dirinya menantikaniku tertidur di sampingnya.

“Kenapa tadi nggak bangunin saja..” tanyaku, meskipun badanku tetap merasakan lesu baru bangun tidur seusai siang itu menggauli Nani hingga berbagai kali.

“Ahh, nggak enak.. ngeganggu orang lagi pulas tidur.. Mas, telah lapar belum?” tanyanya dengan manja dengan tetap menggelayut di pundakku.
“Yaah, lapar juga.. Kenapa?” tanyaku lagi.
“Ya makan dulu, yuk..” seraya dirinya terus menggayut di pundakku menuju ke meja makan.

Nani telah menyiapkan masakan untuk makan siang saat aku sedang istirahat tidur tadi, serta kini telah terdapat di meja. Segera saja aku menghampiri untuk bisa segera mengganjal perutku yang terasa lapar. Begitu aku berakhir menuang makananku ke piring untuk kusantap, Nani malah luar biasaku untuk pindah duduknya di sofa.

“Mas, makannya duduk di sini saja.. biar Nani bisa nemeni lebih enak..” katanya.

Nani semacamnya tidak mau jauh dariku serta ingin bercumbu, dirinya pun duduk menempel menantikaniku makan. Saat aku makan, tangannya aktif memegang batang kejantananku sambil kadang mengocoknya pertanda telah ingin bercumbu.

“Enak nggak Yaang..?” tanyanya sambil tersenyum menggodaku.
“Apanya yang nggak enak.. orang lagi makan dikocok-kocok begini.. eehmm..” jawabku.

Dengan kenekatannya dirinya malah memintaku lebih dari sekedar mengocok batang penisku.

“Yaang.. celananya dilepas saja ya.. Nani mau..” tanpa menantikan persetujuanku celana dalamku telah ditarik lepas, serta saat ini bibir mulutnya mengarah ke selangkanganku, mengulum batang kemaluanku yang sedari tadi demikian tegang.

“Ahh.. cresp.. slepp.. aah.. crespp.. crespp.. sllpp.. aah.. crepp.. crespp.. ahh..”Begitulah yang terdengar sepanjang aku makan hingga berakhir. Kunikmati sekali gejolak birahi, Nani menahan gairahnya dengan mengulum batang penisku.

“Non, aku telah berakhir nih makannya, kami mandi dulu yuk,” ajakku supaya dirinya menunda dulumerangsangku.
“Ehehh.. biar hingga keluar dulu Yaang..” rengeknya memintaku supaya dirinya tetap mengulum kemaluanku hingga puas.
“Nanti sekalian di kamar mandi saja, kan Mas kelak juga bisa ngrasain punya Nani..”

Akupun segera berdiri mengajaknya menuju kamar mandi. Sore itu kami mandi berdua, bercumbu seolah tidak ada puasnya saling menggosok serta meremas tahap-bagian tubuh Nani alias pun penisku yang rutin tidak lepas dari genggaman tangan maupun belaian lidah serta mulut Nani. Sambil tangan kirinya menekan kepalaku, tangan kanannya menyorongkan putingnya ke mulutku, ditekanbuah dadanya ke dalam mulutku.

BACA JUGA  Cerita Seks Enak Menjadi Seorang Gigolo

“Ogghh.. Mas.. adduh Mas.. gelii.. Mas.. Nani kayaak mauu.. ogh.. aduh.. geli Sayang.. mhh.. Mas.. aduh enak.. yach.. tteruss.. sstt.. ehhm..” Mulut Nani terus mengeluarkan desah yang melepaskan gairah serta gelinjang kenikmatan yang sedang diarasakan.

Tanganku tidak mau diam, serta dengan penuh kelembutan jari tengahku masuk liang vaginanya yang menganga diantara selangkangan yang terasa licin oleh lendir kenikmatan vaginanya. Aku pun telah merasakan basah sebab cairan yang keluar.

“Enak.. enak.. enak.. lebih enak daripada Nani kocok sendirian Mas.. yach, terus Mas, Nani ingin setiap hari begini Mas..” Mulutnya tidak hentinya mengeluarkan kata-kata ungkapanbirahinya.

“Ehh.. Mass.. terus teken Sayaang.. Nani.. enaakk aduh Mas.. ogghh.. Maass, gellii.. teruss.. terus..” kian menginginkan kocokan jariku terus cepat. Jari tanganku terasa agak pegal juga mengikuti irama kocokan yang Nani inginkan. Matanya terpejam, sambil lidahnya memainkan serta menjilat bibirku disertai goyangan pinggulnya terus cepat.

“Ohh Maass.. di situ.. terus.. jangan berhenti.. ohh.. ehh..” Nani mulai bergoyang naik serta turun melawan arah tanganku. Desah suaranya memenuhi kamar mandi.

“Ohh.. Mas.. ahh.. ahh.. ahh.. gelii.. sayaang.. nikmat.. Oh.. Oh.. Oh Mas..” begitu ucapan-ucapan birahinya yang semacamnya tidak kuduga bila menonton kesehariannya tampak biasa-biasa saja. Kubayangkan terbukti demikianlah apabila sepasang pria serta wanita kalau sedang mengalami gairah bercumbu.

Pengalaman yang baru bagiku selagi berbagai kali menggauli Nani. Ucapannya terus berulang-ulang terdengar merangsang diselingi desah nafas penuh birahi. Nani mengerang serta merangkul leherku dengan erat. Kepalanya bergoyang ke kiri serta kanan. Bibirnya menyentuh bibirku serta kamiberciuman lagi. Kubuka mulutku serta lidah kami saling menjilat entah bibir alias rongga mulut.

Kuangkat dirinya serta kudorong dirinya ke dinding. Aku berlutut di depannya serta kemudian lidahku bermain di lubang vaginanya. Tangannya menekan kepalaku serta yang satunya merpermainkan payudaranya, Nani memainkan putingnya sendiri untuk meningkatkan kenikmatan birahinya dengan ditandai puting di dada yang montok itu kelihatan terus tegang. Dirinya terus meremas buah dadanya serta mulutnya tidak hentinya mengeluarkan desah nafas yang memburu merasakan birahi yang kian memuncak.

“Sss ahh.. enak Mas..” erangnya.
“Ehm..” matanya setengah tertutup.
“Mas.. eghh putingku teruss.. Mas, mana penismu Mas.. Yach teruss Mas.. Hheegh.. enaak.. eeghh.. yach..”

Tangan kananku aktif memilin-milin puting susunya yang terus mengeras sementara tangan kanan Nani meremas puting buah dadanya sendiri.

“Ah.. Mas.. kalau begini terus Nani tambah sayang sekali sama Mas.. ohh.. ohh..”

Mulutnya terus mengeluarkan suara-suara gairah yang bila kudengarkan, meningkatkan gairah serta terus merangsang juga. Nafsuku terus menggebu untuk menyetubuhinya, pelukan ke tubuh Nani terus erat menjelajahi birahinya yang bergejolak serta terus-menerus menggelinjang hebat. Nani melepaskan desah nafsunya serta memintaku mengulum puting susunya yang demikian tegang sebab telah terangsang oleh mulutku.

“Ohh.. ohh.. ohh.. nikmatnya.. ohh.. ah.. nikmat..”

Seusai puas dengan buah dada yang kanan aku pindah ke yang kiri, putingnya kuisap kuat-kuat diselingi dengan cupangan pada bulatan payudaranya yang montok jadi nampak berbagai tempat meninggalkan bekas merah. Gerakan tubuhnya membikin kedua bukit payudaranya bergoyang ke kanan serta ke kiri sambil menahan gelinya puting susunya yang kusedot.

Terasa nikmat bisa menyelusuri bukit payudara yang membusung indah di dadanya yang nampak mulus bersih itu. Berkali-kali permintaannya supaya rangsanganku pada puting serta cupangan buah dadanya terus kuperbuat sepuasnya.

BACA JUGA  Cerita Seks Dengan Tante Hamil

“Ohh.. Mas sayang terus.. terus.. yang keras sedotannya.. ohh..” begitu desahnya di telingaku.
“Non, penisku tambah tegang saja kalau Nani terus-terusan begitu..” bisikku.

Rupanya Nani menyadari keinginanku, saatnya menerima batang kejantananku untuk bisa segera diperperbuat semestinya ketika dirinya merasakan sentuhan penisku yang telah tegang dari tadi. Dirinya gantian berlutut di depanku lalu dirinya menjilati penisku, serta meremas penisku hingga basah oleh jilatannya.

Lalu Nani menyambut batang penisku, terasa hangat oleh belaian tangannya, kepala penisku dirinya jilati lagi, sedikit demi sedikit penisku lenyap di rongga mulutnya, bibirnya dengan lincah menyedot lubang penisku, terasa geli-geli nikmat hingga dengkulku gemetar menahan rasa nikmat.

Mass.. punyamu menggemaskan lho Mas.. ini yang bikin ketagihan teruss.. enaak.. assiin Mas.. ahh..” Penisku yang masuk ke dalam kerongkongan Nani kucabut dari mulutnya serta kulepaskan, kemudian kupegang lengannya, kuangkat supaya dirinya berdiri menyudahi permainan itu.

Aku telah ingin beralih ke vaginanya yang telah basah oleh lendir kenikmatan, kupegang dengan meraba lembut. “Yaangg.. adiknya bikin ketagihan, aku udah nggak tahan lagi, pingin menjepit penismu.. Yaang, Nani udaahh nggak tahan ngeliat penis Mas ngaceng sebesar itu ayo masukkan Maas..” kata Nani sambil membelai-belai kejantananku yang tegak kaku sambil diusapkan ke pipinya.

Sesaat kemudian di atas tubuhku yang rebah di atas ranjang, Nani mengambil posisi jongkok menancapkan liang senggamanya cocok batang kemaluanku. Nani menuntun penisku yang telah tegang, lalu menempelkan di bibir vaginanya. “Ahh.. ohh.. Yang.. ohh.. emh.. aduhh.. nikmat..Yangg.. teruss.. goyangkan pantatmu Mas iyah.. enak Yaang..” Sengaja pantatku aku goyangkan mengikuti gerakan penisku yang terasa hangat di dalam vaginanya.

Bergantian Nani yang aktif bagaikan menunggang kuda, pantatnya mengayun di atas selangkanganku. Kadang maju mundur alias terkadang memutar sambil kedua tangannya merangsang payudaranya dengan meremas serta memilinputingnya.

Kuperhatikan matanya kadang terpejam menahan rasa gelinjang yang hebat, hingga tubuhnya melengkung ke belakang serta ketika pantatku kugoyang, buah dadanya berguncang indah ke kanan ke kiri. Ah, beginilah apabila gadis ini sedang dilanda gejolak birahi yang tinggi. Hingga tiba saat puncak birahinya menuntut rangsanganku lebih meningkat.

“Mas, aku di bawah.. jangan lepas yahh.. Ughh.. nikmatnya Maas..” Saat ini Posisiku berubah di atas sementara dengan segera betisnya yang indah dilipatnya ke arah paha serta bersamaan pantatnya yang sintal terangkat menahan dorongan penetrasiku. Tampak keindahan lubang kewanitaannya terus leluasa ketika Nani terus membuka kedua pahanya serta membawa betisnya cocok di pundakku.

“Yayangg.. ohh.. ohh.. ahh.. ahh.. terus.. terus.. lebih kuat.. dorong terus.. Yang dalam.. ach.. ohh..” matanya merem-melek menikmati goyangan penisku serta, “Oh.. Mas.. Sayang.. aku mau keluar.. ohh.. ohh.. ohh..” Lalu tiba-tiba dirinya goyangkan pantatnya keras-keras kiri-kanan kiri-kanan, diangkat tinggi-tinggi sambil mengelinjang agak sedikit teriak panjang.

“Maass, tekeen yaang kerraass.. aakkuu mmaauu keelluuaar.. ayo Maas jugaa barreenng..” Liang senggamanya terus sempit menjepit serta terasa menyedot penisku membikinku tidak tahan lagi. “Ohh.. ach.. ach..” pantatnya terus kuat gerakannya. “Maass.. ohh.. ohh.. hh.. ohh.. oh.. ahh.. aku keluar.. Sayang.. ohh.. aku nggak tahan..” Pantat Nani yang sintal itu kutangkap dengan kedua tanganku serta kutekan supaya kenikmatan orgasme liang senggamanya terus terasa.

BACA JUGA  Cerita Seks Yang Sangat Menakutkan

“Ohh.. ohh.. ohh.. ohh.. enakk.. ohh.. iya.. iya Mass.. aahh.. makin cepet Mas.. cepetan..” Aku terus dirangsang bukan saja oleh suaranya, tapi oleh jepitan vaginanya. Penisku betul-betul terasa digenggam erat sambil dikocok-kocok. Nafas kami berdua terus memburu.

Nani kelihatannya telah hampir orgasme, salah satu tangannya memainkan puting susunya dengan cepat serta tiba-tiba teriaknya, “Ahh.. ahh.. Mas.. Mas.. muncratin di dalem, ayoo Sayang aku telah siap.. ahh.. aah.. ahh.. sekarang.. oohh.. barengan.. ohh..” Desah Nani terus keras serta aku pun merasakan kehangatan batang kejantananku di dalam liang senggamanya yang sempit itu, mendapatkan kenikmatan cinta Nani yang kian waktu tambah menggairahkan.

“Yang.. ohh.. putingku sambil diremas.. ohh.. remas.. pentilku remas.. oogghh.. yaach..” Nikmat sekali sensasi yang kurasakan persetubuhanku dengan Nani di dalam kamar mandi rumah kostku.

“Kamu puas Sayang?”
“Puas sekali.. Mas terbukti hebat.. ntar Mas mau lagi nggak?”
“Entar malem kami puaskan lagi ya Yaang.. kami mandi dulu yuk..”

Waktu mandiku bercumbu dengan nani sore itu penuh gelora nafsu birahi yang tidak henti-hentinya. Terkadang kejantananku mulai lemas sengaja dirinya sabun serta kocok jadi bangun lagi kemudian dirinya kemot-kemot, alias gantian kupermainkan kewanitaannya sambil jari tengahku masuk hingga ke dalam vaginanya jadi Nani menggelinjang hebat, sambil mulutku mencari puting susunya yang mengeras kukulum serta kugigit lembut.

Sengaja Nani menekan payudaranya yang montok itu, didorong ke bibirku sambil tangan kirinya menekan kepalaku, jadi semacam wanita menyusui bayinya, memanjakan buah hatinya sepenuh hati dengan buaian puting susunya, supaya rutin nikmat untuk diisap.

Sementara tangan kananku terus saya masuk ke dalam vaginanya kubelai serta kugesek-gesekkan, hingga dirinya merasakan serta mendapatkan kenikmatan juga sebab tiba-tiba dirinya membuka pahanya jadi terus memberbagi peluang tanganku leluasa untuk menggosok vaginanya serta kumasukan jari tengahku ke dalam lubang yang becek serta licin serta tangan Nani kubimbing untuk memegang batang penisku serta mengocok-ngocoknya.

“Aaaduh.. saya mau keluar.. ohh.. aahh..” sambil mulutnya menganga serta matanya terpejam , dirinya mencapai orgasme. Gairah mandiku bersama Nani kuakhiri persetubuhan di atas ranjang di kamarnya dalam keadaan saling bercumbu tanpa busana hingga waktunya aku makan malam berdua.

Sore itu aku serta Nani mengenakan pakaian apa adanya supaya bisa leluasa saling memberbagi serta menunjukan masing-masing tahap tubuh yang bisa dinikmati serta bisa memberbagi gairah sambil duduk berdua, untuk istirahat memberbagi kesegaran pada tubuh kami masing-masing supaya kembali bugar lagi mesikipun lumayan melelahkan serta terasa ke sendi-sendi tulang namun sungguh nikmat yang kami reguk berdua dengan Nani seolah tidak puas sempai disitu saja.

Menantikan malam tiba sengaja aku hanya bercumbu di sofa ruang tamu dengan lampu ruangan yang hanya temaram jadi memberbagi suasana terus romantis menjelang malam pertamaku bercumbu menikmati tubuh montok yang indah yang untuk kali pertama kurasakan, kusetubuhi hingga ke lekuk likunya yang paling sesitif dimana kenikmatan gairah hubungan kelamin kurasakan.

Apalagi Nani yang dengan sengaja dengan bebasnya menunjukan tahap-bagian tubuhnya yang indah terus lebih mengajak tanganku untuk lebih menikmati keindahan tubuhnya yang hanya dengan sedikit menyingkap baju apa adanya yang dirinya kenakan sore itu.

Sengaja malam itu tubuhnya kupeluk serta wajahku terbenam diantara hangatnya jepitan kedua bukit payudaranya yang membusung indah di dada Nani.

author
No Response

Comments are closed.